Nama Bitcoin (BTC), Ripple (XRP), dan Stellar (XLM) kembali disorot setelah dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files dirilis ke publik.
Arsip tersebut memuat email, catatan hukum, dan korespondensi lama yang menunjukkan kedekatan finansial serta jaringan sosial Jeffrey Epstein dengan sejumlah institusi dan figur penting di ekosistem awal kripto.
Dokumen itu tidak menunjukkan keterlibatan Epstein dalam penciptaan atau pengendalian aset kripto. Namun, catatan yang terungkap memperlihatkan perannya sebagai donatur dan investor yang berada dekat dengan fase awal pendanaan, riset, dan pengembangan industri kripto, terutama pada periode krusial 2013 hingga 2016.
Apa Itu Epstein Files?
Epstein Files merupakan kumpulan jutaan dokumen yang dibuka pemerintah Amerika Serikat sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Isinya mencakup arsip hukum, email internal, catatan keuangan, serta log komunikasi yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein, finansier yang meninggal pada 2019 saat menghadapi dakwaan perdagangan manusia.
Rilis dokumen ini memicu sorotan luas karena mengungkap jejaring Epstein dengan akademisi, investor teknologi, dan pelaku keuangan global.
Di antara arsip tersebut, sejumlah nama dan institusi yang terkait dengan industri kripto ikut muncul.
Baca berita terbaru lainnya: AS Tegas Tak Bailout Kripto, Harga Bitcoin (BTC) Langsung Tergelincir
Jejak Epstein di Ekosistem Awal Bitcoin
Dokumen Epstein Files menunjukkan bahwa Epstein memiliki kedekatan dengan ekosistem institusional Bitcoin pada masa ketika pendanaan pengembang berada dalam kondisi rapuh.
Pada periode tersebut, Bitcoin Foundation mengalami kolaps, sementara pengembangan protokol inti membutuhkan pendanaan berkelanjutan.
MIT Media Lab melalui Digital Currency Initiative kemudian mengambil peran penting dengan membiayai sejumlah pengembang Bitcoin Core.
Epstein tercatat sebagai donatur MIT Media Lab pada periode itu. Email internal yang kini dibuka menunjukkan bahwa dana hibah digunakan untuk merekrut dan mempertahankan pengembang inti Bitcoin, langkah yang dinilai krusial dalam menjaga stabilitas proyek.
Selain itu, Epstein juga muncul sebagai investor awal Blockstream, perusahaan infrastruktur yang berperan besar dalam pengembangan dan perdebatan arah teknis Bitcoin.
Dalam korespondensi tahun 2014, alokasi investasinya bahkan dinaikkan signifikan dari rencana awal.

Sumber Gambar: Departemen Kehakiman AS via CCN
Dokumen juga mengonfirmasi bahwa Epstein mengenal Adam Back, kriptografer yang karyanya menjadi fondasi mekanisme proof of work (PoW) Bitcoin dan kemudian menjadi figur kunci di Blockstream.
Meski demikian, tidak ada bukti Epstein terlibat dalam pengembangan kode, pengambilan keputusan teknis, atau pengendalian jaringan Bitcoin.
Klaim Pernah Berbicara dengan “Pendiri Bitcoin”

Sumber Gambar: Departemen Kehakiman AS via CCN
Salah satu dokumen yang paling banyak dibicarakan adalah email Epstein pada 2016, di mana ia mengklaim pernah berbicara dengan “beberapa pendiri Bitcoin” saat membahas ide mata uang digital berbasis prinsip syariah.
“Saya telah berbicara dengan beberapa pendiri Bitcoin yang sangat antusias,” klaim Epstein dikutip dari CCN.
Email tersebut tidak menyebutkan nama, tidak diikuti bukti lanjutan, dan tidak terhubung dengan jejak teknis apa pun. Tidak ada kaitan dengan alamat dompet awal Bitcoin, komunikasi Satoshi Nakamoto, maupun pengembangan white paper.
Epstein Files secara eksplisit tidak mendukung klaim bahwa Epstein adalah Satoshi Nakamoto atau bagian dari pencipta Bitcoin.
Ripple dan Stellar Muncul dalam Email Internal

Sumber Gambar: Departemen Kehakiman AS via CCN
Nama Ripple dan Stellar muncul dalam konteks berbeda. Sebuah email internal tahun 2014 berjudul “Stellar isn’t so Stellar” menyoroti kekhawatiran sebagian investor Bitcoin terkait tumpang tindih pendanaan antara proyek Bitcoin-aligned dengan Ripple dan Stellar.
Email tersebut menilai bahwa pendanaan ganda dapat menimbulkan konflik kepentingan dan risiko reputasi di tengah persaingan ideologi dan teknis kripto awal. Epstein tercantum sebagai penerima email, tetapi tidak sebagai penulis atau pengarah isi.
Tidak ada bukti dalam dokumen yang menunjukkan Epstein memengaruhi kebijakan, strategi, atau narasi terhadap Ripple maupun Stellar.
Menanggapi beredarnya dokumen tersebut, mantan CTO Ripple, David Schwartz, menyatakan tidak mengetahui adanya hubungan Epstein dengan Ripple atau Stellar, serta tidak menemukan bukti keterlibatan langsung dalam aktivitas perusahaan.

Sumber Gambar: X.com
Baca juga berita terkait: Crypto Winter atau Fase Baru? Ini yang Sebenarnya Terjadi di Pasar Kripto
Investasi di Coinbase dan Proyek Kripto Lain

Sumber Gambar: Departemen Kehakiman AS via CCN
Dokumen juga mencatat Epstein sebagai investor awal Coinbase. Email internal menunjukkan ia menanamkan dana sekitar US$3 juta pada 2014, saat valuasi Coinbase berada di kisaran US$400 juta. Investasi tersebut bersifat pasif dan tidak disertai peran operasional.
Selain Coinbase, terdapat korespondensi Epstein dengan individu yang terkait proyek Zcash, terutama dalam konteks administrasi dan dokumen pajak.
Lagi-lagi, tidak ditemukan bukti keterlibatan Epstein dalam desain protokol atau pengambilan keputusan teknis.
Apakah Kripto Benar-Benar Dalam Bahaya?
Berdasarkan dokumen yang tersedia, Epstein Files tidak menunjukkan ancaman langsung terhadap Bitcoin, XRP, Stellar, maupun teknologi kripto secara keseluruhan.
Yang terungkap justru menyoroti karakter industri kripto pada fase awal, ketika pendanaan, legitimasi, dan pengembangan masih sangat bergantung pada institusi akademik, investor besar, dan jaringan elite. Kedekatan finansial tidak otomatis berarti kendali teknis.
Bitcoin tetap berjalan sebagai sistem open source, dengan konsensus ditentukan oleh pengembang, penambang, dan node independen.
Perdebatan besar seperti isu block size menunjukkan bahwa modal dan pengaruh institusional tidak selalu menentukan arah akhir jaringan.
Risiko yang lebih relevan saat ini berada pada ranah reputasi dan narasi publik, bukan pada fondasi teknis atau keamanan jaringan.
Kesimpulan
Epstein Files menyeret nama Bitcoin, XRP, dan Stellar ke ruang publik, tetapi tidak mengubah dasar teknis maupun operasional kripto.
Dokumen tersebut membuka sisi sejarah pendanaan dan jejaring awal industri, tanpa membuktikan adanya kendali tersembunyi atau ancaman sistemik.
Bagi pasar dan pembaca, pembeda utama terletak pada kemampuan memilah antara kedekatan historis dan pengaruh nyata.
Selama desentralisasi dan transparansi tetap dijaga, kontroversi masa lalu tidak serta-merta menentukan masa depan kripto.
FAQ
- Apakah Jeffrey Epstein terlibat dalam penciptaan Bitcoin?
Tidak. Tidak ada bukti Epstein menulis white paper Bitcoin, mengembangkan kode, atau mengendalikan dompet awal Bitcoin. - Kenapa nama Ripple dan Stellar ikut disebut dalam Epstein Files?
Nama Ripple dan Stellar muncul dalam email internal investor Bitcoin yang membahas konflik pendanaan dan reputasi di awal industri, bukan karena keterlibatan langsung Epstein dalam proyek tersebut. - Apakah Epstein mengendalikan Bitcoin lewat MIT Media Lab?
Tidak. Epstein tercatat sebagai donatur, tetapi pengembangan Bitcoin tetap bersifat open source dan tidak berada di bawah kendali satu pihak. - Apakah investasi Epstein di Coinbase berpengaruh ke arah bisnisnya?
Dokumen menunjukkan investasi bersifat pasif. Tidak ada bukti keterlibatan Epstein dalam manajemen atau pengambilan keputusan Coinbase. - Apakah Epstein Files berdampak ke keamanan dan masa depan kripto?
Dampaknya lebih ke sentimen dan reputasi. Tidak ada indikasi ancaman teknis atau risiko eksistensial terhadap jaringan kripto.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita XRP






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


