XRP dan saham Bank Central Asia (BBCA) datang dari dua pasar yang berbeda. Namun saat ini keduanya memiliki kesamaan yang cukup mencolok, yakni sama-sama mengalami koreksi tajam dari level tertingginya.
Berdasarkan data TradingView per Senin (8/6), XRP turun sekitar 71,33% sementara BBCA terkoreksi sekitar 55% dari level tertinggi.
Meski penyebabnya tidak sepenuhnya sama, penurunan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap aset berisiko masih terjadi di berbagai pasar.
XRP Kehilangan Lebih dari 70% dari Puncaknya
Setelah sempat mencatat reli besar sepanjang 2025, XRP kini memasuki fase koreksi yang cukup dalam.

Sumber: TradingView
Data TradingView menunjukkan harga XRP turun dari area $3,75 ke sekitar $1,14. Penurunan ini membuat sebagian besar keuntungan yang tercipta saat reli sebelumnya terhapus.
Selain tekanan jual di pasar kripto secara umum, XRP juga menghadapi sentimen yang lebih berhati-hati dari investor setelah pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.
Dari sisi teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) bulanan berada di kisaran 41, menunjukkan momentum masih cenderung melemah dibanding saat XRP berada di fase bullish.
Baca juga: IHSG Anjlok 35% dalam 6 Bulan, Bagaimana dengan Bitcoin (BTC) dkk?
BBCA Ikut Tertekan di Tengah Pelemahan IHSG

Sumber: TradingView
Kondisi serupa terlihat pada BBCA. Saham bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia tersebut turun dari area tertinggi di sekitar Rp.10.900 menjadi sekitar Rp4.860 atau terkoreksi hampir 56%.
Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belakangan menghadapi tekanan besar. Saham-saham perbankan besar juga ikut mengalami aksi jual yang cukup agresif.
RSI bulanan BBCA bahkan berada di sekitar 23, yang menunjukkan kondisi jauh lebih lemah dibanding rata-rata historisnya.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa pergerakan saham dan kripto memiliki karakteristik yang berbeda. BBCA lebih dipengaruhi kondisi ekonomi domestik dan pasar saham Indonesia, sedangkan XRP bergerak mengikuti dinamika pasar kripto global.
Apa Pelajaran yang Bisa Dipelajari?
Kasus XRP dan BBCA menunjukkan bahwa tidak ada aset yang selalu naik tanpa koreksi.
Saat sentimen pasar memburuk, bahkan aset yang sebelumnya menjadi favorit investor dapat mengalami penurunan tajam dari puncaknya.
Karena itu, investor biasanya tidak hanya memperhatikan potensi keuntungan, tetapi juga risiko penurunan yang dapat terjadi ketika kondisi pasar berubah.
Kesimpulan
Meski berasal dari dua pasar yang berbeda, XRP dan BBCA saat ini memiliki cerita yang mirip. Keduanya sama-sama kehilangan lebih dari separuh nilainya dari all time high (ATH).
Perbedaan sektor dan fundamental tidak membuat keduanya kebal terhadap perubahan sentimen pasar. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa dalam investasi, menjaga risiko sering kali sama pentingnya dengan mencari keuntungan.
FAQ
1. Mengapa XRP dan BBCA bisa turun bersamaan?
Keduanya dipengaruhi oleh sentimen investor yang sedang berhati-hati terhadap aset berisiko, meski faktor fundamental yang memengaruhi masing-masing aset berbeda.
2. Berapa penurunan XRP dari harga tertingginya?
Berdasarkan grafik yang dilampirkan, XRP turun sekitar 71,33% dari puncaknya.
3. Berapa penurunan BBCA dari level tertinggi?
BBCA terkoreksi sekitar 55,74% dari area tertingginya yang hampir menginjak Rp11.000.
4. Apa itu ATH dalam investasi?
ATH atau All-Time High adalah harga tertinggi yang pernah dicapai suatu aset sepanjang sejarah perdagangannya.
5. Apakah koreksi besar selalu berarti tren jangka panjang berakhir?
Tidak selalu. Koreksi dapat terjadi sebagai bagian dari siklus pasar. Investor biasanya melihat faktor fundamental dan kondisi pasar sebelum menarik kesimpulan lebih lanjut.
6. Mana yang lebih volatil, XRP atau BBCA?
Secara umum, aset kripto seperti XRP memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibanding saham perbankan seperti BBCA karena diperdagangkan 24 jam dan lebih sensitif terhadap sentimen global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #berita terkini saham hari ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
