Apa Itu Velvet (VELVET) Token? Fungsi & Cara Kerjanya
icon search
icon search

Top Performers

Mengenal Velvet (VELVET): Token AI DeFAI, Cara Kerja, Utility, & Ekosistemnya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Mengenal Velvet (VELVET): Token AI DeFAI, Cara Kerja, Utility, & Ekosistemnya

Velvet 1

Daftar Isi

Seiring berkembangnya ekosistem blockchain, jumlah aset digital, protokol DeFi, dan aplikasi Web3 terus bertambah.

Namun, banyak pengguna masih kesulitan melakukan riset onchain, mencari peluang investasi, mengelola portofolio, dan mengeksekusi transaksi karena harus menggunakan banyak platform.

Velvet hadir sebagai DeFAI (Decentralized Finance + Artificial Intelligence) Operating System yang menggabungkan AI, riset onchain, intentbased trading, dan manajemen portofolio dalam satu ekosistem.

Berbeda dengan aplikasi DeFi tradisional, Velvet menghadirkan AI CoPilot untuk membantu menganalisis data blockchain, memberikan insight, serta menyiapkan eksekusi transaksi menggunakan perintah berbasis bahasa alami. Seluruh transaksi tetap memerlukan persetujuan pengguna.

 

Apa Itu Velvet (VELVET) Token?

Velvet 2

Velvet adalah proyek DeFAI (Decentralized Finance + Artificial Intelligence) yang menggabungkan AI dan DeFi untuk mempermudah aktivitas di blockchain.

Platform ini dikembangkan sebagai DeFAI Operating System yang mengintegrasikan riset onchain, perdagangan, dan manajemen portofolio dalam satu ekosistem.

Velvet menghadirkan AI CoPilot untuk membantu menganalisis data blockchain, menemukan peluang, dan menjalankan strategi investasi melalui bahasa alami (natural language).

Ekosistemnya didukung oleh token VELVET yang digunakan untuk staking dan tata kelola. Velvet bertujuan untuk menyederhanakan penggunaan DeFi melalui AI dan mendukung layanan di berbagai jaringan blockchain (multichain ecosystem).

 

Mengapa AI Mulai Digunakan dalam Ekosistem DeFi?

Ekosistem DeFi semakin kompleks karena jumlah token, blockchain, dan protokol terus bertambah, sementara data onchain serta peluang investasi berubah dengan cepat.

AI membantu menyederhanakan proses tersebut dengan menganalisis data, menemukan peluang, dan membantu pengelolaan aset di wallet crypto secara lebih efisien.

 

Bagaimana Cara Kerja Velvet?

Secara sederhana, cara kerja Velvet dimulai saat pengguna memberikan perintah menggunakan bahasa alami (natural language), seperti mencari peluang investasi atau menjalankan strategi tertentu.

Selanjutnya, AI CoPilot menganalisis data onchain dan kondisi pasar, lalu menampilkan hasil analisis beserta peluang yang ditemukan.

Kemudian, pengguna memilih strategi yang diinginkan dan Velvet mengeksekusi transaksi melalui jaringan blockchain yang didukung.

Setelah transaksi selesai, pengguna dapat memantau portofolio sehingga perkembangan aset dapat diikuti melalui dasboard Velvet.

 

Teknologi yang Digunakan Velvet

Velvet menggabungkan berbagai teknologi AI dan blockchain untuk menyederhanakan aktivitas di ekosistem DeFi, di antaranya sebagai berikut.

 

1. AI CoPilot

AI CoPilot berperan sebagai asisten investasi yang membantu menganalisis pasar dan memberikan insight melalui bahasa alami.

 

2. OnChain Research

Velvet membantu membaca dan menganalisis data blockchain sehingga informasi mengenai aset, aktivitas pasar, dan peluang investasi lebih mudah dipahami.

 

3. IntentBased Trading

Sistem akan menyiapkan transaksi berdasarkan instruksi, kemudian disetujui pengguna melalui wallet.

 

4. Portfolio Management

Velvet menyediakan satu dashboard untuk memantau dan mengelola aset dari berbagai jaringan blockchain sehingga pengelolaan portofolio menjadi lebih praktis.

 

5. Tokenized Vaults

Vault memungkinkan aset dikelola menggunakan strategi tertentu secara lebih praktis dan transparan.

 

6. MultiAgent AI

Beberapa AI Agent bekerja bersama untuk menganalisis data, memantau pasar, dan membantu menjalankan berbagai tugas secara otomatis sesuai perannya dalam ekosistem.

 

Fungsi Token VELVET dalam Ekosistem

Token VELVET digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas di dalam ekosistem Velvet, dengan beberapa fungsi sebagai berikut.

 

1. Governance

VELVET yang di-staking menjadi veVELVET dapat digunakan untuk berpartisipasi dalam tata kelola protokol.

 

2. Akses Fitur Premium

Pemegang veVELVET berpotensi memperoleh manfaat seperti potongan biaya dan fitur tertentu di dalam ekosistem.

 

3. Insentif Ekosistem

VELVET mendukung program insentif melalui staking, distribusi reward, serta manfaat tambahan bagi peserta yang aktif di dalam ekosistem.

 

4. Potensi Utilitas di Masa Depan

Utilitas token VELVET dapat terus berkembang seiring pengembangan protokol dan penambahan fitur baru.

 

Tokenomics Velvet (VELVET)

Pada dasarnya, memahami tokenomics membantu investor menilai struktur pasokan dan valuasi suatu proyek.

Saat artikel ini ditulis, Velvet sendiri memiliki total supply dan max supply sebanyak 1.000.000.000 VELVET, dengan circulating supply sekitar 91.070.000 token serta market cap sekitar US$18.610.000, berdasarkan data dari coinmarketcap.

Sementara itu, FDV (Fully Diluted Valuation) menunjukkan bahwa estimasi nilai proyek jika seluruh token telah beredar di pasar.

 

Blockchain Apa yang Didukung Velvet?

Velvet mendukung beberapa jaringan blockchain, seperti Ethereum, BNB Chain, Base, Solana, dan Sonic.

Dengan pendekatan multichain, platform ini memungkinkan pengelolaan aset dan aktivitas DeFi di berbagai jaringan melalui satu ekosistem tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi.

 

Bagaimana Velvet Membantu Pengguna Crypto?

Velvet diketahui membantu menyederhanakan berbagai aktivitas di ekosistem DeFi dalam satu platform.

AI pada Velvet membantu menyaring infromasi dan peluang terkait DeFi, menganalisis token, membaca data onchain, memantau aset di wallet, mengelola portofolio, dan mencari peluang yield.

Selain itu, AI juga dapat membantu menjalankan proses trading melalui instruksi menggunakan bahasa alami (natural language).

 

Apa Perbedaan Velvet dengan Platform DeFi Tradisional?

Platform DeFi tradisional umumnya hanya berfokus pada layanan tertentu, seperti trading, staking, atau pengelolaan aset.

Sebaliknya, Velvet dikembangkan sebagai DeFAI Operating System yang menggabungkan AI, riset onchain, trading, manajemen portofolio, dan vault dalam satu ekosistem.

Melalui AI Co-Pilot, Velvet juga memungkinkan berbagai aktivitas dijalankan menggunakan bahasa alami (natural language) sehingga penggunaan layanan DeFi menjadi lebih praktis tanpa perlu berpindah-pindah platform.

 

Kelebihan Velvet

Velvet menawarkan berbagai fitur yang dirancang untuk menyederhanakan aktivitas di ekosistem DeFi, dengan beberapa kelebihan sebagai berikut.

 

1. AI untuk Membantu Mempertimbangkan Keputusan

AI membantu menganalisis data blockchain dan menemukan peluang yang dapat menjadi pertimbangan investor mengambil keputusan investasi.

 

2. Mendukung MultiChain

Velvet mendukung berbagai jaringan blockchain sehingga pengelolaan aset lintas jaringan menjadi lebih praktis.

 

3. Menggabungkan Banyak Fitur dalam Satu Platform

Velvet mengintegrasikan riset onchain, trading, manajemen portofolio, dan vault dalam satu ekosistem.

 

4. Menggunakan Natural Language

Berbagai perintah dapat dijalankan menggunakan bahasa alami tanpa perlu memahami proses teknis yang rumit.

 

5. Mempermudah Riset OnChain

Velvet membantu membaca dan menganalisis data onchain sehingga proses riset menjadi lebih cepat dan efisien.

 

Risiko dan Tantangan Velvet

Seperti proyek blockchain lainnya, Velvet juga menghadapi sejumlah tantangan. Misalnya, persaingan di sektor AI crypto dan DeFAI terus meningkat, sementara tingkat adopsi teknologi DeFAI masih berkembang.

Di sisi lain, kualitas analisis AI bergantung pada kemampuan model dalam mengolah data, serta tetap terdapat risiko yang berkaitan dengan smart contract dan keamanan protokol.

Selain itu, harga token VELVET dapat mengalami volatilitas yang tinggi mengikuti kondisi pasar. Perkembangan regulasi terkait AI dan aset kripto juga dapat memengaruhi arah pengembangan proyek.

Seperti proyek blockchain pada umumnya, tantangan tersebut menjadi bagian dari proses pertumbuhan dan pengembangan ekosistem.

 

Prospek Velvet di Masa Depan

Velvet 3

Prospek Velvet bergantung pada perkembangan teknologi AI Agent, pertumbuhan sektor DeFAI, dan semakin luasnya adopsi layanan berbasis AI di ekosistem Web3.

Selain itu, ekspansi ke lebih banyak jaringan blockchain, integrasi API, serta meningkatnya minat institusi terhadap solusi AI dan DeFi juga dapat mendukung perkembangan ekosistemnya.

Meski demikian, arah pengembangan proyek tetap bergantung pada inovasi teknologi, tingkat adopsi, dan kondisi pasar sehingga tidak dapat disimpulkan hanya dari pergerakan harga token.

 

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, Velvet merupakan proyek DeFAI Operating System yang menggabungkan AI, analisis onchain, intentbased trading, tokenized vault, dan manajemen portofolio dalam satu ekosistem.

Pendekatan ini mencerminkan perkembangan baru di dunia DeFi, di mana AI tidak hanya digunakan untuk mengolah data, tetapi juga membantu menyederhanakan cara pengguna berinteraksi dengan berbagai layanan blockchain.

Nilai utama Velvet tidak hanya terletak pada token VELVET, tetapi juga pada infrastruktur AI yang dirancang untuk menghubungkan riset, analisis, trading, dan pengelolaan aset dalam satu platform.

Seiring ekosistem Web3 terus berkembang, pendekatan seperti ini menunjukkan bagaimana AI dalam meningkatkan efisiensi penggunaan layanan blockchain.

Itulah informasi menarik tentang Velvet (VELVET) sebagai token AI DeFAI, mulai dari cara kerja, utility, hingga ekosistemnya, yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy.

Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru.

Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. 

Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!


Kontak Resmi CS Indodax

  • Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
  • Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
  • Email bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

Follow IG Indodax

FAQ

  1. Apa itu Velvet (VELVET)?
    Velvet (VELVET) adalah proyek DeFAI (Decentralized Finance + Artificial Intelligence) yang menggabungkan teknologi AI dengan layanan DeFi dalam satu platform.
    Velvet dirancang untuk membantu pengguna melakukan riset onchain, mengelola portofolio, hingga menjalankan transaksi melalui AI CoPilot dan berbagai fitur otomatis berbasis blockchain.
  2. Apa fungsi token VELVET?
    Token VELVET digunakan sebagai bagian dari ekosistem Velvet, termasuk untuk mendukung tata kelola (governance), memberikan akses ke fitur tertentu, serta mendukung berbagai utilitas yang dikembangkan dalam platformSeiring perkembangan proyek, fungsi token dapat bertambah sesuai kebutuhan ekosistem.
  3. Apa yang dimaksud dengan DeFAI?
    DeFAI merupakan singkatan dari Decentralized Finance Artificial Intelligence, yaitu konsep yang menggabungkan layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi) dengan kecerdasan buatan (AI).
    Tujuannya adalah membantu pengguna menemukan peluang investasi, menganalisis data blockchain, serta menyederhanakan aktivitas di ekosistem Web3 melalui bantuan AI.
  4. Bagaimana cara kerja Velvet?
    Velvet bekerja dengan mengintegrasikan AI, data onchain, dan berbagai protokol DeFi ke dalam satu platform.
    Pengguna dapat menggunakan AI CoPilot untuk mencari informasi, menganalisis peluang, mengelola portofolio, hingga membantu proses trading menggunakan perintah berbasis bahasa alami (natural language) sehingga aktivitas di dunia crypto menjadi lebih praktis.
  5. Blockchain apa saja yang didukung Velvet?
    Velvet mendukung ekosistem multichain, termasuk Ethereum, BNB Chain, Base, Solana, dan Sonic.
    Dukungan lintas blockchain ini memungkinkan pengguna mengakses berbagai peluang DeFi serta mengelola aset digital dari beberapa jaringan melalui satu platform.
  6. Apa perbedaan Velvet dengan platform DeFi biasa?
    Platform DeFi tradisional umumnya hanya menyediakan layanan tertentu, seperti lending, staking, atau decentralized exchange (DEX).
    Sementara itu, Velvet menggabungkan berbagai layanan tersebut dengan teknologi AI, riset onchain, intentbased trading, serta manajemen portofolio dalam satu ekosistem sehingga pengguna tidak perlu berpindah-pindah aplikasi untuk menjalankan berbagai aktivitas.
  7. Apakah Velvet cocok untuk pemula?
    Velvet dirancang agar dengan antarmuka yang ditujukan untuk digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pengguna baru hingga investor berpengalaman.
    Kehadiran AI CoPilot membantu menyederhanakan proses pencarian informasi, analisis aset, dan pengelolaan portofolio.
    Namun, pengguna tetap disarankan melakukan riset mandiri (DYOR) serta memahami risiko investasi sebelum menggunakan layanan atau membeli aset kripto apa pun.

Author: Boy 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

 

Lebih Banyak dari Altcoin,Blockchain,DeFi

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.38%
sol Solana 4.19%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
NIGHT/IDR
Midnight
1.111
238.72%
CBG/IDR
Chainbing
2
100%
BAL/IDR
Balancer
2.610
50.61%
DEFI/IDR
DeFi
3
50%
CELO/IDR
Celo
1.730
41.34%
Nama Harga 24H Chg
DEXE/IDR
DeXe
113.800
-83.2%
D/IDR
DAR Open N
54
-53.04%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
T/IDR
Threshold
296
-38.97%
ID/IDR
Space ID
1.121
-29.89%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Mengenal Velvet (VELVET): Token AI DeFAI, Cara Kerja, Utility, & Ekosistemnya

Seiring berkembangnya ekosistem blockchain, jumlah aset digital, protokol DeFi, dan

Allora (ALLO) Kini Hadir di INDODAX!
21/07/2026
Allora (ALLO) Kini Hadir di INDODAX!

Tentang Allora (ALLO) Token Data dan Informasi Allora (ALLO) adalah

21/07/2026
Velvet (VELVET) Kini Hadir di INDODAX!
21/07/2026
Velvet (VELVET) Kini Hadir di INDODAX!

Tentang Velvet (VELVET) Token Data dan Informasi   Velvet (VELVET)

21/07/2026