Crash pasar kripto yang terjadi pada Oktober lalu kembali menjadi sorotan. Dave Weisberger, Co-Founder CoinRoutes, menilai kejatuhan tajam Bitcoin (BTC) dan altcoin saat itu tidak terjadi secara alami, melainkan diduga sebagai aksi manipulasi pasar yang terkoordinasi.
Dalam pernyataannya di podcast Thinking Crypto, Weisberger menyebut peristiwa tersebut sebagai salah satu gelombang likuidasi terbesar dalam sejarah kripto, dengan total nilai mencapai sekitar US$19 miliar.
Dari jumlah tersebut, Bitcoin menyumbang sekitar US$5 miliar, sementara banyak altcoin mengalami penurunan harga hingga 20–70% di titik terendah.
Sumber: YouTube Thinking Crypto
Baca juga berita terkait: Bitcoin Masuk ke Zona Extreme Fear, Apa yang Perlu Diwaspadai?
Dugaan Serangan Terkoordinasi, Bukan Panic Selling
Weisberger secara terbuka mengakui tidak memiliki bukti hukum. Namun menurutnya, pola dan waktu kejatuhan pasar terlalu rapi untuk sekadar dikategorikan sebagai panic selling.
“Apakah ini manipulasi? Saya sangat meyakininya. Saya tidak memiliki bukti, tetapi momennya terlalu jelas untuk sebuah serangan yang sangat menguntungkan,” kata Weisberger dikutip dari CoinPedia.
Ia menilai crash terjadi saat likuiditas pasar sedang rendah, kondisi yang kerap dimanfaatkan oleh pelaku bermodal besar. Dalam situasi tersebut, tekanan jual relatif kecil sudah cukup untuk memicu reaksi berantai di pasar derivatif.
Menurut Weisberger, pelaku diduga membangun posisi selama berminggu-minggu, dengan mengombinasikan posisi long di pasar spot dan short di kontrak perpetual.
Ketika tekanan jual spot dilepas secara agresif, likuidasi paksa mulai terjadi dan mempercepat penurunan harga, sebelum aset kembali diakumulasi pada level yang jauh lebih rendah.
Likuidasi Massal Perparah Tekanan Pasar
Penurunan harga Bitcoin memicu gelombang likuidasi leverage di berbagai platform. Posisi trader yang menggunakan pinjaman ditutup secara otomatis, menciptakan tekanan jual lanjutan tanpa intervensi manual.
Weisberger menilai pasar derivatif menjadi katalis utama yang memperdalam crash, melampaui pengaruh sentimen makro maupun berita fundamental. Efek domino dari likuidasi ini membuat penurunan harga berlangsung cepat dan ekstrem dalam waktu singkat.
Ia juga menyoroti bahwa platform DeFi mengalami dampak paling besar, karena posisi trader dapat terlihat secara transparan di blockchain, sehingga lebih mudah menjadi target strategi likuidasi.
Sistem Exchange Ikut Disorot
Dalam pandangannya, Weisberger menyebut mekanisme auto-deleveraging milik Binance tidak bekerja optimal saat tekanan likuidasi memuncak.
Kondisi ini dinilai ikut memperbesar ketidakseimbangan pasar, meski tidak secara langsung dituding sebagai penyebab utama crash.
Pernyataan tersebut muncul di tengah diskusi luas mengenai ketahanan infrastruktur exchange ketika pasar menghadapi tekanan ekstrem, terutama saat volume perdagangan derivatif melonjak tajam.
Baca selanjutnya: Era Baru Bitcoin Mining: Hashrate Pecah Rekor, Tapi Keuntungan Makin Tipis
Optimisme Jangka Panjang Tetap Terjaga
Meski mengkritik keras kejadian Oktober, Weisberger tetap menunjukkan sikap optimistis terhadap Bitcoin dalam jangka panjang.
Ia mencatat hash rate Bitcoin saat ini meningkat sekitar enam kali lipat dibanding 2022, mencerminkan kekuatan jaringan yang masih solid.
Selain itu, sekitar 10–30% suplai Bitcoin disebut telah berpindah dari pemegang lama dengan biaya perolehan rendah ke investor baru yang membeli di harga lebih tinggi.
Pergeseran ini dinilai memperkuat basis holder jangka panjang yang lebih tahan terhadap volatilitas jangka pendek.
Kesimpulan
Pernyataan Dave Weisberger kembali menyoroti kerentanan pasar kripto terhadap aksi pemain besar, terutama dalam kondisi likuiditas rendah dan leverage tinggi.
Meski belum terbukti secara hukum, dugaan manipulasi ini menegaskan bahwa pergerakan harga ekstrem tidak selalu dipicu oleh sentimen semata, melainkan juga oleh struktur dan mekanisme pasar itu sendiri.
FAQ
- Apa yang dimaksud dengan dugaan manipulasi dalam crash Bitcoin?
Dugaan manipulasi mengacu pada tindakan terkoordinasi oleh pelaku bermodal besar yang sengaja menekan harga untuk memicu likuidasi dan memperoleh keuntungan dari pergerakan ekstrem pasar. - Apakah crash Bitcoin Oktober terbukti sebagai manipulasi?
Hingga saat ini belum ada bukti hukum atau investigasi regulator yang memastikan manipulasi. Pernyataan tersebut merupakan opini dari pelaku industri berdasarkan pengamatan pola pasar. - Mengapa likuidasi bisa memperparah penurunan harga Bitcoin?
Likuidasi terjadi ketika posisi leverage ditutup paksa oleh sistem. Proses ini menciptakan tekanan jual otomatis yang dapat mempercepat penurunan harga tanpa intervensi trader. - Kenapa pasar derivatif sering disorot saat terjadi crash kripto?
Pasar derivatif memiliki volume besar dan leverage tinggi. Ketika harga bergerak tajam, likuidasi di sektor ini dapat memicu efek domino yang berdampak langsung ke harga spot. - Apakah teori siklus empat tahunan Bitcoin sudah tidak relevan?}
Sebagian analis menilai teori ini semakin lemah karena struktur pasar berubah. Namun masih banyak pihak yang tetap menggunakan siklus sebagai salah satu referensi analisis, bukan patokan mutlak.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


