XRP dinilai berpeluang menjadi aset kripto terbesar di dunia jika adopsi institusi terus meningkat.
Namun, menurut peneliti blockchain sekaligus pendiri Alpha Lions Academy, Edo Farina, hal itu tidak akan didorong oleh investor ritel, melainkan oleh bank yang mulai menyimpan XRP sebagai bagian dari strategi keuangan mereka.
Mengutip dari Coinpedia, Farina menyebut perubahan cara institusi memanfaatkan XRP berpotensi mengubah valuasi aset tersebut secara fundamental, bahkan membuka peluang untuk melampaui dominasi Bitcoin (BTC) di masa depan.
XRP Dinilai Sudah Menunjukkan Kinerja Berbeda dari Bitcoin
Farina mengawali analisanya dengan membandingkan performa XRP dan Bitcoin dalam satu siklus pasar terakhir.
Saat Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$50.000, XRP masih berada di bawah US$0,40. Beberapa bulan kemudian, Bitcoin berhasil menembus US$100.000 atau naik sekitar dua kali lipat dari titik terendah siklusnya.
Dalam periode yang sama, XRP melonjak hingga melampaui US$3 dan menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik di antara 100 kripto berkapitalisasi terbesar.
Menurut Farina, kondisi tersebut menunjukkan bahwa XRP mampu mencatatkan kenaikan signifikan tanpa harus sepenuhnya mengikuti laju Bitcoin.
“Ini merupakan bukti awal bahwa XRP tidak perlu menunggu Bitcoin mencapai rekor harga baru yang jauh lebih tinggi untuk bisa mencatatkan kinerja yang jauh lebih unggul,” ujar Farina.
Meski begitu, ia menilai reli tersebut baru menjadi gambaran awal.
Katalis utama yang sesungguhnya, menurutnya, adalah ketika institusi mulai memegang XRP sebagai bagian dari cadangan likuiditas atau aset penyelesaian transaksi.
Baca juga berita terbaru: Trump Putus Harapan Damai dengan Iran: Bitcoin, Ethereum, XRP Kompak Lesu
Adopsi Bank Dinilai Bisa Mengubah Valuasi XRP
Farina menilai kekuatan utama XRP tidak hanya berasal dari pergerakan harganya, tetapi juga dari utilitas yang dimiliki ekosistemnya.
Ia menyoroti sejumlah faktor yang dinilai memperkuat posisi XRP, mulai dari hubungan Ripple dengan regulator di berbagai yurisdiksi, keberadaan decentralized exchange (DEX) bawaan di XRP Ledger sejak 2012, mekanisme escrow, biaya transaksi yang rendah, hingga peluncuran stablecoin RLUSD.
Di sisi lain, meningkatnya minat sektor keuangan terhadap tokenisasi aset, tokenized deposits, dan stablecoin juga dinilai menjadi sinyal positif bagi masa depan XRP.
Menurut Farina, pembahasan mengenai tokenisasi pasar keuangan oleh International Monetary Fund (IMF) dan Bank for International Settlements (BIS) menunjukkan bahwa industri terus bergerak menuju sistem keuangan berbasis aset digital.
“Tidak ada satu pengumuman pun yang bisa membuktikan XRP akan menjadi pemenang. Yang membuat saya optimistis adalah arah perkembangan industrinya,” kata Farina.
Ia menambahkan bahwa perubahan valuasi XRP akan semakin besar apabila bank mulai menyimpan aset tersebut sebagai treasury liquidity atau settlement collateral, sehingga permintaan tidak lagi bergantung pada aktivitas perdagangan ritel.
XRP Baru Dianggap Mandiri Jika Lepas dari Siklus Bitcoin
Farina juga menekankan bahwa mengungguli Bitcoin dalam beberapa bulan belum bisa disebut sebagai decoupling.
Menurutnya, sinyal yang benar-benar penting adalah ketika harga XRP lebih dipengaruhi oleh tingkat adopsi institusi daripada siklus pergerakan Bitcoin.
“Bukan sekadar mengungguli Bitcoin selama beberapa bulan. Sinyal yang sesungguhnya adalah ketika pergerakan XRP lebih dipengaruhi oleh adopsi institusi daripada siklus Bitcoin,” jelasnya.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan tujuan awal XRP, yakni membantu mengurangi kebutuhan bank menyimpan dana dalam rekening nostro dan vostro untuk pembayaran lintas negara. Jika institusi mulai memanfaatkan XRP secara luas untuk kebutuhan tersebut, Farina meyakini aset ini dapat berkembang menjadi aset institusional yang berdiri sendiri.
“Jika institusi mulai memanfaatkan XRP dalam skala besar untuk kebutuhan tersebut, saya menilai XRP telah benar-benar terlepas dari siklus Bitcoin dan berkembang menjadi aset institusional yang independen,” tegas Farina.
Bahkan, ia menilai kondisi tersebut dapat membawa XRP ke level yang lebih tinggi.
Saat itulah saya menilai XRP telah berkembang menjadi aset makro yang berdiri sendiri, bukan sekadar altcoin, dan pada akhirnya berpeluang menjadi aset terbesar di industri kripto,” lanjutnya.
Baca berita berikutnya: Bertahun-tahun Menolak, Charles Hoskinson Akui Model XRP Sulit Ditandingi
Kesimpulan
Edo Farina menilai masa depan XRP tidak lagi ditentukan oleh minat investor ritel, melainkan oleh keputusan institusi keuangan untuk menggunakannya dalam sistem pembayaran dan manajemen likuiditas.
Jika skenario tersebut benar-benar terjadi, XRP dinilai berpeluang berkembang menjadi aset institusional yang memiliki valuasi tersendiri dan tidak lagi bergantung pada siklus Bitcoin.
Meski demikian, pandangan ini masih berupa analisis dan belum mencerminkan adopsi resmi oleh bank dalam skala luas.
FAQ
- Apakah bank saat ini sudah menggunakan XRP sebagai aset cadangan?
Belum. Hingga kini belum ada bukti bahwa bank-bank besar telah menyimpan XRP sebagai treasury asset atau settlement collateral dalam skala luas. - Apa yang dimaksud treasury liquidity pada XRP?
Treasury liquidity adalah aset likuid yang disimpan institusi untuk mendukung kebutuhan operasional dan penyelesaian transaksi. Menurut analis, XRP berpotensi digunakan untuk fungsi tersebut apabila adopsi institusi meningkat. - Mengapa XRP sering dikaitkan dengan pembayaran lintas negara?
XRP dirancang untuk mempercepat transaksi lintas negara dengan biaya relatif rendah serta mengurangi kebutuhan dana mengendap dalam rekening nostro dan vostro. - Apa arti decoupling antara XRP dan Bitcoin?
Decoupling adalah kondisi ketika pergerakan harga XRP tidak lagi mengikuti siklus Bitcoin, melainkan lebih dipengaruhi oleh faktor fundamental seperti penggunaan oleh institusi. - Apakah XRP benar-benar bisa menjadi aset kripto terbesar?
Kemungkinan tersebut masih berupa pendapat analis. Hingga saat ini belum ada kepastian bahwa XRP akan melampaui Bitcoin karena hal tersebut bergantung pada tingkat adopsi institusi dan perkembangan industri aset digital di masa mendatang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Blockchain






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


