Di tengah tekanan harga dan sentimen pasar yang masih rapuh, Bitcoin justru tetap dipandang sebagai aset kripto menjanjikan oleh lembaga riset global Bernstein.
Dilansir dari The Motley Fool, pandangan ini muncul meski harga Bitcoin sempat terkoreksi sekitar 20% dalam tiga bulan terakhir dan memicu kekhawatiran akan datangnya fase bearish baru.
Bernstein menilai pelemahan harga saat ini bukan sinyal runtuhnya fundamental, melainkan bagian dari fase transisi menuju struktur pasar yang lebih matang.
Bernstein Nilai Bitcoin Sudah Keluar dari Pola Lama
Dilansir dari The Motley Fool, menurut Bernstein, salah satu kesalahan terbesar investor adalah masih terpaku pada teori siklus empat tahunan Bitcoin yang selama ini dikaitkan dengan peristiwa halving.
Dalam siklus sebelumnya, Bitcoin memang kerap mencetak puncak harga lalu mengalami koreksi tajam dalam 12 hingga 18 bulan berikutnya.
Namun, Bernstein menilai pola tersebut tidak lagi sepenuhnya relevan. Masuknya investor institusional dalam skala besar membuat struktur pasar Bitcoin berubah signifikan, baik dari sisi likuiditas, perilaku jual-beli, hingga ketahanan terhadap tekanan jangka pendek.
Bitcoin dinilai kini lebih menyerupai aset makro strategis, bukan sekadar instrumen spekulatif berbasis siklus.
Baca juga: Semua Sinyal Bullish Sudah Ada, Kenapa Harga Crypto Masih Berdarah?
Peran Institusi dan ETF Jadi Penopang Utama
Alasan utama Bernstein tetap optimistis adalah konsistensi permintaan institusional. Meski harga terkoreksi, arus keluar dari produk ETF Bitcoin dinilai relatif terbatas dan tidak mencerminkan aksi panik.
Bernstein melihat pola menarik yaitu ketika investor ritel cenderung menjual saat volatilitas meningkat, pihak institusional justru menyerap suplai yang dilepas pasar.
Kondisi ini membuat tekanan jual tidak berkembang menjadi spiral penurunan agresif seperti yang kerap terjadi pada siklus sebelumnya.
Bagi Bernstein, ini menandakan pasar Bitcoin mulai memiliki “penyangga struktural”.
Target Jangka Panjang Tetap Ambisius
Dalam proyeksi terbarunya, Bernstein memperkirakan Bitcoin bisa mencapai sekitar 150 ribu dolar AS pada 2026, lalu berlanjut ke kisaran 200 ribu dolar AS pada 2027.
Untuk jangka panjang, Bernstein bahkan mempertahankan pandangan bahwa Bitcoin berpotensi menuju 1 juta dolar AS pada 2033.
Meski terdengar agresif, Bernstein menekankan bahwa proyeksi ini bukan prediksi jangka pendek, melainkan skenario berbasis adopsi bertahap, regulasi yang lebih jelas, dan peran Bitcoin sebagai alternatif penyimpan nilai.
Namun demikian, Bernstein juga mengingatkan bahwa volatilitas ekstrem tetap menjadi risiko utama, dan kenaikan besar tidak akan terjadi secara linear.
Kesimpulan
Bernstein melihat Bitcoin bukan sedang kehilangan momentumnya, melainkan sedang memasuki fase baru.
Dengan dukungan institusional, produk ETF, dan perubahan struktur pasar, Bitcoin dinilai memiliki fondasi yang lebih kuat dibandingkan siklus sebelumnya.
Meski jalan menuju target ambisius masih panjang dan penuh fluktuasi, Bernstein menilai Bitcoin tetap menjadi kripto dengan prospek paling solid di tengah ketidakpastian global.
FAQ
- Apa alasan utama Bernstein tetap bullish terhadap Bitcoin?
Bernstein menilai permintaan institusional, ETF, dan perubahan struktur pasar membuat Bitcoin lebih stabil dibandingkan siklus sebelumnya. - Apakah Bernstein masih percaya pada siklus 4 tahunan Bitcoin?
Tidak sepenuhnya. Bernstein menilai Bitcoin mulai keluar dari pola siklus lama dan bergerak menuju fase yang lebih matang. - Apakah koreksi harga Bitcoin saat ini berbahaya?
Menurut Bernstein, koreksi ini masih tergolong wajar dan belum menunjukkan kerusakan fundamental jangka panjang. - Berapa target harga Bitcoin menurut Bernstein?
Bernstein memperkirakan Bitcoin bisa mencapai sekitar 150 ribu dolar AS pada 2026 dan berpotensi jauh lebih tinggi dalam jangka panjang. - Apakah Bitcoin sudah aman dari volatilitas besar?
Belum. Bernstein menegaskan volatilitas tetap tinggi, sehingga manajemen risiko tetap penting bagi investor.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
The Motley Fool – 1 Top Cryptocurrency to Buy Before It Soars Over 1,000%, According to Bernstein, diakses pada 18 Desember 2025
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Tokoh Kripto Dunia, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
