Setiap kali tombol Buy atau Sell ditekan di exchange crypto, transaksi tidak terjadi secara acak.
Di balik proses itu, ada sistem bernama Matching Engine yang bertugas menerima order, membandingkannya dengan order lain di Order Book, lalu mengeksekusi transaksi secara otomatis.
Tanpa matching engine, exchange berbasis order book tidak dapat mempertemukan order beli dan jual dengan otomatis..
Melalui artikel ini kita akan membahas cara kerja matching engine, hubungannya dengan order book, serta perannya sebagai komponen penting dalam perdagangan aset kripto.
Apa Itu Matching Engine?
Matching Engine adalah perangkat lunak inti (core software) pada exchange yang bertugas mencocokkan order beli dan order jual berdasarkan aturan tertentu.
Sistem ini digunakan agar proses trading dapat berlangsung secara cepat, akurat, dan otomatis dengan mempertemukan pembeli dan penjual pada harga yang sesuai.
Untuk memahami perannya lebih jauh, simak cara kerja matching engine dalam memproses setiap transaksi di bagian selanjutnya dari artikel ini.
Mengapa Matching Engine Menjadi Komponen Penting di Exchange Crypto?
Exchange crypto membutuhkan matching engine agar proses jual beli dapat berlangsung secara otomatis tanpa pencocokan secara manual.
Sistem ini mampu memproses banyak order dalam hitungan milidetik sehingga perdagangan menjadi lebih efisien dan eksekusi transaksi berlangsung lebih cepat.
Selain meningkatkan kecepatan, matching engine juga membantu menjaga transparansi dan keadilan karena setiap order diproses berdasarkan aturan yang sama.
Untuk memahami proses tersebut, simak mekanisme kerja matching engine di dalam sebuah exchange di bagian selanjutnya pada artikel ini.
Bagaimana Cara Kerja Matching Engine?
Matching engine bekerja dengan memproses setiap order secara otomatis hingga transaksi berhasil dilakukan. Secara umum, prosesnya berlangsung sebagai berikut.
1. Trader Mengirim Order
Proses dimulai ketika trader mengirim buy order (order beli) atau sell order (order jual) ke exchange.
2. Order Masuk ke Order Book
Setiap order yang belum langsung menemukan pasangan transaksi akan dicatat ke Central Limit Order Book (CLOB), yaitu daftar seluruh order beli dan jual yang masih menunggu untuk diproses berdasarkan harga.
3. Matching Engine Membandingkan Harga
Matching engine terus memindai order book untuk mencari harga yang sesuai. Transaksi dapat diproses ketika harga beli sama dengan atau lebih tinggi dari harga jual.
4. Transaksi Dieksekusi
Setelah ditemukan pasangan order yang cocok, transaksi dieksekusi secara otomatis. Jika jumlah order belum terpenuhi seluruhnya, sisa order akan tetap berada di order book hingga ada order yang sesuai.
Sebagai ilustrasi, trader A mengirim buy order yang kemudian masuk ke order book. Selanjutnya, matching engine mencari sell order dari trader B dengan harga yang sesuai.
Setelah ditemukan pasangan order yang cocok, transaksi akan dieksekusi secara otomatis.
Proses tersebut berjalan berdasarkan algoritma tertentu yang menentukan urutan pencocokan setiap order.
Bagaimana Matching Engine Menentukan Order yang Dieksekusi Lebih Dahulu?
Setelah menemukan order yang dapat dipasangkan, matching engine menggunakan aturan tertentu untuk menentukan order mana yang dieksekusi lebih dahulu, dengan penjelasan sebagai berikut.
1. Price Priority
Matching engine akan memprioritaskan order dengan harga terbaik. Pada sisi beli, harga yang lebih tinggi didahulukan, sedangkan pada sisi jual, harga yang lebih rendah mendapat prioritas.
2. Time Priority (FIFO)
Jika terdapat beberapa order dengan harga yang sama, sistem akan memproses order yang masuk lebih dahulu. Prinsip ini dikenal sebagai First In, First Out (FIFO).
3. Algoritma Lain yang Digunakan Exchange
Selain Price Priority dan FIFO, beberapa exchange juga menggunakan algoritma lain, seperti Pro–Rata yang membagi eksekusi berdasarkan ukuran order, serta Hybrid Matching yang menggabungkan beberapa metode prioritas.
Setiap exchange dapat menerapkan algoritma yang berbeda sesuai dengan desain sistem dan kebijakan perdagangannya.
Hubungan Matching Engine dengan Order Book
Order Book atau Central Limit Order Book (CLOB) menyimpan antrean order beli dan jual, sedangkan matching engine membaca data tersebut untuk mencocokkan dan mengeksekusi transaksi.
Matching engine tidak menggantikan fungsi order book, tetapi bekerja bersama sehingga keduanya saling melengkapi.
Jenis Order yang Diproses Matching Engine
Matching engine memproses berbagai jenis order sesuai dengan instruksi yang diberikan trader. Berikut ini beberapa jenis order yang paling umum.
1. Market Order
Market order adalah perintah untuk membeli atau menjual aset pada harga terbaik yang tersedia saat itu. Matching engine akan langsung mencari order yang sesuai dan mengeksekusi transaksi.
2. Limit Order
Limit order adalah perintah untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu. Matching engine akan menyimpan order tersebut di order book hingga ada order lain yang memenuhi harga yang ditentukan.
3. Stop Order
Stop order adalah order yang baru akan aktif ketika harga mencapai level tertentu. Setelah aktif, matching engine akan memprosesnya sesuai jenis order yang digunakan, seperti market order atau limit order.
Mengapa Ada Order yang tidak Langsung Tereksekusi?
Tidak semua order dapat langsung diproses oleh matching engine. Hal ini terjadi jika belum ditemukan order yang sesuai, dengan penjelasan sebagai berikut.
1. Harga Belum Bertemu
Order akan tetap berada di order book jika harga beli dan harga jual belum sesuai.
2. Likuiditas Masih Rendah
Jumlah order di pasar yang sedikit membuat proses pencocokan membutuhkan waktu lebih lama.
3. Volume Order Terlalu Besar
Order dengan jumlah yang besar mungkin tidak langsung terpenuhi karena belum tersedia volume yang cukup di harga yang diinginkan.
4. Tidak Ada Lawan Transaksi
Order juga belum dapat dieksekusi jika belum ada pihak lain yang bersedia membeli atau menjual pada harga yang sesuai.
Sebagai contoh, jika terdapat order beli Bitcoin di harga Rp1.000.000.000, sementara order jual termurah masih Rp1.010.000.000, transaksi belum akan terjadi hingga salah satu pihak mengubah harga atau muncul order baru yang cocok.
Faktor yang Mempengaruhi Performa Matching Engine
Kinerja matching engine dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menentukan seberapa cepat dan stabil transaksi dapat diproses, yaitu sebagai berikut.
1. Latency
Latency adalah waktu yang dibutuhkan sistem untuk memproses order. Semakin rendah latency, semakin cepat transaksi dieksekusi.
2. Throughput
Throughput menunjukkan jumlah order yang dapat diproses sistem dalam waktu tertentu, misalnya per detik. Semakin tinggi throughput, semakin banyak transaksi yang dapat ditangani.
3. Skalabilitas
Skalabilitas adalah kemampuan sistem tetap bekerja dengan baik meskipun jumlah pengguna dan order terus meningkat.
4. Stabilitas Sistem
Sistem yang stabil membantu memastikan matching engine tetap berjalan dengan akurat dan konsisten, termasuk saat aktivitas trading sedang tinggi.
Kelebihan dan Keterbatasan Matching Engine
Setiap matching engine memiliki kelebihan dan keterbatasan yang mempengaruhi proses perdagangan di sebuah exchange, yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.
| Kelebihan | Keterbatasan |
| Memproses transaksi dengan cepat. | Bergantung pada ketersediaan likuiditas di pasar. |
| Mencocokkan order secara otomatis tanpa proses manual. | Memerlukan infrastruktur sistem yang kuat dan andal. |
| Membantu menjaga transparansi melalui aturan pencocokan yang jelas. | Performa dapat menurun saat trafik atau jumlah order sangat tinggi. |
| Meningkatkan efisiensi proses trading. | Hasil pencocokan bergantung pada algoritma yang diterapkan oleh masing-masing exchange. |
| Menjalankan eksekusi transaksi secara akurat sesuai aturan yang berlaku. |
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula saat Memahami Matching Engine
Masih banyak kesalahpahaman mengenai cara kerja matching engine. Berikut ini beberapa yang paling umum.
1. Mengira Matching Engine Menentukan Harga Crypto
Matching engine tidak menentukan harga aset kripto. Harga terbentuk dari pertemuan permintaan dan penawaran di pasar.
2. Menganggap Matching Engine Sama dengan Blockchain
Matching engine dan blockchain memiliki fungsi yang berbeda. Matching engine mencocokkan order di exchange, sedangkan blockchain mencatat dan memverifikasi transaksi pada jaringan.
3. Mengira Semua Order Langsung Dieksekusi
Tidak semua order langsung diproses. Order baru akan dieksekusi jika terdapat pasangan order dengan harga yang sesuai.
4. Mengabaikan Peran Likuiditas
Likuiditas mempengaruhi kecepatan eksekusi order. Semakin tinggi likuiditas, semakin mudah matching engine menemukan lawan transaksi.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, matching engine menjadi teknologi yang memungkinkan perdagangan aset kripto di exchange berlangsung secara otomatis dengan mencocokkan order beli dan jual berdasarkan aturan tertentu.
Bersama Order Book atau Central Limit Order Book (CLOB), sistem ini memastikan proses pencocokan order dapat dilakukan secara cepat, transparan, dan efisien.
Memahami cara kerja matching engine juga membantu menjelaskan mengapa ada order yang langsung tereksekusi, harus menunggu, atau belum menemukan lawan transaksi.
Dengan memahami mekanisme tersebut, proses trading dapat dipahami secara lebih utuh, bukan hanya dari perubahan harga yang terlihat di layar.
Itulah informasi menarik tentang matching engine serta cara kerjanya dalam mencocokkan order beli dan jual crypto, yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy.
Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.
Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru.
Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.
Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan.
Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
- Apa itu Matching Engine?
Matching Engine adalah perangkat lunak inti pada exchange yang bertugas mencocokkan order beli dan order jual berdasarkan aturan tertentu agar transaksi dapat berlangsung secara otomatis. - Bagaimana cara kerja Matching Engine?
Setiap order yang dikirim akan masuk ke Order Book atau Central Limit Order Book (CLOB). Selanjutnya, matching engine mencari pasangan order dengan harga yang sesuai dan mengeksekusi transaksi secara otomatis ketika syarat pencocokan terpenuhi. - Apakah Matching Engine menentukan harga crypto?
Tidak. Harga terbentuk dari interaksi antara permintaan dan penawaran, sedangkan matching engine hanya mencocokkan order sesuai aturan yang berlaku. - Apa hubungan Matching Engine dengan Order Book?
Order book menyimpan daftar order, sedangkan matching engine membaca dan mencocokkan order tersebut untuk menghasilkan transaksi. - Mengapa order saya tidak langsung tereksekusi?
Karena harga yang ditawarkan belum bertemu dengan lawan transaksi, likuiditas terbatas, atau volume order belum dapat dipenuhi. - Apa perbedaan Matching Engine dan AMM?
Matching engine menggunakan order book untuk mencocokkan order beli dan jual, sedangkan AMM menggunakan liquidity pool serta algoritma penentuan harga tanpa order book tradisional. - Apakah semua exchange crypto menggunakan Matching Engine?
Sebagian besar centralized exchange (CEX) menggunakan matching engine untuk memproses order.
Sementara itu, banyak decentralized exchange (DEX) mengandalkan mekanisme Automated Market Maker (AMM), meskipun beberapa DEX modern juga mulai mengadopsi model berbasis order book. - Mengapa latency penting dalam Matching Engine?
Semakin rendah latency, semakin cepat sistem memproses dan mencocokkan order, sehingga membantu meningkatkan efisiensi trading serta mengurangi risiko keterlambatan eksekusi.
Author: Boy





Polkadot 2.25%
BNB 0.30%
Solana 4.19%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar

