Harga Bitcoin (BTC) masih berada dalam fase penentuan setelah koreksi tajam dari puncak sebelumnya pada Oktober 2025.
Pada awal Februari 2026, Bitcoin sempat pulih ke area $78.000, namun belum menunjukkan sinyal kuat untuk kembali menantang level psikologis $100.000 dalam waktu dekat.
Sejumlah analis menilai, pergerakan Bitcoin saat ini lebih mencerminkan fase konsolidasi ketimbang awal reli baru. Faktor teknikal, kondisi makroekonomi, dan pola historis menjadi penentu utama arah harga selanjutnya.
Level $75.000 Jadi Titik Kritis Pergerakan Bitcoin
Dalam struktur teknikal mingguan, area $75.000 kini menjadi level paling krusial bagi Bitcoin. Harga BTC masih bertahan di atas support tersebut, meski sudah turun di bawah rata-rata pergerakan 20 minggu dan 50 minggu.
Secara teknikal, kondisi ini membuka dua kemungkinan. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $75.000 pada penutupan mingguan, struktur tren naik jangka panjang masih dianggap utuh.
Sebaliknya, jika level ini jebol, tekanan jual berpotensi mendorong harga turun lebih dalam ke kisaran $50.000 hingga $60.000, area yang secara historis sering menjadi zona reset setelah koreksi pasca all-time high.
Baca berikutnya: 5 Langkah yang Umum Dilakukan Saat Pasar Kripto Rontok
Target $100.000 Masih Jadi Resistance, Bukan Momentum
Meski $100.000 kerap disebut sebagai target psikologis berikutnya, secara teknikal level ini masih tergolong resistance kuat.
Untuk mendekati area tersebut, Bitcoin perlu lebih dulu merebut kembali zona $82.000 hingga $85.000 dan menembus rata-rata pergerakan 50 minggu yang berada di sekitar $100.400.
Analis menilai, arus akumulasi institusi yang masih terlihat lebih berperan sebagai penopang dasar harga, bukan pendorong reli cepat.
Tanpa tekanan beli yang berkelanjutan, peluang Bitcoin menembus $100.000 dalam waktu singkat dinilai terbatas.
Tekanan Makro Masih Membayangi Aset Berisiko
Dari sisi makroekonomi, kondisi global belum sepenuhnya mendukung pergerakan agresif aset berisiko.
Data manufaktur Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan menunjukkan ekonomi masih cukup solid, sehingga peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat cenderung menurun.
Situasi ini membuat likuiditas cenderung lebih ketat dan menahan minat risiko di pasar kripto. Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin lebih berpeluang bergerak dalam rentang sempit atau membangun fondasi harga ketimbang mencetak reli tajam.
Baca selanjutnya: Co-Founder CoinRoutes Ungkap Dugaan Manipulasi di Balik Crash Bitcoin
Kesimpulan
Peluang Bitcoin kembali ke $100.000 masih terbuka, tetapi bukan skenario dengan probabilitas tinggi dalam waktu dekat.
Selama harga mampu bertahan di atas $75.000, struktur bullish jangka panjang belum sepenuhnya rusak.
Namun tanpa perbaikan struktur teknikal dan dukungan sentimen makro, reli cepat menuju $100.000 dinilai masih berat.
FAQ
- Apa arti level $75.000 bagi harga Bitcoin?
Level $75.000 berfungsi sebagai support utama pada grafik mingguan. Selama harga bertahan di atas area ini, tren naik jangka panjang masih dianggap valid oleh banyak analis. - Mengapa Bitcoin sulit langsung naik ke $100.000?
Secara teknikal, $100.000 merupakan area resistance kuat yang berdekatan dengan rata-rata pergerakan 50 minggu. Tanpa volume beli yang konsisten, harga cenderung tertahan di bawah level tersebut. - Apakah koreksi Bitcoin saat ini tergolong normal?
Dalam siklus bullish, koreksi tajam setelah kenaikan besar tergolong umum. Koreksi ini baru dianggap berbahaya jika disertai dengan penembusan support struktural penting. - Bagaimana pengaruh suku bunga terhadap harga Bitcoin?
Kebijakan suku bunga memengaruhi likuiditas global. Suku bunga tinggi atau penundaan pemangkasan biasanya menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin. - Apakah Februari sering menjadi bulan kenaikan Bitcoin?
Secara historis, Februari lebih sering menjadi bulan konsolidasi atau konfirmasi tren. Kenaikan besar Bitcoin lebih kerap terjadi pada bulan-bulan setelahnya, tergantung kondisi pasar.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CryptoTicker – Will Bitcoin Go Back to $100K This February?, diakses pada 4 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


