Jumlah dana yang tersimpan dalam stablecoin kembali jadi sorotan usai turun tajam di sepanjang Juni 2026.
Dilansir dari Walter Bloomberg, total kapitalisasi pasar stablecoin pada bulan lalu menyusut sekitar $7,7 miliar atau 2,4%, sehingga tersisa sekitar $312 miliar.
Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak runtuhnya TerraUSD pada 2022. Meski penyebabnya berbeda, kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa uang yang beredar di pasar kripto mulai berkurang, sehingga dapat memengaruhi pergerakan berbagai aset digital.
Dana di Pasar Kripto Mulai Berkurang

Sumber: x.com/@DeItaone
Stablecoin merupakan aset kripto yang nilainya mengikuti mata uang seperti dolar AS. Banyak investor menggunakannya sebagai tempat menyimpan dana sementara sebelum membeli Bitcoin maupun altcoin.
Ketika jumlah stablecoin yang beredar menurun, hal itu biasanya menjadi tanda bahwa modal mulai keluar dari pasar kripto, bukan sekadar berpindah dari satu aset ke aset lainnya.
Artinya, semakin sedikit stablecoin yang tersedia, semakin sedikit pula dana yang siap digunakan investor untuk membeli aset kripto saat harga turun.
Baca juga: Investor Kakap Kembali Borong Token Emas Ini, Nilainya Tembus Rp358 Miliar
Mengapa Kondisi Ini Penting untuk Aset Kripto Lain?
Dilansir dari Cryptonews, kontraksi kali ini bukan disebabkan oleh kegagalan proyek seperti TerraUSD, melainkan karena minat beli investor sedang melemah.
Akibatnya, jumlah dana baru yang masuk ke ekosistem kripto ikut berkurang. Jika kondisi ini berlanjut, pasar akan lebih sulit memperoleh dorongan untuk pulih karena daya beli investor tidak sebesar sebelumnya.
Data tersebut juga menunjukkan penurunan pasokan stablecoin terjadi bersamaan dengan melemahnya harga Bitcoin sekitar 20% selama Juni.
Arus Dana Baru Masih Terbatas

Screenshot 2026 07 09 at 13.45.22
Di sisi lain, ETF Bitcoin spot memang mencatat arus dana masuk (net inflow) selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 2 – 7 Juli 2026.
Namun, laporan menilai angka tersebut masih terlalu kecil dibanding arus dana keluar yang mencapai ratusan juta dolar pada pekan-pekan sebelumnya.
Dengan kata lain, minat investor institusional dinilai belum cukup kuat untuk mengimbangi berkurangnya likuiditas di pasar kripto.
Kesimpulan
Turunnya pasokan stablecoin sebesar $7,7 miliar menjadi sinyal bahwa uang yang beredar di pasar kripto sedang menyusut. Bagi investor, kondisi ini penting diperhatikan karena likuiditas yang lebih rendah biasanya membuat pergerakan harga aset kripto menjadi lebih sensitif terhadap tekanan jual.
Selama dana baru belum kembali mengalir ke pasar, volatilitas masih berpotensi tinggi dan proses pemulihan berbagai aset kripto diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama.
FAQ
1. Apa itu stablecoin?
Stablecoin adalah aset kripto yang nilainya dipatok pada aset tertentu, seperti dolar AS, sehingga harganya cenderung lebih stabil dibandingkan mata uang kripto lainnya.
2. Mengapa penurunan pasokan stablecoin penting bagi pasar kripto?
Karena stablecoin sering digunakan sebagai dana untuk membeli aset kripto. Ketika pasokannya berkurang, likuiditas pasar juga dapat ikut menurun.
3. Apa yang dimaksud dengan kontraksi stablecoin?
Kontraksi stablecoin adalah kondisi ketika total nilai atau jumlah stablecoin yang beredar di pasar mengalami penurunan dalam periode tertentu.
4. Apakah kontraksi stablecoin selalu membuat harga aset kripto turun?
Tidak selalu. Namun, berkurangnya likuiditas dapat meningkatkan risiko tekanan jual karena dana yang tersedia untuk membeli aset menjadi lebih sedikit.
5. Mengapa kontraksi stablecoin kali ini dibandingkan dengan TerraUSD?
Perbandingan tersebut digunakan karena penurunan pasokan stablecoin pada Juni 2026 merupakan yang terbesar sejak runtuhnya TerraUSD pada 2022. Meski demikian, penyebab kedua peristiwa tersebut berbeda.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Cryptonews – US-Iran Strikes and $7.7B Stablecoin Exit Put Bitcoin at $62,870, diakses pada 9 Juli 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Pergerakan Harga Crypto, #Berita stablecoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
