Narasi bahwa meme coin Shiba Inu (SHIB) akan “mati” pada 2026 kembali mencuat setelah harga token ini terpuruk tajam sepanjang tahun.
Namun, di balik tekanan harga dan hilangnya euforia spekulatif, data on-chain justru menunjukkan cerita yang lebih kompleks dan tidak sesederhana klaim “dead coin”.
SHIB memang sedang berada dalam fase terberatnya sejak reli besar beberapa tahun lalu. Dalam setahun terakhir, harga Shiba Inu tercatat turun hampir 70% dan lebih dari 90% dari level tertinggi sepanjang masa.
Kondisi ini memicu pertanyaan serius tentang keberlanjutan SHIB di tengah melemahnya pasar meme coin secara global.
Harga Tertekan, Minat Spekulatif Menghilang
Pelemahan Shiba Inu tidak terjadi dalam ruang hampa. Data pasar menunjukkan dominasi meme coin secara keseluruhan turun ke level awal 2024, menandakan surutnya aktivitas spekulatif yang sebelumnya menjadi motor utama reli aset-aset sejenis.
Tekanan ini tercermin jelas pada perilaku pelaku pasar berpengalaman. Dompet smart money dan trader aktif tercatat mengurangi eksposur terhadap SHIB secara bertahap sepanjang tahun.
Reli jangka pendek berulang kali gagal bertahan, sementara harga terus tertahan di bawah area resistance jangka panjang.

Sumber Gambar: Nansen via Be(in)crypto
Data derivatif memperkuat gambaran tersebut. Dalam 30 hari terakhir, sebagian besar trader perpetual futures memilih mengurangi posisi.
Leverage di luar alamat-alamat besar juga tetap rendah, menandakan pasar tidak sedang bersiap menghadapi pergerakan agresif dalam waktu dekat. Singkatnya, spekulasi yang dulu mengangkat SHIB nyaris sepenuhnya menguap.
Baca juga berita terkait: Pertarungan Shiba Inu vs Dogecoin: Siapa Meme Coin Terkuat?
Holder Bertambah di Tengah Penurunan Harga
Meski harga melemah, perilaku investor jangka panjang justru bergerak ke arah berlawanan.

Sumber Gambar: Santiment
Jumlah holder Shiba Inu terus meningkat sepanjang tahun, dari sekitar 1,46 juta menjadi mendekati 1,54 juta wallet.
Kenaikan ini tidak berlangsung mulus, namun tren besarnya tetap positif meski harga anjlok tajam.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa SHIB tidak sepenuhnya ditinggalkan, terutama oleh pemegang jangka panjang yang memilih bertahan di tengah tekanan pasar.
Whale Akumulasi, Koin Keluar dari Exchange

Sumber Gambar: Nansen via Be(in)crypto
Data on-chain paling mencolok datang dari kelompok whale. Sepanjang setahun terakhir, saldo SHIB milik whale besar meningkat sekitar 249%, sementara mega-whale mencatat kenaikan sekitar 28,5%.
Pada saat yang sama, saldo SHIB di exchange turun hampir 22%. Penurunan ketersediaan koin di bursa biasanya mengindikasikan berkurangnya tekanan jual jangka pendek, karena aset dipindahkan ke wallet penyimpanan.
Dalam 30 hari terakhir saja, akumulasi whale melonjak lebih dari 61%, beriringan dengan arus keluar koin dari exchange.
Pola ini lebih menyerupai akumulasi bertahap dibandingkan kepanikan atau distribusi besar-besaran.
Namun, penting dicatat bahwa akumulasi ini belum diikuti oleh lonjakan aktivitas derivatif. Whale terlihat masuk lebih awal, tetapi belum agresif.
Struktur Harga Lemah, Sinyal Teknis Mulai Muncul

Sumber Gambar: TradingView via Be(in)crypto
Dari sisi teknikal, struktur harga SHIB masih rapuh. Pada grafik tiga harian, harga bergerak dalam pola falling wedge jangka panjang, yang secara teori dapat berujung pada pembalikan arah jika terjadi penembusan ke atas.
Sinyal awal muncul ketika harga mencetak lower low, sementara indikator RSI justru membentuk higher low.
Divergensi ini mengindikasikan tekanan jual mulai melemah, meski belum cukup kuat untuk mengubah tren.
Level krusial berada di area sekitar US$0,0000092. Penembusan bersih di atas level ini berpotensi meruntuhkan narasi “dead coin”.
Sebaliknya, jika harga turun dan bertahan di bawah US$0,0000075, skenario pembalikan akan gugur dan risiko penurunan lanjutan terbuka kembali.
Baca selanjutnya: Pergerakan Dogecoin Kian Menarik, Grafik Harga Isyaratkan Reli 110%
Mati atau Bertahan Menuju 2026?
Data menunjukkan Shiba Inu tidak berada dalam kondisi kuat, tetapi juga jauh dari kata mati. Spekulasi memang menghilang, trader masih berhati-hati, dan lonjakan cepat terlihat semakin tidak realistis.
Namun, bertambahnya jumlah holder, akumulasi whale, dan menurunnya saldo exchange menunjukkan jaringan SHIB belum ditinggalkan.
Jika siklus altcoin kembali terbentuk, SHIB masih memiliki ruang untuk bertahan dan pulih secara bertahap.
Menuju 2026, Shiba Inu berada dalam mode bertahan, menunggu konfirmasi lanjutan dari pergerakan harga dan partisipasi pasar yang lebih luas.
FAQ
- Apakah Shiba Inu benar-benar akan mati di 2026?
Tidak ada data on-chain yang secara langsung menunjukkan SHIB akan mati di 2026. Narasi tersebut lebih didorong oleh penurunan harga dan melemahnya spekulasi, bukan oleh aktivitas jaringan yang ditinggalkan. - Kenapa harga SHIB terus turun meski banyak holder bertambah?
Karena pertumbuhan holder tidak selalu berarti tekanan beli jangka pendek. Banyak investor memilih menyimpan aset, sementara trader aktif dan spekulan justru mengurangi posisi. - Apa arti whale mengakumulasi SHIB?
Akumulasi whale menunjukkan minat jangka panjang dari pemilik modal besar. Namun, tanpa dukungan volume pasar yang luas, dampaknya ke harga bisa tertunda. - Mengapa saldo SHIB di exchange turun?
Penurunan saldo di exchange biasanya berarti koin dipindahkan ke wallet pribadi. Ini sering diartikan sebagai berkurangnya niat jual dalam jangka pendek. - Faktor apa yang bisa menghidupkan kembali SHIB?
Pemulihan siklus altcoin, konfirmasi teknikal berupa penembusan resistance utama, serta kembalinya partisipasi pasar yang lebih luas menjadi faktor kunci bagi potensi pemulihan SHIB.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(in)crypto – Will Shiba Inu Die Out In 2026? On-Chain Data Hold the Answer, diakses pada 15 Desember 2025
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Meme Coin,





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


