Verifiable Random Function: Kenapa Blockchain Butuh Ini?
icon search
icon search

Top Performers

Verifiable Random Function (VRF): Mengapa Blockchain Tidak Bisa Mengandalkan Random Number Biasa?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Verifiable Random Function (VRF): Mengapa Blockchain Tidak Bisa Mengandalkan Random Number Biasa?

Verifiable Random Function Kenapa Blockchain Butuh Ini?

Daftar Isi

Saat mendengar istilah random number atau angka acak, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan hasil lemparan dadu, undian berhadiah, atau angka yang muncul secara acak di sebuah aplikasi. 

Namun, di dunia blockchain, menghasilkan angka acak ternyata jauh lebih rumit daripada yang dibayangkan.

Padahal, banyak aktivitas di blockchain yang bergantung pada proses acak. Mulai dari memilih validator, menentukan atribut NFT, mengundi pemenang lottery, hingga menghasilkan item langka dalam game berbasis blockchain.

Jika proses tersebut dapat diprediksi atau dimanipulasi, maka keadilan dan kepercayaan terhadap jaringan akan hilang.

Inilah alasan mengapa blockchain membutuhkan Verifiable Random Function (VRF). Teknologi ini memungkinkan blockchain menghasilkan angka acak sekaligus membuktikan bahwa hasil tersebut benar-benar valid dan tidak dimanipulasi.

Lalu, mengapa blockchain tidak bisa menggunakan random number generator (RNG) biasa? Dan bagaimana VRF mengatasi masalah tersebut?

 

Mengapa Blockchain Membutuhkan Angka Acak?

Blockchain modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi aset kripto. 

Kini, berbagai aplikasi Web3 membutuhkan mekanisme yang mampu menghasilkan keputusan secara adil tanpa campur tangan pihak tertentu.

Beberapa contoh penggunaannya meliputi:

  • memilih validator atau block producer pada jaringan Proof of Stake;
  • menentukan atribut langka saat minting NFT;
  • memilih pemenang blockchain lottery;
  • menghasilkan hadiah acak pada GameFi;
  • menentukan penerima reward atau airdrop.

Semua proses tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu membutuhkan hasil yang benar-benar acak. Jika developer, validator, atau pihak lain dapat mengetahui atau mengatur hasilnya terlebih dahulu, maka seluruh mekanisme menjadi tidak adil.

Namun, blockchain menghadapi tantangan yang tidak dimiliki aplikasi biasa.

 

Mengapa Blockchain Tidak Bisa Mengandalkan Random Number Biasa?

Pada aplikasi tradisional, menghasilkan angka acak relatif sederhana. Developer cukup menggunakan fungsi bawaan seperti Random() atau pustaka RNG yang tersedia.

Blockchain tidak bisa bekerja seperti itu. Penyebab utamanya adalah blockchain bersifat deterministik, artinya seluruh node di jaringan harus menghasilkan output yang sama ketika memproses data yang sama. Kesamaan hasil inilah yang memungkinkan ribuan node mencapai konsensus tanpa harus saling percaya.

Bayangkan jika setiap node menghasilkan angka acak yang berbeda ketika memproses transaksi yang sama. Akibatnya, setiap node akan memperoleh hasil berbeda sehingga jaringan gagal mencapai kesepakatan.

Masalah lain muncul ketika blockchain menggunakan sumber keacakan yang dapat diprediksi, misalnya block hash

Dalam kondisi tertentu, validator dapat mencoba memperoleh hasil yang lebih menguntungkan dengan melakukan grinding attack, yaitu mencoba berbagai kemungkinan hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.

Artinya, blockchain membutuhkan sistem yang memenuhi dua syarat sekaligus.

  • Pertama, hasilnya tidak boleh bisa diprediksi sebelum dibuat.
  • Kedua, hasil tersebut harus bisa dibuktikan valid setelah dihasilkan.

Di sinilah Verifiable Random Function menjadi solusi.

 

Apa Itu Verifiable Random Function (VRF)?

Verifiable Random Function (VRF) adalah mekanisme kriptografi yang menghasilkan angka acak beserta bukti matematis bahwa hasil tersebut memang diperoleh melalui proses yang sah, seperti informasi yang kami kutip dari chain.link.

Berbeda dengan RNG biasa yang hanya menghasilkan angka acak, VRF juga menghasilkan proof atau bukti kriptografi yang dapat diverifikasi oleh siapa pun tanpa harus mengetahui private key yang digunakan.

Sederhananya, VRF menjawab dua pertanyaan sekaligus.

  • Apakah hasilnya benar-benar acak?
  • Apakah hasil tersebut dapat dipercaya?

Jawabannya adalah ya.Karena itulah VRF banyak digunakan pada blockchain  yang membutuhkan transparansi tinggi.

 

Bagaimana Cara Kerjanya?

Walaupun dibangun menggunakan konsep kriptografi, cara kerja VRF dapat dipahami melalui empat langkah sederhana.

  • Pertama, sistem menggunakan private key, public key, dan sebuah seed sebagai input
  • Kedua, algoritma VRF memproses seluruh input tersebut untuk menghasilkan angka acak.
  • Ketiga, sistem membuat bukti kriptografi yang berkaitan dengan angka acak tersebut.
  • Terakhir, node lain menggunakan public key untuk memverifikasi apakah hasil yang dihasilkan memang valid.

Yang menarik, proses verifikasi dapat dilakukan tanpa membuka private key. Dengan begitu, keamanan tetap terjaga sementara transparansi tetap bisa dipastikan.

 

VRF vs Random Number Generator (RNG)

Sekilas, VRF dan RNG memiliki tujuan yang sama, yaitu menghasilkan angka acak. Namun, keduanya dirancang untuk kebutuhan yang berbeda.

RNG lebih cocok digunakan pada aplikasi biasa yang tidak membutuhkan proses verifikasi publik.

Sebaliknya, VRF dirancang untuk sistem terdesentralisasi yang menuntut transparansi tinggi.

Perbedaan paling mendasar adalah VRF menghasilkan bukti kriptografi yang memungkinkan siapa pun memverifikasi hasilnya. RNG tidak memiliki kemampuan tersebut.

Inilah alasan mengapa blockchain modern lebih memilih menggunakan VRF daripada RNG biasa.

 

Di Mana VRF Digunakan?

Di Mana VRF Digunakan?

Sumber Gambar: chain.link/vrf

 

Saat ini VRF telah digunakan pada berbagai blockchain maupun aplikasi Web3.

Salah satu implementasi yang paling dikenal adalah Chainlink VRF, yaitu layanan oracle yang menyediakan angka acak yang dapat diverifikasi bagi smart contract.

Sebelum membahas lebih jauh, memahami cara kerja smart contract akan membantu kamu melihat mengapa VRF menjadi komponen penting dalam berbagai aplikasi blockchain.

Selain itu, beberapa blockchain juga memanfaatkan VRF dalam mekanisme konsensusnya.

  • Algorand menggunakan VRF untuk memilih validator secara acak.
  • Cardano menggunakan VRF pada protokol Ouroboros untuk menentukan slot leader.
  • Berbagai proyek NFT memanfaatkan VRF agar distribusi NFT langka berlangsung secara adil.
  • GameFi menggunakan VRF untuk menentukan hadiah maupun item langka secara transparan.
  • Blockchain lottery memanfaatkan VRF agar seluruh peserta dapat memverifikasi hasil undian.

Penggunaan VRF terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap aplikasi Web3 yang mengutamakan transparansi.

 

Mengapa VRF Penting bagi Pengguna?

Banyak orang menganggap VRF hanya penting bagi developer. Padahal, manfaatnya juga langsung dirasakan oleh pengguna.

Misalnya ketika mengikuti mint NFT, memainkan GameFi, atau berpartisipasi dalam lottery berbasis blockchain. Pengguna tentu ingin memastikan bahwa hasil yang diperoleh benar-benar ditentukan secara acak, bukan diatur oleh pihak tertentu.

VRF membantu membangun kepercayaan tersebut. Semakin banyak aplikasi blockchain yang menggunakan VRF, semakin kecil peluang terjadinya manipulasi dalam proses yang bergantung pada keacakan.

 

Apakah Semua Blockchain Menggunakan VRF?

Tidak. Bitcoin tidak menggunakan VRF karena mekanisme konsensusnya berbasis Proof of Work.

Ethereum juga tidak menjadikan VRF sebagai bagian utama dari konsensusnya. Namun, berbagai aplikasi yang berjalan di atas Ethereum dapat menggunakan layanan seperti Chainlink VRF ketika membutuhkan angka acak yang dapat diverifikasi.

Dengan kata lain, VRF bukan standar wajib bagi seluruh blockchain, tetapi menjadi pilihan ketika sebuah jaringan atau aplikasi membutuhkan proses acak yang transparan.

 

Kesimpulan

Verifiable Random Function (VRF) bukan sekadar teknologi untuk menghasilkan angka acak. Lebih dari itu, VRF memungkinkan blockchain membuktikan bahwa hasil yang dihasilkan benar-benar adil, tidak dapat diprediksi, dan tidak dimanipulasi.

Kemampuan inilah yang membuat VRF menjadi komponen penting dalam berbagai aplikasi Web3, mulai dari pemilihan validator, NFT, GameFi, hingga smart contract.

Seiring berkembangnya blockchain ke berbagai sektor, kebutuhan terhadap sistem yang transparan dan minim manipulasi juga akan terus meningkat.

Memahami VRF membantu kamu melihat bahwa di balik setiap proses “acak” dalam blockchain, terdapat mekanisme kriptografi yang dirancang untuk menjaga kepercayaan seluruh pengguna.

 

Itulah informasi menarik tentang Verifiable Random Function (VRF) yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Kontak Resmi CS Indodax

  • Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
  • Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
  • Email bantuan: [email protected]

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

Follow Sosmed Telenya Indodax sekarang!

 

FAQ

Apa itu Verifiable Random Function (VRF)?

VRF adalah mekanisme kriptografi yang menghasilkan angka acak beserta bukti matematis sehingga hasilnya dapat diverifikasi oleh siapa pun.

Mengapa blockchain tidak bisa menggunakan random number biasa?

Karena blockchain bersifat deterministik. Seluruh node harus menghasilkan output yang sama agar jaringan dapat mencapai konsensus.

Apa perbedaan VRF dan RNG?

VRF menghasilkan angka acak beserta bukti kriptografi, sedangkan RNG hanya menghasilkan angka acak tanpa mekanisme verifikasi.

Blockchain apa saja yang menggunakan VRF?

Beberapa contohnya adalah Algorand, Cardano, serta berbagai aplikasi Web3 yang menggunakan Chainlink VRF.

Apakah VRF hanya digunakan untuk NFT?

Tidak. VRF juga digunakan untuk memilih validator, blockchain lottery, GameFi, smart contract, hingga berbagai aplikasi Web3 yang membutuhkan proses acak yang transparan.

 

Author: AL 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Blockchain,NFT

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
STIK/IDR
Staika
280
83.01%
DVI/IDR
Dvision Ne
3
50%
CHT/IDR
CyberHarbo
3
50%
DEFI/IDR
DeFi
4
33.33%
LSK/IDR
Lisk
1.920
26.15%
Nama Harga 24H Chg
UB/IDR
Unibase
1.530
-30.49%
MYRO/IDR
Myro
82
-29.91%
W3S/IDR
Web3Shot
4.549
-28.98%
GWEI/IDR
ETHGas
2.202
-21.58%
H/IDR
Humanity P
1.626
-18.82%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Ijazah Blockchain: Cara Baru Menjamin Keaslian Dokumen Akademik Tanpa Legalisir
01/07/2026
Ijazah Blockchain: Cara Baru Menjamin Keaslian Dokumen Akademik Tanpa Legalisir

Beberapa tahun lalu, proses membuktikan keaslian ijazah masih identik dengan

01/07/2026
6 Perbedaan USDT Vs BUSD: Stablecoin Mana yang Masih Relevan?
01/07/2026
6 Perbedaan USDT Vs BUSD: Stablecoin Mana yang Masih Relevan?

Saat harga aset kripto bergerak naik turun dalam hitungan menit,

01/07/2026
Abracadabra.money: Mengapa Aset Kripto Bisa Dipakai Meminjam Stablecoin MIM?

Tidak sedikit investor kripto yang menghadapi dilema ketika membutuhkan dana.