Pasar keuangan global bergerak serempak ke zona merah menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pada Rabu (29/7) waktu Amerika Serikat atau Kamis dini hari WIB.
Tekanan jual tidak hanya terjadi pada Bitcoin (BTC), tetapi juga meluas ke pasar saham, logam mulia, hingga mata uang.
Analis pasar sekaligus pendiri komunitas kripto Ash Crypto menyebut lebih dari US$1,4 triliun nilai pasar telah menguap dari saham, logam, dan aset kripto dalam gelombang aksi jual terbaru.
“Lebih dari US$1,4 triliun nilai pasar lenyap dari saham, logam mulia, dan aset kripto,” tulis Ash Crypto.
Menurutnya, terdapat lima faktor utama yang membuat investor memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko menjelang sejumlah agenda penting pekan ini.
1. Investor Mengurangi Risiko Jelang Keputusan The Fed
Faktor terbesar berasal dari sikap investor yang memilih mengurangi kepemilikan aset berisiko menjelang hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC).
Meskipun pasar secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya, pelaku pasar masih menunggu petunjuk dari Ketua The Fed Jerome Powell mengenai arah kebijakan moneter pada sisa tahun ini.
Baca juga berita terbaru: The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Jelang FOMC Besok, Bitcoin Bersiap?
2. Pembahasan CLARITY Act Kembali Tertunda
Sentimen di pasar kripto turut melemah setelah pembahasan CLARITY Act di Senat Amerika Serikat kembali tertunda karena legislator memprioritaskan pembahasan rancangan undang-undang lainnya.
RUU tersebut sebelumnya dipandang sebagai langkah penting dalam memberikan kepastian regulasi bagi industri aset digital di Amerika Serikat. Penundaan ini membuat sebagian investor memilih menunggu perkembangan regulasi.
3. Persaingan Industri Chip China Memicu Kekhawatiran
Pasar juga dihadapkan pada meningkatnya kekhawatiran mengenai kemajuan teknologi semikonduktor China, khususnya dalam pengembangan teknologi litografi Deep Ultraviolet (DUV).
Kemajuan tersebut dinilai dapat meningkatkan persaingan di industri chip global, sehingga memengaruhi prospek sejumlah perusahaan teknologi yang selama ini menjadi pendorong utama reli pasar saham.
Sentimen negatif di sektor teknologi kemudian menyebar ke aset berisiko lainnya, termasuk kripto.
4. Investor Mulai Mempertanyakan Belanja AI
Reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) juga mulai menghadapi tekanan setelah investor mempertanyakan besarnya belanja modal perusahaan teknologi.
Selama beberapa kuartal terakhir, perusahaan teknologi global menggelontorkan investasi bernilai miliaran dolar untuk membangun pusat data dan infrastruktur AI.
Namun, sebagian pelaku pasar mulai meragukan apakah pengeluaran tersebut akan mampu menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang sebanding dalam waktu dekat.
Perubahan sentimen terhadap sektor AI turut memicu aksi ambil untung di pasar saham.
Baca berita lainnya: Voting CLARITY Act Dijadwalkan 3 Agustus 2026, XRP Masuk Radar Investor
5. USD/JPY Mendekati Level 164, Kekhawatiran Intervensi BOJ Meningkat
Di pasar valuta asing, pasangan mata uang USD/JPY kembali mendekati level 164.
Posisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) berpotensi melakukan intervensi untuk memperkuat nilai yen apabila pelemahannya berlanjut.
Potensi intervensi tersebut meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global dan membuat investor semakin berhati-hati dalam mengambil posisi pada aset berisiko.
Bitcoin, Saham, dan Emas Terkoreksi Bersamaan

Sumber Gambar: X.com/AshCrypto
Tekanan jual kali ini tidak hanya terjadi di pasar kripto. Berdasarkan pergerakan perdagangan global, indeks saham seperti Nikkei 225 di Jepang dan KOSPI di Korea Selatan juga mengalami pelemahan.
Harga emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai pun ikut terkoreksi. Pergerakan serempak tersebut menunjukkan bahwa sentimen yang mendominasi pasar saat ini lebih dipengaruhi faktor makroekonomi dibandingkan kondisi fundamental masing-masing aset.
Pelaku pasar kini menantikan hasil rapat FOMC beserta pernyataan Jerome Powell yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan pasar beberapa hari ke depan.
Kesimpulan
Koreksi yang terjadi pada Bitcoin, saham, dan emas mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang sejumlah agenda penting, terutama keputusan suku bunga The Fed.
Selain faktor kebijakan moneter, sentimen regulasi kripto di Amerika Serikat, persaingan industri semikonduktor, belanja AI, serta potensi intervensi Bank of Japan turut memperbesar tekanan di pasar global.
Selama ketidakpastian tersebut belum mereda, volatilitas diperkirakan masih akan membayangi berbagai kelas aset. Karena itu, pelaku pasar akan mencermati setiap perkembangan ekonomi dan kebijakan yang berpotensi mengubah arah sentimen dalam waktu dekat.
FAQ
- Mengapa Bitcoin, saham, dan emas turun bersamaan?
Karena investor mengurangi risiko menjelang keputusan suku bunga The Fed serta merespons sejumlah sentimen makroekonomi yang memengaruhi pasar global. - Apa itu CLARITY Act?
CLARITY Act merupakan rancangan undang-undang di Amerika Serikat yang bertujuan memberikan kepastian regulasi bagi industri aset digital dan kripto. - Mengapa keputusan The Fed memengaruhi harga Bitcoin?
Kebijakan suku bunga The Fed memengaruhi likuiditas dan selera risiko investor. Ketika pasar menunggu keputusan atau sinyal baru dari The Fed, volatilitas Bitcoin biasanya meningkat. - Mengapa isu AI ikut memengaruhi pasar?
Investor mulai mempertanyakan apakah belanja besar perusahaan teknologi untuk pengembangan AI akan menghasilkan keuntungan yang sesuai. Keraguan tersebut memicu aksi jual di sektor teknologi dan memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan. - Apa yang perlu diperhatikan investor setelah ini?
Fokus utama pasar adalah hasil rapat FOMC, konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell, perkembangan pembahasan CLARITY Act, serta pergerakan nilai tukar USD/JPY yang dapat memengaruhi sentimen investor secara global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Terkini Saham Hari Ini, #Info Emas 2026






Polkadot 2.25%
BNB 0.30%
Solana 4.19%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


