Saat harga aset kripto bergerak naik turun dalam hitungan menit, banyak trader memilih memarkir dana mereka di stablecoin
Tujuannya sederhana: menjaga nilai aset tetap stabil tanpa harus keluar ke mata uang fiat. Dari sekian banyak stablecoin yang pernah populer, BUSD dan USDT (USDT to IDR) menjadi dua nama yang paling sering dibandingkan.
Sekilas keduanya tampak sama. Nilainya sama-sama dipatok 1:1 terhadap dolar Amerika Serikat (USD), sama-sama digunakan untuk trading, dan sama-sama tersedia di berbagai blockchain.
Namun, perjalanan keduanya ternyata sangat berbeda. Bahkan, salah satunya kini tidak lagi diterbitkan.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan BUSD vs USDT? Mengapa USDT masih mendominasi pasar sementara BUSD mulai ditinggalkan? Berikut penjelasan lengkapnya.
Ini Perbedaan BUSD vs USDT
Walaupun sama-sama stablecoin, terdapat sejumlah perbedaan penting yang memengaruhi penggunaannya.
1. Penerbit
Perbedaan paling mendasar berasal dari perusahaan yang menerbitkan token tersebut.
BUSD diterbitkan oleh Paxos melalui kerja sama dengan Binance. Sementara itu USDT tersedia di banyak jaringan blockchain, mulai dari Ethereum, Tron, Solana, BNB Chain, Avalanche, Polygon, Arbitrum, hingga jaringan lainny
Perbedaan penerbit ini membuat kebijakan, laporan cadangan aset, hingga strategi bisnis keduanya juga berbeda.
2. Status Regulasi
Dari sisi regulasi, BUSD pernah dikenal sebagai stablecoin yang memiliki pengawasan ketat karena diterbitkan oleh perusahaan berlisensi di New York.
Namun, sejak penghentian penerbitan pada 2023, perkembangan BUSD praktis berhenti. Pengguna masih dapat melakukan penukaran sesuai mekanisme yang tersedia, tetapi tidak ada lagi token baru yang diterbitkan.
USDT memiliki pendekatan yang berbeda. Tether tidak berada dalam skema regulasi yang sama dengan Paxos, tetapi perusahaan secara rutin merilis laporan mengenai cadangan aset yang mendukung USDT.
Perbedaan ini sering menjadi bahan diskusi di kalangan investor ketika membandingkan tingkat transparansi masing-masing stablecoin.
3. Kapitalisasi Pasar
Di sinilah perbedaannya semakin jelas.
USDT masih menjadi stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar dengan nilai ratusan miliar dolar dan volume transaksi harian yang sangat tinggi.
Sebaliknya, kapitalisasi pasar BUSD terus menyusut sejak penghentian penerbitan. Seiring waktu, semakin sedikit platform yang menggunakan BUSD sebagai pasangan perdagangan utama.
Bagi trader aktif, besarnya kapitalisasi pasar biasanya berbanding lurus dengan kemudahan membeli maupun menjual aset dalam jumlah besar.
4. Likuiditas
Likuiditas merupakan faktor penting ketika melakukan trading.
USDT unggul karena memiliki likuiditas tinggi dan tersedia hampir di seluruh crypto exchange besar contohnya INDODAX.
Order book yang dalam membuat proses jual beli berlangsung lebih cepat dengan selisih harga (spread) yang relatif kecil.
BUSD dulunya juga memiliki likuiditas tinggi. Namun, setelah proses penghentian penerbitan dimulai, banyak pasangan perdagangan beralih menggunakan stablecoin lain seperti USDT maupun FDUSD.
5. Dukungan Blockchain
USDT menawarkan fleksibilitas lebih besar karena tersedia di banyak jaringan blockchain.
Pengguna dapat memilih jaringan berdasarkan kebutuhan, misalnya:
- Tron (TRC20) untuk biaya transfer yang murah.
- Ethereum (ERC20) untuk kompatibilitas dengan aplikasi DeFi.
- Solana untuk transaksi berkecepatan tinggi.
- BNB Chain, Polygon, Avalanche, Optimism, Arbitrum, dan berbagai jaringan lainnya.
Sementara itu, BUSD terutama digunakan pada Ethereum dan BNB Chain sehingga pilihan jaringannya lebih terbatas.
6. Ketersediaan di Bursa Kripto
Saat ini hampir semua exchange global masih menjadikan USDT sebagai pasangan perdagangan utama.
Sebaliknya, dukungan terhadap BUSD terus berkurang. Banyak platform menghentikan perdagangan BUSD atau mengonversinya ke stablecoin lain mengikuti perubahan kebijakan Binance.
Artinya, dari sisi akses maupun kemudahan penggunaan, USDT jauh lebih praktis.
Apakah BUSD Masih Bisa Digunakan?
Pertanyaan ini cukup sering muncul.
Jawabannya adalah masih bisa dalam kondisi tertentu, tetapi penggunaannya semakin terbatas.
Karena tidak ada lagi penerbitan token baru, jumlah BUSD yang beredar akan terus berkurang seiring proses penebusan. Banyak layanan DeFi maupun exchange juga mulai menghentikan dukungan terhadap BUSD.
Jika masih memiliki BUSD, sebaiknya periksa terlebih dahulu apakah platform yang digunakan masih mendukung perdagangan atau penukaran token tersebut.
Kapan Sebaiknya Menggunakan USDT?
USDT cocok digunakan ketika kamu membutuhkan stablecoin dengan likuiditas tinggi dan dukungan yang luas.
Contohnya:
- Trading harian di exchange.
- Memindahkan dana antar-platform.
- Menyimpan keuntungan sementara sebelum membeli aset lain.
- Mengakses berbagai aplikasi DeFi yang mendukung USDT.
Karena hampir semua platform telah mengintegrasikan USDT, proses transfer dan perdagangan biasanya menjadi lebih mudah.
Apakah USDT Bebas Risiko?
Meski disebut stablecoin, bukan berarti USDT sepenuhnya bebas risiko.
Beberapa risiko yang tetap perlu diperhatikan antara lain:
- Risiko regulasi terhadap penerbit stablecoin.
- Risiko smart contract pada blockchain yang digunakan.
- Risiko biaya transaksi apabila memilih jaringan yang kurang tepat.
- Risiko kehilangan akses wallet atau private key.
Stablecoin memang dirancang agar nilainya stabil, tetapi pengguna tetap perlu memahami bagaimana aset tersebut bekerja sebelum menggunakannya.
Mana yang Lebih Baik, BUSD atau USDT?
Jika membandingkan kondisi saat ini, USDT memiliki keunggulan yang jauh lebih besar.
USDT menawarkan likuiditas tinggi, tersedia di hampir seluruh bursa kripto, mendukung banyak blockchain, dan masih terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar.
Sementara itu, BUSD sebenarnya pernah menjadi salah satu stablecoin dengan tingkat kepercayaan tinggi berkat dukungan regulasi dari Paxos. Namun, penghentian penerbitannya membuat perannya semakin mengecil dalam ekosistem aset digital.
Bagi pengguna baru maupun trader aktif, USDT saat ini menjadi pilihan yang lebih praktis karena mudah ditemukan di berbagai platform dan memiliki volume perdagangan yang jauh lebih besar.
Kesimpulan
Perbandingan BUSD vs USDT tidak lagi hanya soal siapa yang memiliki nilai paling stabil, melainkan juga mengenai keberlanjutan ekosistemnya.
BUSD pernah menjadi stablecoin yang kuat berkat kombinasi Binance dan Paxos, tetapi penghentian penerbitan membuat penggunaannya terus menurun.
Sebaliknya, USDT tetap mempertahankan posisinya sebagai stablecoin paling dominan dengan likuiditas tinggi, dukungan lintas blockchain, dan penerimaan yang luas di industri kripto.
Jika tujuanmu adalah trading, transfer aset, atau menyimpan dana sementara di pasar kripto, USDT saat ini menjadi pilihan yang lebih fleksibel.
Meski demikian, memahami latar belakang setiap stablecoin tetap penting agar keputusan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan tingkat risiko masing-masing.
Itulah informasi menarik tentang Perbandingan BUSD vs USDT yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.
Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.
Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
- Apa perbedaan utama BUSD dan USDT?
BUSD diterbitkan oleh Paxos bekerja sama dengan Binance, sedangkan USDT diterbitkan oleh Tether Limited. Perbedaannya juga mencakup regulasi, likuiditas, dan kondisi pengembangannya saat ini.
- Apakah BUSD masih aktif?
BUSD masih dapat digunakan dalam kondisi tertentu, tetapi token baru sudah tidak diterbitkan sejak tahun 2023 sehingga jumlahnya terus berkurang.
- Mengapa USDT lebih populer?
Karena tersedia di hampir semua bursa kripto, memiliki kapitalisasi pasar terbesar, volume transaksi tinggi, dan mendukung banyak jaringan blockchain.
- Apakah BUSD dan USDT selalu bernilai US$1?
Keduanya dirancang agar nilainya tetap mendekati US$1, meskipun pada kondisi pasar tertentu dapat terjadi sedikit perbedaan harga.
- Mana yang lebih cocok untuk trading?
Dalam kondisi pasar saat ini, USDT umumnya lebih cocok karena memiliki likuiditas tinggi dan didukung oleh lebih banyak exchange serta aplikasi kripto.
Author: RZ





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
