Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28 Januari 2026 diperkirakan berlangsung tanpa kejutan.
Pasar hampir sepakat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menahan suku bunga acuan di level 3,75%. Namun, di balik keputusan yang terlihat tenang itu, arah kebijakan moneter Amerika Serikat justru memunculkan kegelisahan baru di pasar global.
Berdasarkan kontrak futures, probabilitas Fed menahan suku bunga mencapai sekitar 97%. Fokus investor kini bergeser, bukan lagi pada keputusan Januari, melainkan pada seberapa stabil arah suku bunga AS sepanjang 2026.
Fed Diprediksi Menahan Suku Bunga di 3,75%
Suku bunga The Fed saat ini berada di kisaran 3,50%–3,75%, setelah bank sentral AS memangkas bunga sebanyak tiga kali sepanjang 2025.
Pemangkasan terakhir terjadi pada Desember lalu sebesar 25 basis poin, yang disepakati mayoritas anggota FOMC meski disertai perbedaan pandangan internal.
Dua anggota FOMC memilih mempertahankan suku bunga, sementara satu gubernur baru mendorong pemangkasan yang lebih agresif.
Perbedaan sikap ini menegaskan bahwa kebijakan moneter AS belum sepenuhnya solid, meski pasar saat ini menilai posisi Fed mendekati titik netral.
Baca juga berita terkait: 5 Drama Kripto Hari Ini: Likuidasi Besar-besaran hingga Anomali Yen Jepang
Data Ekonomi Campur Aduk, Inflasi Masih Mengganjal
Alasan utama Fed memilih menunggu adalah kondisi ekonomi yang tidak memberi sinyal tegas. Inflasi AS masih bertahan di sekitar 3%, jauh di atas target 2%.
Di sisi lain, pasar tenaga kerja belum melemah signifikan. Klaim pengangguran tetap rendah, sementara tingkat pengangguran justru sedikit menurun.
Situasi ini diperumit oleh pertumbuhan ekonomi yang masih kuat. Estimasi menunjukkan ekonomi AS tumbuh 5,4% secara tahunan pada kuartal IV 2025.
Kombinasi inflasi yang belum jinak dan pertumbuhan yang kencang membuat Fed berhati-hati agar tidak salah langkah.
Pasar Sepakat Pause, Tapi Mulai Ragu Arah 2026

Sumber Gambar: CME FedWatch
Alat pemantauan seperti CME FedWatch menunjukkan keyakinan tinggi bahwa Januari akan berlalu tanpa perubahan kebijakan. Namun, pasar mulai berbeda pandangan dengan Fed soal langkah berikutnya.
Pelaku pasar memperkirakan dua hingga tiga kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2026, sementara proyeksi resmi The Fed masih mengarah ke sekitar satu kali pemangkasan.
Kesenjangan ekspektasi inilah yang memicu ketidakpastian dan meningkatkan sensitivitas pasar terhadap data ekonomi berikutnya.
Tekanan Politik Membayangi Kebijakan Moneter
Faktor non-ekonomi turut memperkeruh suasana. Pemerintahan Presiden Donald Trump secara terbuka mendorong suku bunga yang lebih rendah demi menopang pertumbuhan dan menekan biaya utang negara.
Tekanan ini membuat posisi Ketua The Fed Jerome Powell berada di bawah sorotan tajam. Masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei 2026, menjadikan tahun ini krusial bagi arah kebijakan moneter.
Pasar mulai memperhitungkan kemungkinan perubahan kepemimpinan dan dampaknya terhadap independensi The Fed.
Baca selanjutnya: 5 Agenda Finansial Global Minggu Ini yang Bikin Bitcoin (BTC) Siaga
Dolar Melemah, Investor Cari Aset Aman
Ketidakpastian kebijakan tercermin di pasar valuta asing. Indeks Dolar AS (DXY Index) turun mendekati level 97, sementara euro dan pound sterling menguat.
Di saat yang sama, emas melonjak ke atas $5.100 per troy ounce, menandakan meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai.
Pelemahan dolar bukan hanya soal ekspektasi suku bunga, tetapi juga mencerminkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kebijakan dan tata kelola moneter AS.
Kesimpulan
Rapat FOMC Januari 2026 kemungkinan besar berjalan tenang tanpa perubahan suku bunga.
Namun, ketenangan ini bersifat sementara. Inflasi yang belum terkendali, perbedaan pandangan internal Fed, tekanan politik, serta ketidakpastian kepemimpinan membuat arah suku bunga AS ke depan sulit ditebak.
Bagi pasar, ketidakjelasan ini justru menjadi sumber kegelisahan utama sepanjang tahun.
FAQ
- Apa itu FOMC dan mengapa rapat Januari penting?
FOMC adalah komite di Federal Reserve yang menentukan kebijakan suku bunga AS. Rapat Januari penting karena menjadi penanda awal arah kebijakan moneter sepanjang tahun. - Apakah The Fed pasti menahan suku bunga di Januari 2026?
Pasar menilai peluangnya sangat tinggi, sekitar 97%, berdasarkan harga kontrak futures. Namun keputusan final tetap bergantung pada evaluasi data ekonomi terbaru. - Mengapa inflasi masih menjadi masalah bagi The Fed?
Inflasi AS masih berada di sekitar 3%, di atas target 2%. Selama tekanan harga belum mereda, Fed cenderung berhati-hati dalam memangkas suku bunga lebih jauh. - Apa dampak tekanan politik terhadap kebijakan suku bunga?
Tekanan politik berpotensi memengaruhi persepsi pasar terhadap independensi The Fed. Hal ini bisa meningkatkan volatilitas dan memicu reaksi di pasar keuangan. - Mengapa dolar AS melemah menjelang FOMC Januari?
Pelemahan dolar dipicu oleh ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, perbedaan pandangan antara pasar dan The Fed, serta kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter ke depan. - Apa yang perlu diperhatikan investor setelah rapat Januari?
Investor akan mencermati data inflasi, pasar tenaga kerja, serta sinyal kebijakan The Fed untuk melihat apakah pemangkasan suku bunga berikutnya mendekat atau justru tertunda.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Coinpaper – FOMC January Preview: Fed Holds at 3.75%, Political Heat Rising, diakses pada 27 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Regulasi Crypto, #Berita The Fed, #Berita Donald Trump





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
