Volume transaksi crypto card terus meningkat hingga mencapai sekitar $1,5 miliar per bulan atau sekitar $18 miliar secara tahunan.
Meski pertumbuhannya sangat cepat, laporan terbaru menyebut crypto card masih belum dapat disebut sebagai infrastruktur pembayaran utama.
Laporan Tiger Research menilai industri crypto card saat ini masih berada pada tahap awal perkembangan dan menghadapi sejumlah tantangan sebelum dapat digunakan secara luas seperti kartu debit atau kartu kredit konvensional.
1. Posisinya Masih Mirip Kartu Debit Era 1990-an

Sumber: Tiger Research
Laporan membandingkan crypto card saat ini dengan kartu debit pada era 1990-an.
Saat itu, kartu debit sudah memanfaatkan jaringan pembayaran yang ada, tetapi belum menjadi rekening utama tempat masyarakat menerima gaji maupun membayar tagihan rutin.
Kondisi serupa masih terjadi pada crypto card karena sebagian besar pengguna masih mengisi saldo menggunakan stablecoin, bukan menjadikannya sebagai akun keuangan utama.
Baca juga: 5 Faktor Ini Bikin Dogecoin (DOGE) Tersungkur di Tengah Persaingan Meme Coin
2. Volume Transaksi Naik Pesat, Adopsinya Belum Merata

Sumber: Tiger Research
Berdasarkan data Artemis, volume pembayaran crypto card meningkat dari sekitar $100 juta pada awal 2023 menjadi sekitar $1,5 miliar per bulan pada akhir 2025.
Namun, pertumbuhan tersebut masih terkonsentrasi pada beberapa layanan dan negara berkembang.
RedotPay bahkan menyumbang lebih dari separuh total transaksi, sementara pengguna terbanyak berasal dari Bangladesh, India, Mesir, dan Nigeria.
3. Skalanya Masih Jauh dari Jaringan Pembayaran Global

Sumber: Tiger Research
Meski volume transaksi crypto card terus bertambah, ukurannya masih sangat kecil dibandingkan jaringan pembayaran global.
Laporan memperkirakan volume transaksi crypto card mencapai sekitar $18 miliar per tahun. Sebagai perbandingan, Visa dan Mastercard masing-masing memproses transaksi sekitar $24–25 triliun per tahun.
Perbedaan skala tersebut menunjukkan bahwa crypto card masih berada pada tahap awal adopsi dan belum dapat disejajarkan dengan infrastruktur pembayaran yang telah digunakan secara luas.
4. Tantangan Terbesar: Menjadi Bagian dari Keuangan Sehari-hari

Sumber: Tiger Research
Laporan menilai pertumbuhan volume transaksi saja belum cukup untuk menjadikan crypto card sebagai alat pembayaran utama.
Salah satu indikatornya adalah velocity stablecoin, yaitu ukuran seberapa sering stablecoin digunakan untuk bertransaksi.
Berdasarkan data Visa, velocity stablecoin untuk pembayaran ritel hanya sekitar 0,08, jauh di bawah uang fiat (M1) yang mencapai 1,65. Hal ini menunjukkan stablecoin masih lebih sering disimpan atau digunakan sesekali daripada dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, masa depan crypto card dinilai tidak lagi ditentukan oleh siapa yang menerbitkan kartu terbanyak.
Kesimpulan
Pertumbuhan volume crypto card menunjukkan minat terhadap pembayaran berbasis aset digital terus meningkat.
Namun, laporan menilai industri ini masih berada dalam tahap awal karena penggunaan sehari-hari, skala transaksi, dan hubungan keuangan dengan pengguna belum sekuat sistem pembayaran tradisional.
Agar dapat berkembang menjadi infrastruktur keuangan yang lebih matang, crypto card perlu melampaui fungsi sebagai alat pembayaran tambahan dan menjadi bagian dari aktivitas finansial utama masyarakat.

Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
FAQ
1. Apa itu crypto card?
Crypto card adalah kartu pembayaran yang memungkinkan pengguna membelanjakan aset kripto atau stablecoin melalui jaringan pembayaran yang sudah ada.
2. Mengapa volume crypto card meningkat?
Peningkatan didorong oleh semakin luasnya penggunaan stablecoin serta bertambahnya kebutuhan pembayaran digital, terutama di negara berkembang.
3. Mengapa crypto card belum menjadi alat pembayaran utama?
Karena sebagian besar pengguna masih menjadikannya sebagai alat pembayaran tambahan, bukan rekening utama untuk menerima gaji maupun membayar tagihan rutin.
4. Apa itu velocity stablecoin?
Velocity adalah ukuran seberapa sering stablecoin digunakan untuk transaksi. Nilai yang rendah menunjukkan aset tersebut lebih sering disimpan daripada dipakai untuk pembayaran.
5. Apa tantangan terbesar crypto card ke depan?
Menurut laporan, tantangan utamanya adalah membangun hubungan keuangan sehari-hari dengan pengguna sehingga crypto card dapat berfungsi sebagai infrastruktur pembayaran, bukan sekadar kartu pelengkap.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga media sosial INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita stablecoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
