Block Lattice Struktur Blockchain Unik Untuk Transaksi 
icon search
icon search

Top Performers

Block Lattice: Struktur Blockchain Unik yang Membuat Transaksi Kripto Nyaris Instan

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Block Lattice: Struktur Blockchain Unik yang Membuat Transaksi Kripto Nyaris Instan

Block Lattice

Daftar Isi

Ketika mendengar istilah blockchain, kebanyakan orang membayangkan satu jaringan besar yang menyimpan seluruh riwayat transaksi secara berurutan. 

Memahami konsep blockchain terlebih dahulu akan memudahkan melihat mengapa Block Lattice menawarkan pendekatan yang berbeda dalam mencatat transaksi

Cara kerja tersebut memang digunakan oleh Bitcoin, Ethereum, dan banyak aset kripto lainnya. Namun, tidak semua proyek menggunakan pendekatan yang sama.

Nano memperkenalkan arsitektur yang berbeda melalui Block Lattice, sebuah struktur data yang mengubah cara transaksi dicatat. 

Alih-alih semua pengguna berbagi satu blockchain, setiap akun memiliki blockchain miliknya sendiri. Pendekatan ini membuat proses transaksi menjadi jauh lebih cepat, hemat sumber daya, bahkan dapat dilakukan tanpa biaya transaksi.

Konsep ini sering disebut sebagai salah satu inovasi menarik dalam pengembangan teknologi blockchain karena menawarkan solusi terhadap masalah skalabilitas dan biaya yang selama ini menjadi tantangan banyak jaringan kripto.

 

Apa Itu Block Lattice?

Block Lattice adalah struktur data terdesentralisasi yang terdiri dari ribuan blockchain kecil. Setiap alamat dompet memiliki blockchain tersendiri yang dikenal sebagai account-chain.

Jika pada blockchain tradisional seluruh transaksi harus masuk ke satu rantai utama secara berurutan, pada Block Lattice setiap pengguna dapat memperbarui blockchain miliknya sendiri tanpa harus menunggu transaksi pengguna lain selesai.

Artinya, transaksi tidak lagi bergantung pada satu antrean global. Selama transaksi memenuhi aturan jaringan dan telah diverifikasi, perubahan saldo dapat dicatat hampir secara instan.

Teknologi ini pertama kali diperkenalkan oleh Nano (sebelumnya dikenal sebagai RaiBlocks), dengan tujuan menghadirkan sistem pembayaran digital yang cepat, ringan, dan bebas biaya.

 

Mengapa Block Lattice Dikembangkan?

Blockchain tradisional menghadapi beberapa tantangan yang cukup dikenal, antara lain:

  • Waktu konfirmasi yang bisa memakan beberapa menit hingga puluhan menit.
  • Biaya transaksi yang meningkat ketika jaringan sedang padat.
  • Kapasitas transaksi per detik yang terbatas.
  • Persaingan antartransaksi untuk masuk ke blok berikutnya.

Block Lattice hadir dengan pendekatan berbeda. Karena setiap akun memiliki blockchain sendiri, proses pencatatan transaksi tidak perlu menunggu giliran bersama pengguna lain.

Hasilnya adalah sistem yang lebih efisien untuk kebutuhan pembayaran sehari-hari.

 

Cara Kerjanya

Pada jaringan Nano, setiap transaksi sebenarnya terdiri dari dua proses yang saling berkaitan.

Ketika seseorang mengirim aset, blockchain miliknya akan membuat send block. Blok ini mencatat bahwa sejumlah saldo telah dikurangi dari akun pengirim.

Selanjutnya, penerima membuat receive block pada blockchain miliknya sendiri. Blok tersebut menambahkan saldo yang diterima ke dalam akun penerima.

Pendekatan ini berbeda dengan blockchain biasa yang biasanya hanya membutuhkan satu transaksi dalam satu blok.

Sebagai contoh, Andi mengirim 10 Nano kepada Budi.

Blockchain milik Andi langsung membuat blok baru yang menunjukkan pengurangan saldo sebesar 10 Nano. Setelah itu, blockchain milik Budi membuat blok baru yang menambahkan 10 Nano ke saldonya.

Karena kedua blockchain berjalan secara independen, proses ini dapat berlangsung sangat cepat tanpa harus menunggu transaksi pengguna lain.

 

Mengapa Transaksi Bisa Tanpa Biaya?

Pada blockchain seperti Bitcoin atau Ethereum, biaya transaksi dibayarkan kepada penambang atau validator sebagai insentif untuk memproses transaksi.

Nano menggunakan mekanisme yang berbeda. Jaringan tidak bergantung pada proses mining maupun staking. 

Sebagai gantinya, Nano menggunakan sistem Open Representative Voting (ORV), yaitu mekanisme konsensus di mana perwakilan jaringan memberikan suara untuk memvalidasi transaksi.

Karena proses validasi tidak memerlukan kompetisi penambangan yang menghabiskan daya komputasi besar, jaringan tidak perlu membebankan biaya transaksi kepada pengguna.

Inilah alasan mengapa Nano dikenal sebagai salah satu aset kripto dengan transaksi feeless.

 

Perbedaan Block Lattice Vs Blockchain Tradisional

Perbedaan paling mencolok terletak pada cara penyimpanan data transaksi.

Blockchain tradisional menyimpan seluruh transaksi dalam satu rantai utama yang terus bertambah panjang. Semua pengguna berbagi blockchain yang sama.

Sementara itu, Block Lattice membagi pencatatan transaksi ke dalam blockchain milik masing-masing akun.

Perbedaan tersebut menghasilkan karakteristik yang cukup signifikan.

Blockchain Tradisional Block Lattice
Satu blockchain global Setiap akun memiliki blockchain sendiri
Transaksi diproses berurutan Transaksi dapat diproses secara paralel
Umumnya memiliki biaya transaksi Tidak memiliki biaya transaksi
Skalabilitas terbatas Skalabilitas lebih tinggi
Konfirmasi relatif lebih lama Konfirmasi berlangsung sangat cepat

Perbedaan inilah yang membuat Block Lattice sering dijadikan contoh alternatif desain blockchain yang lebih ringan untuk sistem pembayaran.

 

Kelebihan Block Lattice

Block Lattice menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik untuk digunakan sebagai jaringan pembayaran digital.

1.Transaksi sangat cepat

Karena setiap akun memperbarui blockchain sendiri, transaksi dapat diproses dalam hitungan detik tanpa harus menunggu blok global berikutnya.

2.Tidak ada biaya transaksi

Pengguna dapat mengirim aset dalam nominal kecil tanpa khawatir biaya transfer lebih besar daripada nilai transaksi itu sendiri.

3.Skalabilitas lebih baik

Pemrosesan transaksi secara paralel memungkinkan jaringan menangani lebih banyak aktivitas dibandingkan model blockchain tradisional yang bersifat linear.

4.Efisiensi energi

Nano tidak menggunakan mekanisme Proof of Work dalam proses konsensus utamanya seperti Bitcoin, sehingga konsumsi energinya jauh lebih rendah.

5.Cocok untuk pembayaran mikro

Mengirim nilai kecil, seperti tip kepada kreator konten atau pembayaran layanan digital bernilai rendah, menjadi lebih praktis karena tidak ada biaya transaksi.

 

Kekurangan Block Lattice

Meski menawarkan banyak keunggulan, Block Lattice juga memiliki beberapa keterbatasan.

Pertama, adopsinya masih relatif kecil dibandingkan blockchain besar seperti Bitcoin atau Ethereum.

Kedua, ekosistem aplikasi yang dibangun di atas Block Lattice belum sebesar blockchain yang mendukung smart contract.

Ketiga, teknologi ini memang dirancang untuk transfer aset secara efisien, sehingga tidak berfokus pada fungsi kompleks seperti DeFi, NFT, maupun aplikasi Web3 yang umumnya memanfaatkan smart contract untuk menjalankan berbagai fungsi otomatis di dalam jaringan blockchain.

Karena itu, penggunaan Block Lattice lebih tepat untuk sistem pembayaran dibandingkan platform aplikasi terdesentralisasi.

 

Contoh Penggunaan Block Lattice

Kasus penggunaan yang paling dikenal adalah Nano sebagai alat pembayaran digital.

Misalnya, sebuah toko online menerima pembayaran sebesar Rp20.000 dalam bentuk Nano.

Pada jaringan blockchain tradisional, transaksi bernilai kecil seperti ini bisa menjadi kurang efisien apabila biaya transfer mencapai beberapa ribu rupiah.

Dengan Block Lattice, pembayaran tersebut dapat dilakukan tanpa biaya tambahan dan dikonfirmasi dalam waktu singkat.

Keunggulan ini juga menarik bagi layanan remitansi lintas negara, pembayaran merchant, hingga donasi digital yang membutuhkan transaksi cepat dengan nominal kecil.

 

Apakah Block Lattice Bisa Menggantikan Blockchain?

Tidak selalu. Setiap arsitektur memiliki tujuan yang berbeda.

Blockchain tradisional sangat kuat untuk membangun ekosistem aplikasi yang kompleks, termasuk smart contract, token, NFT, hingga layanan DeFi.

Sementara itu, Block Lattice lebih fokus pada efisiensi transaksi dan pengalaman pembayaran yang cepat.

Karena memiliki prioritas yang berbeda, keduanya justru saling melengkapi daripada saling menggantikan.

Pemilihan teknologi bergantung pada kebutuhan proyek yang dikembangkan.

 

Kesimpulan

Block Lattice merupakan inovasi dalam teknologi kripto yang mengubah cara transaksi dicatat di jaringan. Dengan memberikan setiap akun blockchain sendiri, sistem ini mampu memproses transaksi secara paralel sehingga konfirmasi berlangsung cepat tanpa biaya transaksi.

Pendekatan tersebut menjadikan Block Lattice sangat cocok untuk pembayaran digital sehari-hari, terutama transaksi bernilai kecil yang membutuhkan kecepatan dan efisiensi. 

Walaupun belum memiliki ekosistem sebesar blockchain yang mendukung smart contract, teknologi ini menunjukkan bahwa desain blockchain tidak harus selalu mengikuti pola satu rantai global. Kehadirannya memperluas pilihan arsitektur yang dapat digunakan sesuai kebutuhan masing-masing proyek.

 

Itulah informasi menarik tentang Block Lattice yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Kontak Resmi CS Indodax

  • Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
  • Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
  • Email bantuan: [email protected]

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

 

FAQ

  1. Apa yang dimaksud dengan Block Lattice?

Block Lattice adalah struktur data terdesentralisasi yang memberikan setiap akun blockchain sendiri sehingga transaksi dapat diproses secara independen dan lebih cepat.

  1. Aset kripto apa yang menggunakan Block Lattice?

Contoh paling terkenal adalah Nano (XNO), yang menggunakan arsitektur Block Lattice sebagai fondasi jaringannya.

  1. Mengapa transaksi Block Lattice tidak dikenakan biaya?

Karena jaringan menggunakan mekanisme Open Representative Voting (ORV) dan tidak bergantung pada proses mining yang memerlukan insentif berupa biaya transaksi.

  1. Apa perbedaan utama Block Lattice dengan blockchain biasa?

Blockchain tradisional memiliki satu rantai transaksi utama, sedangkan Block Lattice memberikan setiap akun blockchain tersendiri sehingga transaksi dapat diproses secara paralel.

  1. Apakah Block Lattice mendukung smart contract?

Secara umum tidak. Teknologi ini lebih difokuskan untuk menghadirkan sistem pembayaran digital yang cepat, ringan, dan tanpa biaya transaksi.

 

Author: RZ 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Lebih Banyak dari Blockchain,Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.30%
sol Solana 4.19%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
NIGHT/IDR
Midnight
2.081
274.95%
BAL/IDR
Balancer
2.841
61.51%
NBT/IDR
NanoByte T
19
35.05%
MPRO/IDR
Max Proper
4
33.33%
H2O/IDR
H2O DAO
4
33.33%
Nama Harga 24H Chg
T/IDR
Threshold
67
-85.65%
DEXE/IDR
DeXe
83.496
-79.13%
VBG/IDR
Vibing
2
-33.33%
LOOKS/IDR
LooksRare
3
-25%
ID/IDR
Space ID
1.149
-21.3%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Asset Financing: Cara Perusahaan Mendapatkan Aset Tanpa Menguras Kas
22/07/2026
Asset Financing: Cara Perusahaan Mendapatkan Aset Tanpa Menguras Kas

Tidak semua perusahaan memiliki dana besar untuk langsung membeli mesin

22/07/2026
Block Lattice: Struktur Blockchain Unik yang Membuat Transaksi Kripto Nyaris Instan

Ketika mendengar istilah blockchain, kebanyakan orang membayangkan satu jaringan besar

Bug Exploit: Cara Kerja & Cara Mencegahnya di Era Digital

Tidak semua serangan siber dimulai dari teknik yang rumit. Dalam