Minat trader terhadap XRP terus melemah di tengah tekanan pasar derivatif dan on-chain yang belum menunjukkan tanda pemulihan.
Sejumlah indikator penting mengisyaratkan pasar masih berada dalam fase risk-off, dengan risiko koreksi lanjutan jika level teknikal utama gagal bertahan.
Berikut tiga data utama yang menjelaskan kenapa permintaan trader terhadap XRP terus menguap.
1. Volume Futures XRP di Binance Anjlok Hampir 96%

Sumber Gambar: CryptoQuant
Melansir dari Cointelegraph, aktivitas perdagangan derivatif XRP menunjukkan penurunan tajam. Data mencatat volume taker buy futures XRP di Binance sempat berada di atas US$5,8 miliar pada Juli 2025.
Namun kini merosot hingga sekitar US$250 juta. Artinya, terjadi penurunan hampir 96% dalam beberapa bulan terakhir.
Turunnya volume ini mencerminkan menyusutnya minat beli dari trader aktif, khususnya mereka yang biasa memanfaatkan kontrak berjangka untuk spekulasi jangka pendek.
Kondisi ini diperparah oleh rasio taker buy-sell yang konsisten berada di area negatif, menandakan tekanan jual masih mendominasi aliran transaksi derivatif.
Minimnya minat beli juga menunjukkan bahwa sentimen positif, termasuk optimisme terkait produk keuangan baru, belum cukup kuat untuk mendorong arus modal kembali ke pasar XRP.
Baca selanjutnya: Arah Harga XRP 6 Bulan ke Depan: Analis Sebut Menuju ke $9,50
2. Leverage Turun ke Level Terendah Siklus

Sumber Gambar: CryptoQuant
Indikator Estimated Leverage Ratio atau ELR XRP turut mengonfirmasi sikap defensif pelaku pasar. Rasio leverage ini turun ke sekitar 0,18, salah satu level terendah dalam satu siklus pasar.
Penurunan leverage biasanya terjadi ketika trader menutup atau mengurangi posisi berisiko tinggi. Dalam konteks XRP, kondisi ini sejalan dengan pelemahan harga dari area di atas US$3 menuju zona psikologis US$2.
Meski leverage rendah dapat mengurangi risiko likuidasi beruntun, di sisi lain hal ini juga menandakan berkurangnya minat spekulatif.
Pasar cenderung bergerak datar atau melemah ketika dorongan dari posisi leverage tidak lagi tersedia.
3. Tekanan Jual Datang dari Semua Kelompok Wallet

Sumber Gambar: Hyblock Capital
Data on-chain memperlihatkan tekanan jual yang bersifat menyeluruh. Sepanjang Desember, cumulative volume delta XRP tercatat negatif di seluruh kelompok wallet, mulai dari retail, menengah, hingga wallet besar.
Wallet retail mencatat arus jual bersih sekitar US$8,68 juta, wallet menengah sekitar US$6,89 juta, sementara wallet besar mencatat tekanan jual hingga US$34 juta. Tidak ada satu pun kelompok yang menunjukkan akumulasi signifikan.
Tekanan ini semakin kuat setelah satu wallet XRP berusia lima hingga tujuh tahun, dengan harga perolehan sekitar US$0,40, merealisasikan keuntungan lebih dari US$721 juta.
Aksi ambil untung skala besar ini terjadi saat harga XRP gagal bertahan di atas area US$2, memperkuat sinyal distribusi di pasar.
Baca juga berita terbaru: XRP ETF Terus Diborong 30 Hari Berturut-turut, Bitcoin Mulai Ditinggalkan?
Apa Artinya bagi Pergerakan Harga XRP?
Kombinasi futures yang sepi, leverage rendah, dan tekanan jual lintas wallet menempatkan XRP dalam kondisi permintaan rendah dan likuiditas terbatas.
Selama area US$2 belum mampu dipertahankan dengan dukungan volume yang kuat, pasar akan terus melihat risiko koreksi lanjutan.
Dalam skenario teknikal, penurunan dari US$2 ke area US$1 merepresentasikan koreksi sekitar 50%.
Meski bukan kepastian, data saat ini menunjukkan pasar masih berhati-hati dan belum menemukan katalis yang cukup kuat untuk pembalikan tren.
Kesimpulan
Pelemahan minat trader XRP bukan sekadar fluktuasi jangka pendek. Data derivatif dan on-chain menunjukkan pasar sedang menahan risiko, dengan tekanan jual yang belum mereda.
Selama likuiditas dan kepercayaan trader belum pulih, pergerakan XRP berpotensi tetap terbatas, dengan risiko penurunan masih membayangi.
FAQ
- Apa yang dimaksud minat trader XRP melemah?
Minat trader melemah berarti berkurangnya aktivitas beli, terutama di pasar derivatif seperti futures. Ini tercermin dari turunnya volume transaksi dan minimnya posisi spekulatif baru. - Kenapa volume futures XRP penting diperhatikan?
Volume futures menunjukkan seberapa aktif trader jangka pendek berpartisipasi. Ketika volume turun tajam, likuiditas menyusut dan harga lebih rentan bergerak tanpa dukungan kuat. - Apa dampak leverage rendah terhadap harga XRP?
Leverage rendah mengurangi risiko likuidasi besar, tetapi juga menghilangkan dorongan kenaikan harga karena trader cenderung menghindari posisi agresif. - Apakah tekanan jual dari whale selalu berdampak negatif?
Tidak selalu, namun tekanan jual besar di area harga krusial sering menjadi sinyal distribusi, terutama jika tidak diimbangi oleh pembelian dari kelompok lain. - Apakah XRP pasti turun ke US$1?
Tidak ada kepastian. Level US$1 muncul sebagai area teknikal berikutnya jika support utama gagal bertahan. Risiko tersebut bergantung pada kondisi likuiditas dan sentimen pasar ke depan.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


