Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah dan turun ke bawah level US$88.000 pada perdagangan akhir pekan, di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi shutdown pemerintah Amerika Serikat serta agenda ekonomi penting pekan ini.
Melansir CoinDesk, Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$87.800 pada Minggu waktu setempat, turun sekitar 2% dalam 24 jam terakhir.
Koreksi ini memperpanjang tekanan harga yang sudah terjadi sepanjang sepekan terakhir, saat sentimen pasar global berada dalam kondisi rapuh.

Sumber Gambar: Coindesk
Tekanan Datang dari Sentimen Global dan Likuiditas Tipis
Penurunan Bitcoin terjadi di periode perdagangan akhir pekan yang relatif sepi, kondisi yang kerap memperbesar volatilitas harga.
Minimnya likuiditas membuat pergerakan harga lebih sensitif terhadap penyesuaian posisi trader, terutama setelah volatilitas tinggi pada pasar mata uang dan obligasi global dalam beberapa hari terakhir.
Ethereum (ETH) juga ikut turun mendekati US$2.880, sementara sejumlah aset kripto utama seperti Solana, XRP, dan Cardano mencatat penurunan harian antara 3% hingga 5%.
Secara mingguan, mayoritas aset kripto utama masih berada di zona merah, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar.
Likuidasi Besar Perparah Tekanan Harga
Pelemahan harga turut memicu gelombang likuidasi di pasar derivatif kripto. Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi posisi bullish tercatat mencapai sekitar US$224 juta.
Bitcoin menjadi penyumbang terbesar dengan likuidasi sekitar US$68 juta pada kontrak berjangka berbasis BTC, disusul Ethereum dengan sekitar US$45 juta.
Data ini menunjukkan bahwa banyak trader yang sebelumnya mengambil posisi agresif terpaksa keluar dari pasar seiring pergerakan harga yang berlawanan.
Kondisi tersebut mempertegas bahwa tekanan harga saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor teknikal dan positioning, bukan oleh gangguan pada fundamental jaringan kripto itu sendiri.
Baca berikutnya: Kiyosaki Lepas Emas dan Perak Demi Bitcoin (BTC), Ini Alasannya
Risiko Shutdown Pemerintah AS Kembali Jadi Sorotan
Sentimen pasar semakin tertekan oleh meningkatnya risiko shutdown pemerintah Amerika Serikat. Ketegangan politik terkait pembahasan anggaran kembali mencuat setelah pernyataan dari pimpinan Senat AS yang membuka peluang terjadinya kebuntuan pendanaan.
Pasar global cenderung sensitif terhadap isu ini karena potensi shutdown dapat memperketat likuiditas jangka pendek dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi.
Dalam beberapa kejadian sebelumnya, Bitcoin kerap mengalami tekanan menjelang potensi shutdown, sebelum akhirnya menemukan arah pergerakan baru.

Sumber Gambar: Polymarket
Data dari Polymarket menunjukkan probabilitas terjadinya shutdown pemerintah AS hingga akhir bulan ini berada di kisaran 76%, angka yang ikut memperkuat sikap waspada investor terhadap aset berisiko.
Pasar Menunggu The Fed dan Laporan Big Tech
Selain isu politik, perhatian pasar juga tertuju pada agenda penting pekan ini, termasuk keputusan suku bunga pertama Federal Reserve di tahun 2026.
Konsensus pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga, namun pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell tetap menjadi faktor kunci yang berpotensi menggerakkan pasar.
Di saat yang sama, investor juga mencermati rilis laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa seperti Apple, Microsoft, Meta, dan Tesla.
Komentar terkait prospek bisnis dan perkembangan kecerdasan buatan diperkirakan akan memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin yang kini semakin bergerak seirama dengan pasar global.
Baca Selanjutnya: 5 Agenda Finansial Global Minggu Ini yang Bikin Bitcoin (BTC) Siaga
Kesimpulan
Tekanan terhadap harga Bitcoin saat ini mencerminkan kondisi pasar yang berada dalam mode defensif.
Risiko shutdown pemerintah AS, agenda The Fed, serta ketidakpastian global membuat pelaku pasar memilih menahan diri dan mengurangi eksposur risiko.
Selama sentimen makro belum mereda, pergerakan Bitcoin cenderung akan tetap sensitif terhadap perkembangan ekonomi dan politik global.
FAQ
- Apa itu shutdown pemerintah AS dan kenapa berdampak ke Bitcoin?
Shutdown pemerintah AS terjadi ketika pemerintah federal gagal menyepakati anggaran operasional. Kondisi ini meningkatkan ketidakpastian ekonomi dan biasanya membuat investor mengurangi eksposur ke aset berisiko, termasuk Bitcoin. - Kenapa Bitcoin sering turun saat risiko global meningkat?
Bitcoin saat ini diperdagangkan layaknya aset berisiko. Saat ketegangan politik, ekonomi, atau kebijakan meningkat, investor cenderung memilih aset yang dianggap lebih aman, sehingga menekan harga Bitcoin. - Apakah penurunan Bitcoin kali ini disebabkan masalah internal kripto?
Tidak. Berdasarkan data dan konteks pasar, pelemahan Bitcoin lebih dipicu sentimen makro global, likuidasi posisi leverage, serta sikap hati-hati investor menjelang agenda ekonomi penting. - Apa pengaruh keputusan The Fed terhadap harga Bitcoin?
Kebijakan suku bunga dan pernyataan The Fed memengaruhi likuiditas global. Sikap yang lebih ketat biasanya menekan aset berisiko, sementara sinyal pelonggaran bisa memberi ruang pemulihan pada Bitcoin. - Apakah likuidasi besar selalu berarti tren turun berlanjut?
Tidak selalu. Likuidasi mencerminkan pembersihan posisi berisiko di pasar. Setelah fase ini, harga bisa bergerak stabil atau berbalik arah, tergantung sentimen dan kondisi pasar selanjutnya.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Btc News, #News Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


