Tokenisasi real-world assets (RWA) terus berkembang pesat meski regulasinya di banyak negara masih belum matang.
Pada paruh pertama 2026, nilai pasar RWA diperkirakan telah mencapai $25–36 miliar, didorong meningkatnya minat institusi terhadap aset digital berbasis blockchain.
Laporan Tiger Research menyebut banyak institusi justru memilih membangun bisnis tokenisasi di luar negeri lebih dulu. Tujuannya bukan hanya menerbitkan aset digital, tetapi juga membangun pengalaman operasional sebelum regulasi di negara asal benar-benar siap.
1. Menentukan Negara Tempat Beroperasi

Sumber: Tiger Research
Langkah pertama adalah memilih yurisdiksi yang akan digunakan, seperti Hong Kong, Singapura, atau Amerika Serikat.
Institusi dapat memanfaatkan anak perusahaan yang sudah dimiliki, mendirikan entitas baru, atau bekerja sama dengan perusahaan lokal.
Pilihan tersebut akan memengaruhi proses perizinan, biaya operasional, hingga kecepatan masuk ke pasar.
Menurut Tiger Research, memilih yurisdiksi bukan sekadar menentukan lokasi bisnis. Setiap negara memiliki tingkat kepastian hukum, persyaratan regulasi, dan infrastruktur tokenisasi yang berbeda sehingga keputusan ini akan memengaruhi seluruh proses penerbitan aset digital.
Baca juga: Volume Crypto Card Naik Pesat, Kenapa Belum Jadi Alat Pembayaran Utama?
2. Menyiapkan Perizinan dan Struktur Produk

Sumber: Tiger Research
Setelah menentukan lokasi, institusi harus memastikan seluruh persyaratan regulasi telah dipenuhi.
Hal ini mencakup kepemilikan lisensi, struktur hukum aset yang akan ditokenisasi, hingga penentuan target investor.
Jika produk ditawarkan kepada investor luar Amerika Serikat, penerbit umumnya memanfaatkan pengecualian Regulation S agar proses distribusi menjadi lebih sederhana.
Selain itu, institusi juga perlu menentukan jenis aset yang akan ditokenisasi. Obligasi umumnya lebih mudah diterbitkan karena kerangka hukumnya sudah jelas, sedangkan aset seperti properti atau piutang memerlukan struktur hukum yang lebih kompleks.
3. Menentukan Infrastruktur Blockchain
Tokenisasi bukan hanya soal menerbitkan token di blockchain.
Institusi juga harus menentukan blockchain yang digunakan, sistem kustodian, mata uang penyelesaian transaksi, mekanisme pembayaran kupon, hingga proses operasional setelah aset diterbitkan.
Seluruh aspek tersebut perlu disiapkan sejak awal agar produk dapat berjalan sesuai regulasi.
Laporan menegaskan bahwa seluruh proses tersebut pada dasarnya merupakan versi digital dari operasional instrumen keuangan tradisional.
Karena itu, keberhasilan tokenisasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi blockchain, tetapi juga kesiapan infrastruktur pendukungnya.
4. Memilih Jalur Ekspansi yang Paling Efisien
Laporan menjelaskan terdapat dua pendekatan utama untuk memasuki pasar RWA.
Pendekatan pertama adalah membangun bisnis di negara yang regulasinya sudah matang.
Pendekatan kedua memanfaatkan platform on-chain native, yaitu infrastruktur blockchain yang sejak awal dirancang untuk tokenisasi aset sehingga institusi tidak perlu membangun seluruh sistem dari nol.
5. Jangan Menunggu Regulasi Selesai
Tiger Research menilai menunggu regulasi domestik bukan lagi satu-satunya strategi.
Institusi yang lebih dulu membangun pengalaman operasional di luar negeri dinilai memiliki peluang lebih besar ketika pasar tokenisasi semakin berkembang.
Menurut laporan tersebut, keunggulan kompetitif tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menerbitkan token, tetapi juga oleh pengalaman menjalankan bisnis tokenisasi secara nyata.
Kesimpulan
Pertumbuhan pasar RWA menunjukkan tokenisasi aset semakin mendapat perhatian dari institusi keuangan global.
Namun, keberhasilan proyek tokenisasi tidak hanya bergantung pada teknologi blockchain, melainkan juga pada kesiapan regulasi, struktur hukum, infrastruktur, dan pengalaman operasional.
Tiger Research menilai membangun pengalaman di pasar yang regulasinya telah matang dapat menjadi langkah strategis dibanding hanya menunggu kepastian hukum di negara asal.
Seiring berkembangnya pasar RWA global, institusi yang lebih siap secara operasional berpotensi memiliki keunggulan kompetitif di masa depan.
Artikel ini hasil kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
FAQ
1. Apa itu tokenisasi RWA?
Tokenisasi RWA (Real-World Assets) adalah proses mengubah kepemilikan aset dunia nyata, seperti obligasi, properti, atau instrumen keuangan lainnya menjadi token digital yang tercatat di blockchain.
2. Mengapa banyak institusi memilih tokenisasi RWA di luar negeri?
Karena beberapa negara telah memiliki regulasi dan infrastruktur yang lebih matang sehingga institusi dapat membangun pengalaman operasional tanpa harus menunggu regulasi di negara asal selesai.
3. Apa yang dimaksud dengan Regulation S?
Regulation S adalah ketentuan di Amerika Serikat yang memberikan pengecualian bagi penawaran sekuritas kepada investor di luar wilayah AS sehingga proses penerbitan dapat dilakukan dengan persyaratan tertentu.
4. Apa itu platform on-chain native?
Platform on-chain native adalah infrastruktur blockchain yang dirancang sejak awal untuk mendukung penerbitan, distribusi, dan pengelolaan aset yang ditokenisasi secara langsung di blockchain.
5. Mengapa regulasi penting dalam tokenisasi RWA?
Regulasi memberikan kepastian hukum mengenai kepemilikan aset, perlindungan investor, mekanisme perdagangan, dan penyelesaian transaksi sehingga tokenisasi dapat berjalan secara aman dan berkelanjutan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga media sosial INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita RWA, #Berita Blockchain





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
