Bitcoin (BTC) bertahan di kisaran US$64.000 pada akhir pekan meski pasar kembali dihadapkan pada ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Ancaman terbaru Iran untuk menutup Selat Hormuz membuat investor kembali mencermati risiko yang dapat memengaruhi pasar global, termasuk aset kripto.
Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$64.100 pada Senin (22/6). Namun secara mingguan, pergerakan BTC masih relatif datar setelah sempat jatuh di bawah US$63.000 pada Jumat lalu.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Pemulihan tersebut terjadi di tengah dimulainya pembicaraan gencatan senjata permanen antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Swiss.
Meski begitu, pasar menilai risiko belum sepenuhnya hilang setelah Teheran kembali mengeluarkan ancaman terkait Selat Hormuz.
Bitcoin Pulih Setelah Tekanan Jual di Akhir Pekan
Di awal pekan, sentimen pasar sempat membaik setelah Presiden Donald Trump menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang membuka jalan bagi negosiasi gencatan senjata permanen antara AS dan Iran.
Optimisme itu sempat mendorong aset berisiko, termasuk kripto. Namun suasana berubah pada Jumat (19/6) ketika investor kembali melakukan aksi risk-off atau mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Akibatnya, Bitcoin sempat turun ke bawah US$63.000 sebelum akhirnya kembali menguat mendekati US$64.000 saat akhir pekan.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Baca juga berita terkait: Rincian 14 Poin Kesepakatan Damai AS-Iran, Ini Dampaknya ke Bitcoin dkk
Ancaman Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan Pasar
Fokus utama investor saat ini bukan hanya negosiasi yang berlangsung di Swiss, tetapi juga ancaman terbaru Iran terhadap Selat Hormuz.
Pekan lalu, pasar menyambut positif prospek terbukanya kembali jalur perdagangan energi setelah tercapainya kesepakatan awal antara AS dan Iran.
Sentimen tersebut bahkan membantu menekan harga minyak sekitar 9% dan mendorong aset berisiko bergerak lebih tinggi.
Namun, Iran kembali mengeluarkan ancaman terkait Selat Hormuz setelah muncul laporan meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hezbollah di Lebanon selatan pada Sabtu (20/6).
Teheran menilai perkembangan tersebut berpotensi mengganggu proses perdamaian yang sedang dinegosiasikan dengan Amerika Serikat.
“Menurut pemahaman saya, ini adalah cara Iran menekan dan membuat Amerika Serikat waspada. Mereka dapat menggunakan ancaman penutupan selat itu di masa mendatang sampai ada keyakinan bahwa Amerika mungkin akan merespons dengan tindakan balasan yang sangat tegas,” kata mantan Penasihat Keamanan Nasional Israel, Mayor Jenderal Yaakov Amidror, dikutip dari New York Post.
Kondisi itu membuat pasar kembali mempertanyakan keberlanjutan kesepakatan yang sebelumnya dianggap mampu meredakan risiko geopolitik di kawasan. Pasar kini menghadapi situasi yang sama seperti sebelum kesepakatan ditandatangani.
Baca berita lainnya: Scaramucci Prediksi Kapan Bull Run Bitcoin: Bukan Sekarang, tapi Akhir 2026
Altcoin Bergerak Beragam
Melansir dari CoinDesk, Di tengah stabilnya Bitcoin, sejumlah aset kripto utama mencatat performa yang berbeda-beda.
Ethereum (ETH) sempat naik 0,5% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di sekitar US$1.734. Secara mingguan, ETH masih membukukan kenaikan 3,3%.
Solana (SOL) sempat menguat 1,5% ke level US$73, sementara Tron (TRX) bertambah 1,2%.
Sementara itu, Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu aset dengan performa terbaik dalam sepekan terakhir.
Meski turun 2% dalam 24 jam terakhir, token tersebut masih mencatat kenaikan sekitar 14,8% dalam tujuh hari.
Berbeda dengan aset lainnya, Dogecoin (DOGE) menjadi kripto utama dengan performa terlemah minggu ini setelah turun hampir 5% dalam tujuh hari terakhir.
Kesimpulan
Bitcoin bertahan di kisaran US$64.000 meski pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik.
Ancaman terbaru Iran terhadap Selat Hormuz membuat investor tetap waspada, sementara negosiasi gencatan senjata dengan Amerika Serikat menjadi faktor utama yang akan menentukan arah sentimen pasar dalam waktu dekat.
Bagi pelaku pasar kripto, perkembangan di Timur Tengah kini menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan.
FAQ
- Mengapa konflik Iran memengaruhi harga Bitcoin?
Bitcoin termasuk aset berisiko yang sensitif terhadap sentimen pasar global. Ketika konflik geopolitik meningkat, investor biasanya mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman. - Apa itu Selat Hormuz dan mengapa penting?
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati wilayah ini sehingga gangguan di kawasan tersebut dapat memengaruhi harga energi global. - Apakah harga Bitcoin selalu turun saat terjadi konflik geopolitik?
Tidak selalu. Dalam beberapa kasus, Bitcoin justru dianggap sebagai alternatif penyimpan nilai. Namun dalam jangka pendek, ketidakpastian geopolitik sering memicu volatilitas karena investor mengurangi risiko. - Apa yang dimaksud dengan sentimen risk-off di pasar kripto?
Risk-off adalah kondisi ketika investor menjual atau mengurangi kepemilikan aset berisiko seperti saham dan kripto akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik. - Mengapa Bitcoin masih bertahan di atas US$64.000?
Pasar masih menunggu hasil pembicaraan antara AS dan Iran. Selama belum ada perkembangan besar yang mengubah sentimen secara drastis, Bitcoin cenderung bergerak dalam rentang harga tertentu sambil menunggu katalis berikutnya. - Faktor apa yang perlu diperhatikan investor kripto pekan ini?
Selain perkembangan negosiasi AS-Iran, investor juga akan mencermati pergerakan harga minyak, sentimen pasar global, arus modal ke aset berisiko, serta kemampuan Bitcoin mempertahankan area psikologis US$64.000.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Timur Tengah Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


