Bitcoin (BTC) masih bergerak di bawah level psikologis US$70.000 setelah kehilangan sekitar 50% nilainya dari rekor tertinggi tahun lalu.
Kondisi ini membuat banyak investor mulai mempertanyakan apakah pelemahan tersebut merupakan peluang untuk membeli melalui strategi buy the dip atau justru sinyal untuk menunggu hingga arah pasar lebih jelas.
Melansir dari The Motley Fool, kondisi saat ini menjadi salah satu periode tersulit untuk membangun argumen bullish terhadap Bitcoin karena sejumlah katalis utama dinilai mulai kehilangan momentum.
Bitcoin Kehilangan Separuh Nilainya dari Rekor Tertinggi
Bitcoin hari ini (29/6) diperdagangkan di kisaran US$59.000–US$60.000, turun 50% lebih dibandingkan rekor tertinggi sekitar US$126.200 yang tercapai pada tahun lalu.
Meski demikian, Bitcoin masih menjadi aset kripto terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,2 triliun atau lebih dari separuh total nilai pasar kripto global.
Besarnya dominasi tersebut membuat pergerakan Bitcoin tetap menjadi acuan utama bagi sentimen pasar aset digital secara keseluruhan.
Namun, penurunan harga yang cukup dalam tidak otomatis menjadikan Bitcoin sebagai aset yang menarik untuk dibeli.
Baca juga berita terkait: BlackRock Terbitkan Panduan Resmi Investasi Bitcoin, Ini Rekomendasinya
Adopsi Bitcoin Dinilai Belum Sesuai Harapan
Salah satu alasan yang dikemukakan adalah masih terbatasnya penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran.
Mengutip data Cryptwerk, saat ini kurang dari 7.000 bisnis di seluruh dunia menerima Bitcoin sebagai metode pembayaran. Angka tersebut dinilai masih sangat kecil dibandingkan sekitar 358 juta bisnis aktif secara global.
Kondisi ini membuat narasi bahwa Bitcoin akan menjadi mata uang global atau sistem pembayaran utama dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Status Bitcoin sebagai Emas Digital Ikut Dipertanyakan
Selain adopsi pembayaran, artikel tersebut juga menyoroti narasi Bitcoin sebagai digital gold.
Ketika ketidakpastian ekonomi meningkat akibat membengkaknya utang pemerintah dan kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat, investor justru lebih banyak mengalihkan dana ke emas.
Dalam periode tersebut, emas disebut mencatat kenaikan sekitar 64%, sementara Bitcoin justru mengalami pelemahan sekitar 5%.
Perbedaan performa tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sebagian pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah Bitcoin benar-benar mampu berperan sebagai aset safe haven seperti emas.
Michael Saylor dan ARK Invest Masih Optimistis
Di sisi lain, tidak semua pihak memiliki pandangan yang sama.
Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, masih meyakini Bitcoin berpotensi mencapai US$21 juta per koin pada 2045.
Prediksi tersebut didasarkan pada keyakinannya bahwa Bitcoin memiliki suplai terbatas sebanyak 21 juta koin dan berpotensi menjadi aset cadangan global di masa depan.
Sementara itu, ARK Invest yang dipimpin Cathie Wood juga mempertahankan proyeksi bullish. Perusahaan investasi tersebut memperkirakan kapitalisasi pasar Bitcoin dapat mencapai sekitar US$16 triliun pada 2030 atau setara dengan harga sekitar US$761.904 per BTC.
ARK menilai salah satu pendorong utama adalah semakin banyak investor yang memperlakukan Bitcoin sebagai alternatif emas karena sifatnya yang langka dan mudah dipindahkan.
Baca berita lainnya: Tak Hanya Hayes, Penambang Top Asal China Ramal Bottom Bitcoin Ada di $40.000
Investor Diminta Tidak Hanya Melihat Harga yang Sudah Turun
Investor perlu mempertimbangkan perkembangan fundamental, tingkat adopsi, kondisi ekonomi global, serta arah arus modal sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan kata lain, harga yang lebih murah belum tentu berarti risiko telah berakhir.
Selama katalis baru belum muncul dan sentimen pasar masih lemah, strategi wait and see dinilai masih relevan bagi sebagian investor.
Kesimpulan
Bitcoin memang telah turun jauh dari rekor tertingginya, sehingga mulai menarik perhatian investor yang mencari peluang membeli saat harga rendah.
Namun, di tengah melemahnya sentimen pasar, terbatasnya adopsi sebagai alat pembayaran, serta perdebatan mengenai statusnya sebagai emas digital, keputusan untuk masuk ke pasar tetap memerlukan pertimbangan yang matang.
Di sisi lain, pandangan bullish jangka panjang dari tokoh seperti Michael Saylor dan ARK Invest menunjukkan bahwa prospek Bitcoin masih menjadi perdebatan.
Karena itu, investor perlu menyesuaikan keputusan dengan profil risiko dan horizon investasi masing-masing, alih-alih hanya berpatokan pada penurunan harga.
FAQ
- Apakah Bitcoin di bawah US$70.000 termasuk murah?
Belum tentu. Harga yang lebih rendah dibandingkan rekor tertinggi memang terlihat menarik, tetapi keputusan membeli sebaiknya juga mempertimbangkan kondisi pasar, sentimen investor, dan fundamental Bitcoin. - Apa yang dimaksud strategi wait and see dalam investasi Bitcoin?
Wait and see adalah pendekatan menunggu hingga muncul sinyal pasar yang lebih jelas sebelum membeli atau menambah kepemilikan Bitcoin. - Mengapa Bitcoin disebut emas digital?
Bitcoin sering dijuluki digital gold karena memiliki suplai terbatas sebanyak 21 juta koin sehingga dianggap berpotensi menjadi penyimpan nilai seperti emas. Namun, pandangan tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan pelaku pasar. - Apa faktor yang paling memengaruhi harga Bitcoin saat ini?
Pergerakan harga Bitcoin dipengaruhi berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral, arus investasi institusi, regulasi aset kripto, serta sentimen pasar. - Apakah penurunan harga Bitcoin selalu menjadi peluang buy the dip?
Tidak selalu. Dalam beberapa kondisi, harga dapat terus bergerak turun jika tekanan pasar masih berlanjut. Karena itu, banyak investor mengombinasikan analisis teknikal, fundamental, dan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi. - Mengapa pendapat mengenai prospek Bitcoin bisa berbeda?
Bitcoin masih merupakan aset yang berkembang sehingga analis dan investor memiliki asumsi yang berbeda mengenai tingkat adopsi, regulasi, hingga potensi penggunaannya di masa depan. Hal ini membuat proyeksi harga Bitcoin sering kali bervariasi, mulai dari sangat optimistis hingga cukup konservatif.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


