Bitcoin (BTC) Melemah Sepanjang Juni 2026, Deutsche Bank Ungkap Biangnya
icon search
icon search

Top Performers

Bitcoin (BTC) Melemah Sepanjang Juni 2026, Deutsche Bank Ungkap Biangnya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Bitcoin (BTC) Melemah Sepanjang Juni 2026, Deutsche Bank Ungkap Biangnya

Bitcoin (BTC) Melemah Sepanjang Juni 2026, Deutsche Bank Ungkap Biangnya

Daftar Isi

Harga Bitcoin (BTC) melemah sepanjang Juni 2026 di tengah tekanan makroekonomi global dan pergeseran arus modal institusi. 

Aset kripto ini sempat turun di bawah US$60.000 pada awal bulan dan kini bergerak di kisaran US$62.000–US$63.000.

Deutsche Bank dalam laporan yang dikutip CoinDesk menyebut pelemahan Bitcoin dipicu kombinasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang masih ketat, arus keluar ETF Bitcoin, serta rotasi modal global ke sektor kecerdasan buatan (AI).

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin turun sekitar 1% dan melemah lebih dari 3% dalam sepekan. Tekanan juga terjadi di pasar kripto lain seperti Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), hingga Dogecoin (DOGE) yang ikut terkoreksi secara serempak.

 

Deutsche Bank: Bitcoin Kini Dipengaruhi Arus Dana Institusi

Deutsche Bank menilai struktur pasar Bitcoin telah berubah signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya harga BTC banyak digerakkan investor ritel, kini arus dana institusi menjadi faktor utama penggerak pasar.

Analis Deutsche Bank Marion Laboure menyebut Bitcoin kini semakin sensitif terhadap tiga hal: arus dana ETF, kebijakan suku bunga The Fed, dan kompetisi alokasi modal di sektor teknologi.

“Bitcoin tidak menghilang, tetapi berevolusi menjadi aset institusional yang harganya ditentukan oleh arus dana, ekspektasi kebijakan moneter, dan kompetisi tema investasi,” tulis Laboure.

Perubahan ini membuat Bitcoin lebih reaktif terhadap sentimen global, terutama saat terjadi rotasi modal di pasar saham dan obligasi.

 

Baca berita lainnya: Pantau! 3 Meme Coin Ini Lagi Jadi Incaran Whale Jelang Akhir Juni 2026

 

Tekanan The Fed Jadi Beban Utama Aset Risiko

Salah satu faktor utama yang menekan pasar kripto adalah perubahan ekspektasi kebijakan The Fed. 

Deutsche Bank mencatat pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan sikap hawkish lebih lama dari sebelumnya, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan di 2026.

Kondisi ini menekan aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto. Dalam lingkungan suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke instrumen yang lebih stabil seperti obligasi.

Bitcoin yang sebelumnya diuntungkan oleh ekspektasi pelonggaran likuiditas kini kehilangan salah satu katalis utamanya.

 

ETF Bitcoin Alami Outflow Beruntun

 

ETF Bitcoin

Sumber Gambar: SoSoValue

 

Selain faktor makro, tekanan juga datang dari pasar ETF Bitcoin di Amerika Serikat.

Deutsche Bank melaporkan adanya arus keluar dana (net outflow) yang berlangsung selama enam minggu berturut-turut dengan total mencapai sekitar US$6 miliar.

Arus keluar ini menunjukkan bahwa minat investor institusi terhadap BTC masih belum stabil.

Sebagai catatan, peran ETF sangat penting dalam pembentukan harga Bitcoin saat ini karena menjadi jalur utama masuknya dana institusional ke aset kripto.

 

Baca juga berita terkait: Uang Diam-diam Mengalir ke AI? Ini 3 Token AI yang Jadi Bintang Baru

 

Rotasi Modal ke AI Tekan Sentimen Kripto

Di sisi lain, pasar juga sedang mengalami rotasi besar ke sektor kecerdasan buatan (AI). 

Investasi raksasa teknologi seperti Nvidia, AMD, hingga perusahaan chip lainnya membuat sektor AI menjadi magnet utama aliran dana global sepanjang 2026.

Deutsche Bank menyoroti bahwa investor kini mulai membandingkan Bitcoin dengan peluang di sektor AI yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih agresif dalam jangka pendek.

Akibatnya, sebagian modal yang sebelumnya masuk ke kripto kini beralih ke saham teknologi berbasis AI.

 

Kesimpulan

Pelemahan Bitcoin sepanjang Juni 2026 menunjukkan bahwa pasar kripto kini sangat dipengaruhi oleh dinamika makro global. 

Kombinasi kebijakan The Fed yang masih ketat, arus keluar ETF, serta rotasi modal ke sektor AI membuat BTC kehilangan momentum kenaikan.

Deutsche Bank menegaskan bahwa Bitcoin tidak sedang kehilangan relevansi, namun sedang memasuki fase baru sebagai aset institusional yang lebih sensitif terhadap arus dana global dan kompetisi investasi lintas sektor.

 

FAQ

  • Kenapa Bitcoin terus melemah sepanjang Juni 2026?
    Bitcoin melemah karena kombinasi faktor makro seperti kebijakan The Fed yang masih ketat, outflow ETF, dan rotasi modal ke aset teknologi seperti AI.
  • Apakah ETF Bitcoin berpengaruh ke harga BTC?
    Ya, ETF Bitcoin menjadi salah satu sumber utama permintaan institusional. Saat terjadi outflow, tekanan jual pada BTC meningkat.
  • Apa hubungan kenaikan suku bunga The Fed dengan Bitcoin?
    Suku bunga tinggi membuat investor lebih memilih aset aman seperti obligasi, sehingga aset berisiko seperti Bitcoin cenderung tertekan.
  • Mengapa sektor AI bisa mempengaruhi harga Bitcoin?
    Karena investor institusi mulai mengalihkan dana ke saham AI yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan lebih cepat dibanding aset kripto.
  • Apakah Bitcoin masih dianggap aset investasi yang kuat?
    Masih. Namun menurut Deutsche Bank, Bitcoin kini lebih dipengaruhi arus dana institusi dibanding sentimen ritel seperti sebelumnya.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi CS Indodax

  • Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
  • Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
  • Email bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

Follow IG Indodax

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER: Seluruh informasi yang disampaikan oleh Indodax terkait kinerja aset kripto, baik di masa lalu maupun saat ini, merupakan informasi yang bersifat historis. Informasi tersebut tidak menjamin kinerja di masa depan dan terdapat kemungkinan perbedaan hasil yang dapat diperoleh. Sebelum melakukan transaksi jual atau beli aset kripto, pengguna disarankan untuk melakukan riset secara mandiri (DYOR) guna memahami seluruh risiko dan informasi yang relevan.
 

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Regulasi Crypto, #Berita The Fed, #Berita Artificial intelligence (AI), #Ai Crypto

Lebih Banyak dari Berita,Bitcoin

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
ICNT/IDR
Impossible
6.139
96.26%
ZKWASM/IDR
ZKWASM
56
51.35%
BEAT/IDR
Audiera
39.474
29.41%
FLOKI/USDT
Floki
0
21.08%
Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
MPRO/IDR
Max Proper
3
-40%
CBG/IDR
Chainbing
5
-37.5%
DVI/IDR
Dvision Ne
2
-33.33%
COLLAT/IDR
Collateriz
24
-26.76%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Bitcoin (BTC) Melemah Sepanjang Juni 2026, Deutsche Bank Ungkap Biangnya
24/06/2026
Bitcoin (BTC) Melemah Sepanjang Juni 2026, Deutsche Bank Ungkap Biangnya

Harga Bitcoin (BTC) melemah sepanjang Juni 2026 di tengah tekanan

24/06/2026
5 Faktor Utama yang Bikin Bitcoin (BTC) dan Crypto Lain Crash Hari Ini (23/6)

Pasar crypto kembali mengalami tekanan tajam pada perdagangan hari ini.

All-in Long HYPE Pakai Leverage, Whale Kripto Ini Cetak Profit Rp683 Miliar
23/06/2026
All-in Long HYPE Pakai Leverage, Whale Kripto Ini Cetak Profit Rp683 Miliar

Sebuah whale kripto terpantau membuka posisi long besar pada token

23/06/2026