Robert Kiyosaki kembali menegaskan pandangannya soal aset lindung nilai. Penulis buku Rich Dad Poor Dad itu menyatakan Bitcoin lebih unggul dibanding emas jika harus memilih satu aset untuk melindungi kekayaan jangka panjang.
Pernyataan ini disampaikan Kiyosaki melalui unggahan di X pada Senin (9/2), di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak setelah koreksi tajam aset berisiko.
Ia menilai masalah utama bukan volatilitas, melainkan pelemahan nilai mata uang fiat yang terus berulang.
I am often asked:
Which is a better investment?
Gold or Bitcoin.
Obviously I would say both for diversification of assets and add silver.
Yet if I had to choose only one asset I would choose Butcoin.
Why?
Because gold is in theory infinite. When the price of gold rises…
— Robert Kiyosaki (@theRealKiyosaki) February 9, 2026
Bitcoin dan Emas Sama-sama Pelindung Nilai, Tapi Berbeda Arah
Menurut Kiyosaki, emas, perak, dan Bitcoin selama ini punya peran yang sama, yaitu sebagai perlindungan dari inflasi dan kebijakan bank sentral.
Namun, jika dipaksa memilih satu aset, pilihannya kini condong ke Bitcoin.
Ia menyoroti perbedaan mendasar pada sisi pasokan. Emas secara teori tidak terbatas, karena kenaikan harga akan mendorong aktivitas penambangan baru.
Sebaliknya, Bitcoin memiliki batas pasokan tetap 21 juta koin yang tidak bisa diubah oleh siapa pun.
“Secara desain, tidak akan ada Bitcoin tambahan setelah 21 juta tercapai,” tulis Kiyosaki di X.
Menurutnya, kelangkaan inilah yang membuat Bitcoin memiliki karakter lindung nilai yang lebih kuat.
Momentum Pernyataan Kiyosaki di Tengah Tekanan Pasar
Komentar Kiyosaki muncul setelah Bitcoin sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir.

Sumber: TradingView
Saat pernyataan itu beredar, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $70.700 kemudian jatuh ke $69.353 hari ini (10/2), masih jauh dari puncaknya pada Oktober lalu.
Di sisi lain, emas justru mulai pulih setelah ikut terkoreksi pada gejolak pasar global. Harga emas tercatat kembali bergerak di atas $5.000 per ounce, naik sekitar 2,21% dalam sehari.
Kiyosaki juga mengungkap bahwa ia sempat menjual perak untuk membeli Bitcoin, sebuah pergeseran fokus yang menarik perhatian pasar. Meski begitu, ia menegaskan tetap memiliki emas, perak, dan aset riil lain seperti minyak.
Baca juga: CryptoQuant Sebut Bitcoin Mengalami Perubahan Struktural, Apa Dampaknya?
Kelangkaan Jadi Faktor Penentu
Bagi Kiyosaki, volatilitas harga bukan risiko utama. Ia menilai risiko terbesar justru datang dari debasement mata uang, ketika nilai uang terus tergerus oleh utang dan kebijakan moneter longgar.
Karena itu, Bitcoin diposisikan bukan sebagai aset spekulatif jangka pendek, melainkan asuransi jangka panjang. Ia menilai selama pasokan Bitcoin tidak bisa ditambah, logika dasarnya tetap utuh.
Pandangan ini menegaskan kembali posisi Kiyosaki sebagai salah satu tokoh yang konsisten melihat Bitcoin sejajar dengan emas, namun kini dengan penekanan yang lebih tegas.
Kesimpulan
Pernyataan Robert Kiyosaki menunjukkan perubahan penekanan, bukan perubahan arah total.
Ia tetap memandang emas dan Bitcoin sebagai pelindung nilai, tetapi kelangkaan pasokan Bitcoin membuatnya lebih unggul dalam konteks jangka panjang.
Bagi pasar, sikap ini mencerminkan bagaimana sebagian investor melihat Bitcoin bukan lagi sekadar aset digital, melainkan bagian dari strategi perlindungan nilai di tengah ketidakpastian global.
FAQ
- Apa alasan utama Robert Kiyosaki memilih Bitcoin dibanding emas?
Alasan utamanya adalah batas pasokan Bitcoin yang tetap 21 juta koin, sementara emas bisa terus ditambang saat harga naik. - Apakah Kiyosaki meninggalkan emas sepenuhnya?
Tidak. Ia menyatakan masih memiliki emas dan perak, tetapi jika harus memilih satu aset, Bitcoin menjadi pilihannya. - Apakah pernyataan ini berarti Bitcoin aman dari volatilitas?
Tidak. Kiyosaki menilai volatilitas bukan risiko utama, melainkan pelemahan nilai mata uang fiat dalam jangka panjang. - Kapan Kiyosaki mulai mendukung Bitcoin?
Ia mulai menyuarakan dukungannya terhadap Bitcoin sekitar 2018, dengan menempatkannya sejajar dengan emas dan perak. - Apakah Kiyosaki melihat Bitcoin sebagai investasi jangka pendek?
Tidak. Ia memposisikan Bitcoin sebagai asuransi jangka panjang, bukan instrumen trading jangka pendek.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
The Street – ‘Rich Dad Poor Dad’ author makes shocking asset choice, diakses pada 10 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Tokoh Kripto Dunia, #info emas 2026





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
