Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali memicu perdebatan pasar setelah mengungkap bahwa ia menjual emas dan perak untuk membeli Bitcoin (BTC).
Pernyataan itu berasal dari video di kanal YouTube pribadinya yang diunggah pada Minggu (25/1), Dalam video tersebut, Kiyosaki mengatakan ia telah mengoleksi perak sejak 1964, saat harganya masih sekitar US$0,10 per ons.
“Sejak 1964, saya sudah menabung perak. Saat ini, saya menukar perak tersebut untuk membeli lebih banyak Bitcoin, karena perak yang dulu saya beli hanya seharga US$0,10 per ons, sementara sekarang harganya sudah mencapai US$30 per ons,” kata Kiyosaki dikutip dari The Street.
Dengan harga perak yang kini berada di kisaran US$30 per ons, ia memilih menukar sebagian kepemilikan lamanya ke Bitcoin di tengah lonjakan harga logam mulia..
Menurut Kiyosaki, keputusan ini bukan soal mengejar harga tertinggi, melainkan soal menjaga nilai kekayaan dari pelemahan mata uang.
Fokus Kiyosaki Bukan Harga Aset, Tapi Nilai Mata Uang Dolar AS
Kiyosaki secara konsisten mengkritik kebijakan ekonomi Amerika Serikat, terutama terkait utang federal yang terus membengkak dan kebijakan pencetakan uang.
Ia menilai nilai dolar terus tergerus dari waktu ke waktu, sehingga menyimpan kekayaan dalam bentuk uang tunai menjadi langkah yang berisiko.
Baginya, emas, perak, dan Bitcoin berada dalam kategori yang sama, yakni aset yang tidak bisa diciptakan secara bebas oleh pemerintah. Karena itu, perpindahan dari logam mulia ke Bitcoin ia anggap sebagai rotasi aset, bukan perubahan prinsip investasi.
Baca selanjutnya: Saat Ritel Panik Jual, Whale Mulai Kumpulkan Bitcoin (BTC)
Timing Dipertanyakan, Langkah Kiyosaki Tuai Kritik Pasar

Sumber Gambar: X.com
Langkah Kiyosaki menuai kritik karena dianggap dilakukan di waktu yang kurang tepat. Setahun setelah video tersebut dipublikasikan, harga emas tercatat naik sekitar 77%, sementara harga perak melonjak lebih dari 200%.
Di sisi lain, harga Bitcoin justru terkoreksi sekitar 17% dalam periode yang sama. Perbedaan kinerja ini membuat sebagian pelaku pasar menilai Kiyosaki melewatkan peluang besar di logam mulia.
Namun Kiyosaki menepis anggapan tersebut dan menegaskan bahwa fluktuasi jangka pendek bukan fokus utamanya.
Bitcoin, Emas, dan Perak Dinilai Sama Penting
Dalam pernyataannya, Kiyosaki menyebut bahwa harga Bitcoin, emas, perak, bahkan Ethereum, tidak terlalu penting baginya. Ia lebih menyoroti penurunan daya beli US$ sebagai masalah utama.
Ia juga kembali melontarkan kritik kepada otoritas keuangan Amerika Serikat, termasuk Federal Reserve dan Departemen Keuangan, yang menurutnya gagal menjaga stabilitas nilai mata uang.
Selama US$ terus melemah, Kiyosaki mengaku akan tetap mengoleksi aset yang ia anggap memiliki kelangkaan alami, baik itu logam mulia maupun aset kripto.
Baca juga berita terkait: Pernyataan CZ di Davos: AI Bikin Kehilangan Kerja, Kripto Jadi Penyeimbang
Sikap Lama dengan Bentuk Baru
Jika ditarik ke belakang, sikap Kiyosaki ini sejalan dengan pesan utama Rich Dad Poor Dad yang menekankan perbedaan antara aset dan liabilitas.
Sejak awal, ia mendorong kepemilikan aset yang bisa menjaga atau meningkatkan nilai dalam jangka panjang, bukan sekadar menabung dalam mata uang fiat.
Bitcoin kini ia tempatkan sebagai evolusi dari prinsip tersebut. Bukan pengganti emas dan perak sepenuhnya, melainkan alternatif lain dalam menghadapi risiko sistem keuangan global.
Kesimpulan
Keputusan Robert Kiyosaki menjual emas dan perak untuk membeli Bitcoin bukan sekadar soal untung dan rugi harga.
Langkah ini mencerminkan pandangan jangka panjangnya terhadap pelemahan mata uang dan sistem keuangan berbasis utang.
Di tengah volatilitas pasar, Kiyosaki tetap konsisten menjauh dari fiat dan bertahan pada aset yang ia yakini memiliki nilai riil.
FAQ
- Kenapa Robert Kiyosaki menjual emas dan perak?
Kiyosaki menjual sebagian emas dan peraknya untuk membeli Bitcoin karena ia menilai aset digital tersebut lebih relevan sebagai pelindung nilai di tengah pelemahan US$. - Apakah Kiyosaki sepenuhnya meninggalkan emas dan perak?
Tidak. Ia hanya menukar sebagian kepemilikannya. Emas dan perak tetap ia anggap sebagai aset penting dalam menjaga nilai kekayaan. - Apakah keputusan Kiyosaki dipengaruhi harga Bitcoin saat ini?
Menurut pernyataannya, harga bukan faktor utama. Fokusnya ada pada perlindungan nilai dari inflasi dan depresiasi mata uang. - Mengapa Bitcoin dianggap setara dengan emas oleh Kiyosaki?
Kiyosaki melihat Bitcoin memiliki kelangkaan yang terprogram dan tidak bisa dicetak sembarangan, mirip dengan sifat emas dan perak. - Apa risiko mengikuti strategi investasi ala Kiyosaki?
Strategi ini memiliki risiko volatilitas tinggi, terutama pada aset kripto. Perbedaan waktu masuk dan kondisi pasar bisa menghasilkan hasil yang sangat berbeda bagi tiap investor.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


