Changpeng Zhao (CZ) kembali memicu perdebatan di komunitas kripto, khususnya Bitcoin.
Sosoknya membahas tentang kemungkinan untuk membekukan Bitcoin milik Satoshi Nakamoto dan koin lama lain yang rentan terhadap ancaman komputer quantum.
Gagasan tersebut disampaikan dalam podcast Galaxy Brains bersama Alex Thorn. Namun, CZ menegaskan bahwa itu bukan rencana pribadi, melainkan bentuk pertanyaan yang diajukan kepada komunitas Bitcoin.
“Just my personal view,” tulis CZ di akun X pada Sabtu (20/6).
Ancaman Quantum Jadi Pemicunya

Sumber: x.com/@TCryptochics
Perdebatan ini menguat setelah Google Quantum AI pada Maret lalu mempublikasikan riset yang menyebut sistem kriptografi tanda tangan digital berpotensi dipecahkan dengan komputer quantum yang memiliki kurang dari 500.000 qubit.
Jika hal itu terjadi, komputer quantum berpotensi menghitung private key dari alamat yang kunci publiknya sudah terekspos di blockchain. Kondisi tersebut dapat membuka peluang pencurian aset digital.
Karena itu, sebagian pihak mulai membahas penggunaan kriptografi tahan quantum. Namun, penerapannya membutuhkan upgrade jaringan yang kompleks dan memakan waktu bertahun-tahun.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Masih Kuat di $64.000, Tapi Ancaman Baru Iran Bikin Waspada
Mengapa Bitcoin Satoshi Jadi Sorotan?
Satoshi Nakamoto diperkirakan menambang sekitar 1,1 juta BTC pada 2009 hingga 2010 berdasarkan pola “Patoshi” yang diteliti Sergio Demian Lerner.
Dengan harga Bitcoin di sekitar $64.000, kepemilikan tersebut ditaksir bernilai hampir $70 miliar saat ini.
CZ mengakui ide pembekuan tidak mudah diterapkan. Salah satu tantangannya adalah membedakan alamat milik Satoshi dengan alamat penambang Bitcoin generasi awal lainnya.
Komunitas Bitcoin Terbelah

Sumber: x.com/@cz_binance
Pertanyaan CZ sejalan dengan arah diskusi dalam BIP-361, proposal yang mengusulkan pembatasan penggunaan alamat yang dianggap rentan terhadap serangan quantum setelah periode tertentu.
Pendukungnya menilai langkah tersebut dapat mencegah pencurian Bitcoin oleh komputer quantum di masa depan. Namun, pihak yang menolak berpendapat bahwa pembekuan aset bertentangan dengan prinsip dasar Bitcoin yang menjamin kepemilikan pengguna.
Proposal tersebut bahkan mengutip pandangan Satoshi Nakamoto terkait koin yang hilang dari peredaran.
“Lost coins only make everyone else’s coins worth slightly more. Think of it as a donation to everyone,” tulis Satoshi Nakamoto.
CZ mengakui tidak ada solusi yang sempurna. Meski begitu, ia menilai ancaman quantum perlu mulai dibahas sebelum menjadi masalah nyata bagi jaringan Bitcoin.
Kesimpulan
Perdebatan mengenai Bitcoin milik Satoshi bukan hanya soal kepemilikan aset senilai puluhan miliar dolar.
Isu ini menyentuh pertanyaan yang lebih besar tentang bagaimana Bitcoin harus beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi quantum tanpa mengorbankan prinsip desentralisasi yang menjadi fondasinya sejak awal.
FAQ
1. Apa itu ancaman quantum terhadap Bitcoin?
Ancaman quantum adalah kemungkinan komputer quantum memecahkan sistem kriptografi yang saat ini digunakan untuk mengamankan Bitcoin.
2. Berapa jumlah Bitcoin yang diperkirakan dimiliki Satoshi Nakamoto?
Peneliti memperkirakan Satoshi Nakamoto memiliki sekitar 1,1 juta BTC yang ditambang pada masa awal Bitcoin.
3. Mengapa Bitcoin Satoshi dianggap rentan?
Sebagian alamat lama memiliki kunci publik yang sudah terekspos di blockchain sehingga berpotensi menjadi target jika teknologi quantum berkembang.
4. Apa itu BIP-361?
BIP-361 adalah proposal yang mengusulkan perlindungan Bitcoin dari ancaman quantum melalui pembatasan penggunaan alamat yang dianggap rentan.
5. Apakah CZ ingin mengambil Bitcoin milik Satoshi?
Tidak. CZ menyatakan dirinya hanya mengajukan pertanyaan kepada komunitas dan tidak mengusulkan penyitaan aset tersebut.
6. Apa itu hard fork Bitcoin?
Hard fork adalah perubahan aturan jaringan blockchain yang membuat versi baru berjalan dengan aturan berbeda dari versi sebelumnya.
7. Apakah komputer quantum sudah bisa mencuri Bitcoin saat ini?
Belum. Hingga saat ini belum ada bukti komputer quantum mampu melakukan serangan semacam itu pada jaringan Bitcoin yang aktif.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Be(in)crypto – CZ Floats Freezing Satoshi’s Bitcoin Over Quantum Risk, diakses pada 22 Juni 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Tokoh Crypto Dunia, #Berita Satoshi Nakamoto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
