Mantan Chief Technology Officer Ripple, David Schwartz, memperingatkan bahwa Bitcoin (BTC) kemungkinan akan membutuhkan “quantum fork” di masa depan agar tetap aman dari ancaman quantum computing.
Tanpa pembaruan besar tersebut, ia menyebut jaringan bisa menghadapi risiko serius dalam jangka panjang.
Pernyataan itu disampaikan Schwartz dalam diskusi daring terbaru, ketika ia menyoroti bahwa keamanan Bitcoin saat ini masih bergantung pada sistem kriptografi yang suatu hari dapat dilemahkan oleh kemajuan teknologi komputasi kuantum.
Schwartz mengatakan Bitcoin “akan membutuhkan fork agar menjadi quantum proof.” Jika jaringan gagal beradaptasi ketika quantum computing berkembang cukup jauh, dampaknya bisa mengancam integritas sistem.
“Untuk 99% dari hal yang membuat Bitcoin menarik, yang dibutuhkan dari blockchain hanyalah memastikan orang bisa mengandalkan kemampuan untuk menyimpan dan mentransfer Bitcoin di masa depan. Itu tidak memerlukan teknologi apa pun yang tidak tersedia di setiap blockchain publik saat ini,” ujarnya dikutip dari CoinPedia.
Baca selanjutnya: Standard Chartered Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Bakal Turun ke US$50.000
Ancaman Masih Jauh, Tapi Nyata
Saat ini Bitcoin menggunakan algoritma kriptografi ECDSA untuk mengamankan transaksi dan private key. Sistem ini dinilai sangat aman terhadap komputer konvensional.
Namun secara teori, quantum computer dengan kapasitas tinggi dapat memecahkan enkripsi tersebut menggunakan metode matematika seperti Shor’s Algorithm.
Meski demikian, sebagian besar peneliti menilai teknologi quantum belum berada pada tahap yang mampu membobol jaringan Bitcoin secara praktis. Diskusi yang berkembang lebih bersifat antisipatif ketimbang ancaman langsung.
Dominasi Bitcoin Lebih Bertumpu pada Kepercayaan
Selain isu keamanan, Schwartz juga menyinggung bahwa kesuksesan Bitcoin selama ini lebih banyak ditopang oleh reputasi dan kepercayaan pasar daripada inovasi teknis berkelanjutan.
Menurutnya, fungsi utama blockchain Bitcoin hanya memastikan orang dapat menyimpan dan mentransfer aset secara andal. Teknologi tersebut, katanya, bukan sesuatu yang unik di antara blockchain publik lainnya.
Komentar ini kembali memicu diskusi lama tentang apakah pendekatan konservatif Bitcoin terhadap upgrade justru menjadi tantangan jika perubahan teknologi besar terjadi di luar ekosistem kripto.
Baca berita berikutnya: Bitcoin (BTC) Ambruk 50%, Grayscale Justru Lihat Peluang di Altcoin Ini
Kesimpulan
Isu “post-quantum cryptography” semakin sering dibahas di kalangan peneliti keamanan siber dan pengembang blockchain. Beberapa proyek mulai mengeksplorasi algoritma tahan quantum sebagai langkah preventif.
Namun bagi Bitcoin, perubahan sebesar hard fork memerlukan konsensus luas dari komunitas global, miner, node, dan developer. Proses tersebut tidak sederhana dan berpotensi memicu perdebatan internal.
Untuk saat ini, pernyataan Schwartz belum mengarah pada risiko jangka pendek. Tetapi diskusi ini menegaskan satu hal: bahkan aset kripto terbesar sekalipun tidak kebal terhadap evolusi teknologi.
FAQ
- Apa maksud Bitcoin perlu quantum fork?
Quantum fork adalah perubahan besar pada protokol Bitcoin untuk mengganti sistem kriptografi agar tahan terhadap serangan quantum computing. - Apakah Bitcoin saat ini dalam bahaya?
Tidak. Quantum computer saat ini belum cukup kuat untuk membobol enkripsi Bitcoin. Ancaman masih bersifat jangka panjang. - Apa itu ancaman quantum computing terhadap kripto?
Quantum computing berpotensi memecahkan sistem kriptografi seperti ECDSA yang digunakan untuk melindungi private key dan transaksi blockchain. - Mengapa Bitcoin sulit melakukan upgrade besar?
Karena Bitcoin bersifat terdesentralisasi dan setiap perubahan protokol membutuhkan konsensus global dari komunitasnya. - Apakah blockchain lain lebih siap menghadapi serangan quantum?
Beberapa proyek mulai meneliti solusi post-quantum, tetapi mayoritas blockchain publik masih menggunakan sistem kriptografi serupa dengan Bitcoin.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


