Bitcoin (BTC) turun lebih dari 50% dari level all-time high (ATH) dan masih berada dalam tekanan jual.
Aktivitas miner juga tercatat melemah, dengan sejumlah operator menghentikan operasi akibat biaya produksi yang tidak lagi sebanding dengan harga pasar.
Penurunan ini menandai meningkatnya tekanan di pasar kripto, seiring melemahnya profitabilitas mining dan berlanjutnya fase koreksi harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir.
Bitcoin Tertekan, Miner Mulai Kurangi Aktivitas
Tekanan jual di pasar Bitcoin saat ini tidak hanya datang dari investor, tetapi juga dari sektor penambangan.
Melansir data Coinpedia, sejumlah miner mulai melakukan shutdown operasional akibat biaya produksi yang tidak lagi sebanding dengan harga pasar.
Kondisi ini dikenal sebagai fase miner capitulation, yaitu situasi ketika miner terpaksa menjual aset atau menghentikan aktivitas karena margin keuntungan menurun drastis.
Dalam siklus historis Bitcoin, kondisi seperti ini sering muncul pada fase akhir bear market, ketika tekanan jual mulai mencapai titik ekstrem sebelum stabilisasi harga terjadi.
Baca juga berita terkait: Bitcoin (BTC) Melemah Sepanjang Juni 2026, Deutsche Bank Ungkap Biangnya
Likuiditas Beralih ke Sektor AI dan Aset Lain
Selain tekanan dari sisi miner, pergerakan harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh rotasi likuiditas global.
Menurut pandangan pendiri dan Chairman perusahaan MicroStrategy, Michael Saylor, sektor kecerdasan buatan (AI) saat ini menyerap arus modal dalam skala besar, dengan kebutuhan pendanaan ratusan miliar dolar untuk pembangunan infrastruktur data center.
“Mereka menciptakan efek hisap (suction) dan menyedot modal dari hampir semua kelas aset lain,” kata Saylor dikutip dari CoinPedia.
Saylor menilai sebagian kecil dari modal tersebut berasal dari aset kripto, termasuk Bitcoin.
“Sekitar satu atau dua persen dari modal itu berasal dari Bitcoin,” lanjutnya.
Rotasi ini membuat tekanan tambahan pada harga BTC karena likuiditas jangka pendek lebih banyak mengalir ke sektor teknologi.
Namun, ia juga menekankan bahwa kondisi ini bersifat sementara dan berpotensi berbalik ketika siklus pendanaan AI mulai stabil.
Apakah Bitcoin Dekati Titik Bottom?
Dari sisi historis, bear market Bitcoin cenderung mengikuti pola siklus yang relatif konsisten.
Dua fase penurunan besar sebelumnya menunjukkan durasi sekitar 1 tahun sebelum mencapai titik bottom.
Beberapa indikator yang saat ini menjadi perhatian pasar antara lain:
- Penurunan mining difficulty sekitar 20% dari level tertinggi
- Tekanan jual berkepanjangan pada pasar spot
- Indikator on-chain yang mulai memasuki area undervalued
- Kondisi pasar yang sudah berada dalam fase bearish berkepanjangan sekitar 200 hari
Kombinasi faktor tersebut sering muncul menjelang fase akhir koreksi, meskipun tidak bisa dijadikan kepastian arah pasar.
Apakah Bitcoin Bisa Menuju Nol?
Isu ekstrem mengenai Bitcoin yang berpotensi “menuju nol” turut kembali muncul di tengah tekanan harga.
Namun, pandangan tersebut semakin jarang mendapat dukungan bahkan dari tokoh yang selama ini skeptis terhadap Bitcoin.
Peter Schiff, salah satu kritikus Bitcoin paling vokal, dalam sebuah wawancara mengakui bahwa kemungkinan Bitcoin benar-benar menjadi nol sangat kecil.
“Sepertinya tidak akan sampai ke nol, mungkin,” ucapnya.
Pernyataan ini tidak menghilangkan risiko volatilitas, tetapi memperkuat pandangan bahwa Bitcoin masih memiliki struktur pasar dan adopsi yang bertahan dalam jangka panjang.
Baca selanjutnya: Uang Diam-diam Mengalir ke AI? Ini 3 Token AI yang Jadi Bintang Baru
Kapan Bitcoin Berpotensi Mulai Naik Lagi?
Berdasarkan kombinasi data siklus, kondisi miner, dan rotasi likuiditas, sejumlah analis memperkirakan bahwa perubahan tren dapat mulai terlihat dalam beberapa bulan ke depan.
Estimasi yang beredar menyebutkan potensi pergeseran sentimen dalam rentang 12 hingga 24 minggu, dengan kemungkinan pemulihan lebih jelas memasuki akhir 2026 jika siklus historis kembali terulang.
Namun demikian, pasar masih berada dalam fase ketidakpastian, sehingga volatilitas jangka pendek tetap menjadi risiko utama.
Kesimpulan
Bitcoin saat ini berada di persimpangan penting antara tekanan bear market dan potensi fase akhir siklus penurunan. Shutdown miner, rotasi likuiditas ke sektor AI, serta indikator on-chain memberikan gambaran bahwa tekanan jual mulai memasuki tahap lanjut.
Meski begitu, belum ada konfirmasi bahwa fase bottom sudah terbentuk. Pasar masih membutuhkan katalis baru untuk mengubah arah tren secara signifikan.
Dengan kata lain, Bitcoin belum benar-benar pulih, tetapi juga belum menunjukkan tanda kehilangan struktur jangka panjangnya.
FAQ
- Apa yang dimaksud miner shutdown dalam Bitcoin?
Miner shutdown adalah kondisi ketika penambang Bitcoin mematikan mesin karena biaya operasional lebih tinggi dibandingkan potensi keuntungan dari mining. - Kenapa harga Bitcoin bisa turun saat sektor AI naik?
Karena terjadi rotasi likuiditas, di mana modal investor berpindah ke sektor lain seperti AI yang sedang membutuhkan pendanaan besar. - Apakah Bitcoin bisa benar-benar turun ke nol?
Secara teori mungkin, tetapi banyak analis dan bahkan kritikus Bitcoin menilai skenario tersebut sangat kecil kemungkinannya. - Kapan Bitcoin biasanya mulai naik setelah bear market?
Secara historis, Bitcoin cenderung mulai pulih setelah fase capitulation miner dan penurunan berlangsung sekitar 300–400 hari dalam siklus sebelumnya. - Apa tanda awal Bitcoin akan rebound?
Beberapa tanda awal meliputi penurunan tekanan jual miner, stabilisasi hashrate, dan perbaikan indikator on-chain seperti undervaluation zone.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini,






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


