Dokumen pemerintah Amerika Serikat terbaru terkait Jeffrey Epstein kembali menyeret nama tokoh besar teknologi.
Arsip yang dirilis Departemen Kehakiman AS menunjukkan kontradiksi antara pernyataan publik Elon Musk dan Reid Hoffman dengan bukti email serta catatan resmi yang kini dibuka ke publik.
Dua miliarder itu bahkan saling menyerang di ruang publik setelah dokumen tersebut digunakan sebagai amunisi untuk membuktikan relasi masing-masing dengan Epstein, terpidana kejahatan seksual yang meninggal pada 2019 saat menghadapi dakwaan perdagangan manusia.
Dokumen Resmi Ungkap Email yang Dibantah Elon Musk

Sumber Gambar: Epstein Files via Cryptopolitan
Dalam arsip yang dirilis, Elon Musk tercatat mengirim email kepada Epstein pada November 2012 dengan menanyakan jadwal “pesta paling liar” di pulau pribadi Epstein.
Sebulan kemudian, Musk kembali mengirim pesan yang menyebut keinginannya menghadiri pesta di St. Barts atau kawasan Karibia.
Komunikasi tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Musk di tahun-tahun berikutnya, di mana ia berulang kali menyatakan tidak pernah tertarik mengunjungi pulau Epstein maupun menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Epstein.

Sumber Gambar: X.com
“Inilah mengapa saya sudah lama tahu bahwa Reid Hoffman pergi ke pulau Epstein. Epstein menggunakan kehadiran Reid di sana untuk mencoba membujuk saya agar ikut pergi, tanpa menyadari bahwa hal itu justru akan memberikan efek sebaliknya,” kata Musk pada unggahan media sosial.
Meski rencana kunjungan itu akhirnya dibatalkan dengan alasan logistik, isi email menunjukkan adanya minat yang sebelumnya tidak pernah diakui secara terbuka.
Baca juga berita terkait: Epstein Files Seret Nama Bitcoin, XRP, dan Stellar, Benarkah Berbahaya?
Klaim SpaceX Terbantahkan Arsip DOJ
Kontradiksi lain muncul terkait SpaceX. Pada 2020, Musk menyatakan bahwa Epstein tidak pernah mengunjungi fasilitas SpaceX.
Namun dokumen Februari 2013 memperlihatkan bahwa Epstein dan beberapa asistennya melakukan tur ke fasilitas tersebut setelah mendapat undangan.
Catatan email menunjukkan pertemuan itu diatur langsung oleh asisten Musk. Epstein bahkan mengirim pesan ucapan terima kasih setelah kunjungan tersebut, yang dibalas singkat oleh Musk dengan kalimat, “I see.”
Reid Hoffman Juga Terseret Dokumen

Sumber Gambar: Epstein Files via Cryptopolitan
Nama Reid Hoffman ikut menjadi sorotan setelah arsip mencatat kunjungannya ke pulau Epstein pada November 2014. Perjalanan tersebut difasilitasi menggunakan helikopter yang disiapkan oleh Epstein.
Beberapa minggu kemudian, Hoffman tercatat mengirim hadiah kepada Epstein pada Desember 2014, termasuk es krim yang disebut ditujukan “for the girls” serta benda lain yang dinilai cocok untuk pulau tersebut. Pengiriman hadiah itu terjadi ketika Epstein telah dikenal luas sebagai pelaku kejahatan seksual.
Dokumen lain menunjukkan Hoffman sempat menawarkan bantuan terkait penanganan pemberitaan negatif yang menimpa Epstein, sebelum akhirnya disarankan untuk menunggu hingga situasi mereda.

Sumber Gambar: X.com
Hoffman sebelumnya menyatakan bahwa hubungannya dengan Epstein hanya sebatas konteks penggalangan dana MIT dan berakhir pada 2015.
“Saya hanya mengenal Jeffrey Epstein karena hubungan penggalangan dana dengan MIT, yang sangat saya sesali,” ujar Hoffman pada akun media sosialnya.
Namun pada Februari 2026, Hoffman mengakui bahwa pertemuannya dengan Epstein berlangsung hingga 2018.
Perubahan pernyataan ini memperkuat sorotan publik terhadap ketidaksesuaian klaim para tokoh berpengaruh yang tercantum dalam Epstein Files.
Baca selanjutnya: Daftar Tokoh Kripto yang Muncul di Berkas Epstein Terbaru, Ada Siapa Saja?
Bukan Tuduhan Baru, Tapi Krisis Kredibilitas
Dokumen Epstein Files tidak memuat tuduhan pidana baru terhadap Musk maupun Hoffman.
Namun arsip resmi tersebut menempatkan keduanya dalam tekanan reputasi karena pernyataan lama mereka tidak sepenuhnya selaras dengan bukti tertulis.
Rilis dokumen ini kembali memperlihatkan bagaimana arsip hukum dapat mengguncang narasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun oleh figur publik berpengaruh.
Kesimpulan
Rilis Epstein Files menegaskan bahwa detail lama yang tersimpan dalam arsip resmi bisa menjadi masalah besar ketika akhirnya terbuka.
Dalam kasus Elon Musk dan Reid Hoffman, sorotan utama bukan pada peristiwa baru, melainkan inkonsistensi antara pernyataan publik dan dokumen pemerintah.
Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi terhadap elite teknologi, kasus ini menunjukkan bahwa reputasi dapat goyah bukan karena tuduhan baru, tetapi karena catatan lama yang tak lagi bisa dibantah.
FAQ
- Apa itu Epstein Files?
Epstein Files adalah kumpulan dokumen resmi Departemen Kehakiman AS yang berisi email, catatan perjalanan, dan komunikasi Jeffrey Epstein dengan tokoh berpengaruh. - Apakah Elon Musk terlibat kasus pidana baru?
Tidak. Dokumen yang dirilis tidak memuat tuduhan pidana baru terhadap Elon Musk, melainkan menunjukkan ketidaksesuaian antara klaim publik dan bukti komunikasi. - Mengapa Reid Hoffman ikut disorot?
Karena dokumen mencatat kunjungan ke pulau Epstein dan komunikasi lanjutan yang sebelumnya tidak sepenuhnya diungkap ke publik. - Apakah dokumen ini berdampak hukum langsung?
Sejauh ini tidak ada dampak hukum langsung. Dampaknya lebih besar pada reputasi dan kepercayaan publik. - Kenapa kasus ini kembali ramai dibahas?
Karena dokumen pemerintah yang sebelumnya tidak dibuka kini dirilis, memunculkan detail baru tentang relasi Epstein dengan tokoh besar teknologi.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cryptopolitan – Epstein files catch Musk and Hoffman in web of contradictions, diakses pada 9 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


