Harga aset berisiko hingga aset lindung nilai kompak melemah dalam 24 jam terakhir.
Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), emas, dan perak sama-sama terkoreksi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat, serta gelombang likuidasi di pasar kripto.
Kondisi tersebut memicu aksi jual di berbagai kelas aset. Dalam sehari terakhir, Bitcoin turun sekitar 2%, sementara Ethereum melemah sekitar 3%.
Di pasar logam mulia, emas terkoreksi sekitar 1,7% dan perak merosot sekitar 3%, sehingga nilai kapitalisasi gabungan emas dan perak menyusut lebih dari US$600 miliar.
Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasar
Melansir dari CaptainAltcoin, salah satu sentimen yang membebani pasar berasal dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Iran disebut mengancam akan menutup Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.
Jika jalur tersebut benar-benar terganggu, distribusi minyak global berpotensi ikut terdampak.
Kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi kemudian memicu spekulasi bahwa inflasi dapat kembali meningkat, sehingga Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Ekspektasi suku bunga tinggi umumnya memberikan tekanan terhadap berbagai aset investasi, termasuk saham, logam mulia, dan aset kripto. Di sisi lain, dolar AS cenderung menguat saat investor mencari aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian.
Baca juga berita terkait: Bitcoin, Ethereum, dan XRP Kompak Turun Saat Trump Bikin Pengumuman Besar Ini
Likuidasi Besar Percepat Penurunan Bitcoin
Tekanan di pasar kripto tidak hanya berasal dari sentimen makro. Data yang dikutip dalam laporan menunjukkan Bitcoin mengalami likuidasi Bitcoin sekitar US$42,64 juta dalam 24 jam, dengan likuidasi posisi long melonjak 83,23%.
Likuidasi terjadi ketika trader menggunakan leverage dan harga bergerak berlawanan dengan posisi mereka. Saat batas kerugian tercapai, bursa akan menutup posisi secara otomatis sehingga memicu penjualan tambahan ke pasar.
Efek berantai ini sering disebut sebagai liquidation cascade, yakni kondisi ketika penurunan harga memicu lebih banyak likuidasi yang kemudian mempercepat pelemahan harga aset. Tekanan tersebut juga menyeret Ethereum dan sejumlah altcoin lainnya ke zona merah.
Dana Keluar dari ETF Emas Masih Berlanjut
Selain faktor geopolitik, pasar logam mulia juga dibebani oleh keluarnya dana dari produk investasi berbasis emas.

Sumber Gambar: X.com/KobeissiLetter
ETF emas terbesar di Amerika Serikat, SPDR Gold Shares (GLD), tercatat mengalami arus keluar dana sekitar US$14,4 miliar sejak awal Maret.
Nilai tersebut bahkan lebih besar dibandingkan total arus keluar dana dari ETF Bitcoin sejak puncak pasar pada Oktober lalu yang mencapai sekitar US$9,6 miliar.
Sepanjang periode tersebut, penarikan dana terbesar terjadi pada Maret dengan nilai sekitar US$8,5 miliar, disusul April sebesar US$1,7 miliar, Mei US$872 juta, dan Juni sekitar US$3,2 miliar.
Meski laju arus keluar mulai melambat pada Juli, tren tersebut menunjukkan sebagian investor institusi masih mengurangi eksposurnya terhadap logam mulia.
Baca berita lainnya: CZ: AI Hebat, Tapi Bitcoin (BTC) Lebih Ampuh Lawan Inflasi
Regulasi Kripto Kembali Menjadi Sorotan
Sentimen negatif lainnya datang dari perkembangan regulasi di Amerika Serikat.

Sumber Gambar: X.com
Pelaku pasar sebelumnya berharap Crypto Clarity Act dapat segera disahkan untuk memberikan kepastian hukum terhadap aset digital.
Namun, laporan menyebutkan bahwa regulasi tersebut diperkirakan belum akan menjadi undang-undang pada tahun ini meski Presiden Donald Trump telah bertemu dengan sejumlah senator guna membahas kemajuan rancangan tersebut.
Penundaan ini dinilai memperpanjang ketidakpastian regulasi sehingga sebagian investor institusi masih memilih menunggu sebelum meningkatkan eksposur ke aset kripto.
Kesimpulan
Koreksi serentak pada Bitcoin, emas, dan perak menunjukkan bahwa berbagai kelas aset dapat bergerak searah ketika pasar dihadapkan pada ketidakpastian global.
Kekhawatiran terhadap konflik geopolitik, potensi inflasi yang lebih tinggi, serta gelombang likuidasi di pasar kripto menjadi faktor yang mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko maupun logam mulia.
Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar cenderung menunggu kepastian mengenai perkembangan geopolitik, arah kebijakan The Fed, dan regulasi aset digital sebelum kembali meningkatkan aktivitas investasinya.
FAQ
- Mengapa Bitcoin, emas, dan perak bisa turun secara bersamaan?
Ketiga aset dapat bergerak searah ketika pasar menghadapi sentimen makro yang sama, seperti meningkatnya ketidakpastian geopolitik, ekspektasi suku bunga tinggi, atau penguatan dolar AS. - Apa itu likuidasi long di pasar kripto?
Likuidasi long adalah penutupan otomatis posisi beli yang menggunakan leverage ketika harga turun hingga melewati batas tertentu. Proses ini dapat mempercepat penurunan harga karena memicu penjualan tambahan. - Apa hubungan konflik Timur Tengah dengan harga Bitcoin?
Konflik geopolitik dapat meningkatkan ketidakpastian ekonomi global dan mendorong investor mengurangi kepemilikan aset berisiko, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya. - Mengapa kebijakan The Fed memengaruhi harga aset kripto?
Suku bunga yang tinggi membuat instrumen berbunga seperti obligasi menjadi lebih menarik. Akibatnya, sebagian investor mengurangi investasi pada aset berisiko seperti saham dan kripto. - Apa itu Crypto Clarity Act?
Crypto Clarity Act merupakan rancangan regulasi di Amerika Serikat yang bertujuan memberikan kerangka hukum yang lebih jelas bagi aset digital. Kepastian regulasi dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi investor institusi. - Apakah penurunan harga Bitcoin selalu diikuti altcoin?
Tidak selalu, tetapi Bitcoin memiliki pengaruh besar terhadap pasar kripto. Saat Bitcoin mengalami koreksi tajam, banyak altcoin cenderung ikut melemah karena sentimen pasar secara keseluruhan ikut memburuk.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #info emas 2026, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Pergerakan Harga Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
