Bitcoin, Saham, dan Emas Kompak Turun! Ini 5 Faktor Penyebabnya
icon search
icon search

Top Performers

Bitcoin, Saham, dan Emas Kompak Turun! Ini 5 Faktor Penyebabnya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Bitcoin, Saham, dan Emas Kompak Turun! Ini 5 Faktor Penyebabnya

Bitcoin, Saham, dan Emas Kompak Turun! Ini 5 Faktor Penyebabnya

Daftar Isi

Pasar keuangan global bergerak serempak ke zona merah menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pada Rabu (29/7) waktu Amerika Serikat atau Kamis dini hari WIB. 

Tekanan jual tidak hanya terjadi pada Bitcoin (BTC), tetapi juga meluas ke pasar saham, logam mulia, hingga mata uang.

Analis pasar sekaligus pendiri komunitas kripto Ash Crypto menyebut lebih dari US$1,4 triliun nilai pasar telah menguap dari saham, logam, dan aset kripto dalam gelombang aksi jual terbaru.

“Lebih dari US$1,4 triliun nilai pasar lenyap dari saham, logam mulia, dan aset kripto,” tulis Ash Crypto.

Menurutnya, terdapat lima faktor utama yang membuat investor memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko menjelang sejumlah agenda penting pekan ini.

 

1. Investor Mengurangi Risiko Jelang Keputusan The Fed

Faktor terbesar berasal dari sikap investor yang memilih mengurangi kepemilikan aset berisiko menjelang hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

Meskipun pasar secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya, pelaku pasar masih menunggu petunjuk dari Ketua The Fed Jerome Powell mengenai arah kebijakan moneter pada sisa tahun ini.

 

Baca juga berita terbaru: The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Jelang FOMC Besok, Bitcoin Bersiap?

 

2. Pembahasan CLARITY Act Kembali Tertunda

Sentimen di pasar kripto turut melemah setelah pembahasan CLARITY Act di Senat Amerika Serikat kembali tertunda karena legislator memprioritaskan pembahasan rancangan undang-undang lainnya.

RUU tersebut sebelumnya dipandang sebagai langkah penting dalam memberikan kepastian regulasi bagi industri aset digital di Amerika Serikat. Penundaan ini membuat sebagian investor memilih menunggu perkembangan regulasi.

 

3. Persaingan Industri Chip China Memicu Kekhawatiran

Pasar juga dihadapkan pada meningkatnya kekhawatiran mengenai kemajuan teknologi semikonduktor China, khususnya dalam pengembangan teknologi litografi Deep Ultraviolet (DUV).

Kemajuan tersebut dinilai dapat meningkatkan persaingan di industri chip global, sehingga memengaruhi prospek sejumlah perusahaan teknologi yang selama ini menjadi pendorong utama reli pasar saham.

Sentimen negatif di sektor teknologi kemudian menyebar ke aset berisiko lainnya, termasuk kripto.

 

4. Investor Mulai Mempertanyakan Belanja AI

Reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) juga mulai menghadapi tekanan setelah investor mempertanyakan besarnya belanja modal perusahaan teknologi.

Selama beberapa kuartal terakhir, perusahaan teknologi global menggelontorkan investasi bernilai miliaran dolar untuk membangun pusat data dan infrastruktur AI.

Namun, sebagian pelaku pasar mulai meragukan apakah pengeluaran tersebut akan mampu menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang sebanding dalam waktu dekat.

Perubahan sentimen terhadap sektor AI turut memicu aksi ambil untung di pasar saham.

 

Baca berita lainnya: Voting CLARITY Act Dijadwalkan 3 Agustus 2026, XRP Masuk Radar Investor

 

5. USD/JPY Mendekati Level 164, Kekhawatiran Intervensi BOJ Meningkat

Di pasar valuta asing, pasangan mata uang USD/JPY kembali mendekati level 164.

Posisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) berpotensi melakukan intervensi untuk memperkuat nilai yen apabila pelemahannya berlanjut.

Potensi intervensi tersebut meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global dan membuat investor semakin berhati-hati dalam mengambil posisi pada aset berisiko.

 

Bitcoin, Saham, dan Emas Terkoreksi Bersamaan

 

BTC KOSPI NIKKEI GOLD

Sumber Gambar: X.com/AshCrypto

 

Tekanan jual kali ini tidak hanya terjadi di pasar kripto. Berdasarkan pergerakan perdagangan global, indeks saham seperti Nikkei 225 di Jepang dan KOSPI di Korea Selatan juga mengalami pelemahan. 

Harga emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai pun ikut terkoreksi. Pergerakan serempak tersebut menunjukkan bahwa sentimen yang mendominasi pasar saat ini lebih dipengaruhi faktor makroekonomi dibandingkan kondisi fundamental masing-masing aset.

Pelaku pasar kini menantikan hasil rapat FOMC beserta pernyataan Jerome Powell yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan pasar beberapa hari ke depan.

 

Kesimpulan

Koreksi yang terjadi pada Bitcoin, saham, dan emas mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang sejumlah agenda penting, terutama keputusan suku bunga The Fed. 

Selain faktor kebijakan moneter, sentimen regulasi kripto di Amerika Serikat, persaingan industri semikonduktor, belanja AI, serta potensi intervensi Bank of Japan turut memperbesar tekanan di pasar global.

Selama ketidakpastian tersebut belum mereda, volatilitas diperkirakan masih akan membayangi berbagai kelas aset. Karena itu, pelaku pasar akan mencermati setiap perkembangan ekonomi dan kebijakan yang berpotensi mengubah arah sentimen dalam waktu dekat.

 

FAQ

  • Mengapa Bitcoin, saham, dan emas turun bersamaan?
    Karena investor mengurangi risiko menjelang keputusan suku bunga The Fed serta merespons sejumlah sentimen makroekonomi yang memengaruhi pasar global.
  • Apa itu CLARITY Act?
    CLARITY Act merupakan rancangan undang-undang di Amerika Serikat yang bertujuan memberikan kepastian regulasi bagi industri aset digital dan kripto.
  • Mengapa keputusan The Fed memengaruhi harga Bitcoin?
    Kebijakan suku bunga The Fed memengaruhi likuiditas dan selera risiko investor. Ketika pasar menunggu keputusan atau sinyal baru dari The Fed, volatilitas Bitcoin biasanya meningkat.
  • Mengapa isu AI ikut memengaruhi pasar?
    Investor mulai mempertanyakan apakah belanja besar perusahaan teknologi untuk pengembangan AI akan menghasilkan keuntungan yang sesuai. Keraguan tersebut memicu aksi jual di sektor teknologi dan memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.
  • Apa yang perlu diperhatikan investor setelah ini?
    Fokus utama pasar adalah hasil rapat FOMC, konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell, perkembangan pembahasan CLARITY Act, serta pergerakan nilai tukar USD/JPY yang dapat memengaruhi sentimen investor secara global.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi CS Indodax

  • Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
  • Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
  • Email bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER: Seluruh informasi yang disampaikan oleh Indodax terkait kinerja aset kripto, baik di masa lalu maupun saat ini, merupakan informasi yang bersifat historis. Informasi tersebut tidak menjamin kinerja di masa depan dan terdapat kemungkinan perbedaan hasil yang dapat diperoleh. Sebelum melakukan transaksi jual atau beli aset kripto, pengguna disarankan untuk melakukan riset secara mandiri (DYOR) guna memahami seluruh risiko dan informasi yang relevan.
 

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Terkini Saham Hari Ini, #Info Emas 2026

Lebih Banyak dari Berita,Bitcoin

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.30%
sol Solana 4.19%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
COTI/IDR
Coti
222
65.67%
DEFI/IDR
DeFi
3
50%
LOOKS/IDR
LooksRare
3
50%
CLV/IDR
CLV
38
46.15%
DEXE/IDR
DeXe
58.307
20.47%
Nama Harga 24H Chg
ID/IDR
Space ID
521
-65.34%
MOVE/IDR
Movement
180
-55%
CHT/IDR
CyberHarbo
1
-50%
VBG/IDR
Vibing
2
-33.33%
AIOZ/IDR
AIOZ Netwo
892
-31.6%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Bitcoin, Saham, dan Emas Kompak Turun! Ini 5 Faktor Penyebabnya
28/07/2026
Bitcoin, Saham, dan Emas Kompak Turun! Ini 5 Faktor Penyebabnya

Pasar keuangan global bergerak serempak ke zona merah menjelang keputusan

28/07/2026
Harga Bitcoin Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed, Akankah Koreksi Berlanjut?
28/07/2026
Harga Bitcoin Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed, Akankah Koreksi Berlanjut?

Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah dan sempat turun di bawah

28/07/2026
BitMine Borong 9.946 ETH, Target Kuasai 5% Suplai Ethereum Makin Dekat
28/07/2026
BitMine Borong 9.946 ETH, Target Kuasai 5% Suplai Ethereum Makin Dekat

Perusahaan treasury Ethereum, BitMine Immersion Technologies, kembali menambah kepemilikan Ethereum

28/07/2026