Bitcoin (BTC) Ambruk 50%, Grayscale Justru Lihat Peluang di Altcoin Ini
icon search
icon search

Top Performers

Bitcoin (BTC) Ambruk 50%, Grayscale Justru Lihat Peluang di Altcoin Ini

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Bitcoin (BTC) Ambruk 50%, Grayscale Justru Lihat Peluang di Altcoin Ini

Bitcoin (BTC) Ambruk 50%, Grayscale Justru Lihat Peluang di Altcoin Ini

Daftar Isi

Bitcoin (BTC) sempat anjlok lebih dari 50% dan menyentuh kisaran US$60.000, tercatat turun tajam dari puncaknya pada Oktober 2025. 

Namun, manajer aset digital Grayscale menilai koreksi tersebut bukan krisis internal kripto, melainkan bagian dari gelombang risk-off yang juga menghantam saham teknologi di Amerika Serikat.

Dalam laporan pasar terbarunya, Grayscale menyebut pergerakan Bitcoin selama 12 bulan terakhir sangat berkorelasi dengan saham software AS berkapitalisasi besar dan valuasi tinggi. Ketika saham teknologi terkoreksi, Bitcoin bergerak hampir identik. 

 

Investor AS Dominan Jual, Whale Lama Bertahan

 

Coinbase Premium

Sumber Gambar: Greyscale

 

Data yang dikutip Grayscale menunjukkan tekanan jual terbesar datang dari investor Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari harga Bitcoin di Coinbase yang sempat diperdagangkan lebih rendah dibanding Binance saat fase terendah. 

Selain itu, produk spot Bitcoin ETP mencatat arus keluar bersih sekitar US$318 juta sejak awal Februari 2026.

Meski begitu, data on-chain tidak menunjukkan adanya likuidasi besar dari “OG whales” atau pemegang Bitcoin jangka panjang. 

Dengan kata lain, pelaku pasar lama cenderung bertahan di tengah volatilitas, sementara tekanan lebih banyak datang dari investor jangka pendek dan institusi berbasis AS.

Kondisi ini memperlihatkan dinamika yang berbeda antara trader reaktif dan holder jangka panjang.

 

Baca juga berita serupa: Bitcoin Mandek, Altcoin Pippin dan LayerZero Malah Jadi Top Gainers

 

Altcoin Terpukul Lebih Dalam

Jika Bitcoin terkoreksi lebih dari 50%, sejumlah altcoin justru mengalami penurunan yang lebih tajam. Token bertema AI turun sekitar 71% dalam satu bulan. 

Sektor utilities dan services melemah 69%, sementara token consumer dan culture terkoreksi 66%. Platform smart contract turun sekitar 58%.

Pola ini bukan hal baru. Dalam fase koreksi tajam, altcoin hampir selalu mencatat drawdown lebih besar dibanding Bitcoin karena volatilitasnya yang lebih tinggi dan likuiditas yang lebih tipis.

 

ETH, SOL, dan LINK Dinilai Berpeluang Pulih

Setelah koreksi besar, Grayscale menyebut beberapa aset yang berpotensi menjadi kandidat pemulihan, yakni Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan Chainlink (LINK).

“Bagi investor yang ingin memposisikan portofolio untuk pertumbuhan dalam stablecoin dan aset tokenisasi secara khusus, kami percaya bahwa penerima manfaat paling langsung kemungkinan adalah platform kontrak pintar terkemuka seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) serta teknologi middleware penting seperti Chainlink (LINK),” tulis laporan Greyscale.

Menurut perusahaan itu, ketiga aset ini berpeluang mendapat manfaat dari pertumbuhan stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata. Infrastruktur smart contract dan oracle dinilai tetap menjadi fondasi penting dalam ekosistem kripto, terutama ketika adopsi institusional meningkat.

Selain itu, Grayscale juga menyoroti sektor privacy, perpetual futures, dan prediction markets sebagai area yang mulai menunjukkan traksi. Zcash (ZEC) disebut dalam konteks privasi, sementara Hyperliquid (HYPE) dikaitkan dengan ekspansi pasar prediksi.

 

Bitcoin: Emas Digital atau Aset Growth?

Grayscale mengambil posisi tegas bahwa Bitcoin adalah keduanya. Di satu sisi, Bitcoin memiliki karakteristik seperti emas, yaitu suplai terbatas dan tidak dikendalikan pemerintah. 

Di sisi lain, usianya yang relatif muda, sekitar 17 tahun, membuatnya masih diperlakukan pasar sebagai aset pertumbuhan yang sensitif terhadap sentimen makro dan pasar saham.

Jika suatu saat Bitcoin matang sebagai aset moneter global, Grayscale memperkirakan volatilitasnya akan menurun dan korelasinya terhadap pasar ekuitas berkurang. Namun, untuk saat ini, hubungan dengan saham teknologi masih kuat.

 

Baca selanjutnya: Grayscale Sebut Bitcoin (BTC) Mirip Saham Tech, Bukan Safe Haven

 

Faktor Regulasi Masih Jadi Sentimen

Di luar faktor makro, regulasi juga menjadi perhatian pasar. Grayscale menyinggung tertundanya pembahasan CLARITY Act di Senat AS sebagai salah satu faktor yang membebani valuasi kripto dalam jangka pendek. 

Pemerintah AS bahkan menggelar pertemuan lanjutan dengan pelaku industri untuk mendorong kepastian aturan.

Ketidakpastian regulasi sering kali memicu aksi ambil untung dan menambah tekanan pada aset berisiko seperti kripto.

 

Kesimpulan

Koreksi lebih dari 50% pada Bitcoin memang terlihat ekstrem. Namun, data yang dipaparkan Grayscale menunjukkan bahwa penurunan ini selaras dengan pelemahan saham teknologi, bukan akibat krisis struktural di sektor kripto.

Investor AS menjadi kontributor utama tekanan jual, sementara pemegang jangka panjang relatif bertahan. Di tengah volatilitas tersebut, Grayscale melihat peluang pada ETH, SOL, LINK, serta sektor privacy dan prediction markets.

Bagi pelaku pasar, fase seperti ini sering menjadi momen evaluasi ulang: apakah Bitcoin akan tetap bergerak seperti saham growth, atau perlahan mendekati karakter emas digital yang lebih stabil.

 

FAQ

  • Mengapa Bitcoin bisa turun lebih dari 50% dalam waktu singkat?
    Penurunan tajam Bitcoin sering dipicu kombinasi sentimen makro, aksi ambil untung, dan korelasi dengan aset berisiko seperti saham teknologi. Dalam kasus terbaru, pergerakannya selaras dengan koreksi saham software AS.
  • Apa arti korelasi Bitcoin dengan saham teknologi?
    Korelasi berarti Bitcoin bergerak searah dengan saham tech. Saat investor mengurangi eksposur pada aset growth, baik saham maupun kripto cenderung ikut tertekan.
  • Siapa yang paling banyak menjual saat BTC crash?
    Berdasarkan data Grayscale, tekanan jual terbesar datang dari investor berbasis AS, terlihat dari diskon harga di Coinbase dan arus keluar dana dari spot Bitcoin ETP.
  • Mengapa ETH, SOL, dan LINK disebut berpotensi pulih?
    Ketiganya berperan penting dalam infrastruktur smart contract, oracle, dan adopsi stablecoin. Jika aktivitas on-chain dan tokenisasi aset meningkat, proyek-proyek ini bisa mendapat manfaat lebih cepat dibanding sektor lain.
  • Apa itu CLARITY Act dan mengapa berpengaruh ke harga kripto?
    CLARITY Act adalah rancangan undang-undang di AS yang bertujuan memberi kepastian regulasi untuk aset digital. Ketidakpastian atau penundaan regulasi sering memicu volatilitas karena investor menunggu kejelasan aturan.
  • Apakah crash 50% berarti pasar kripto memasuki bear market panjang?
    Tidak selalu. Dalam sejarahnya, Bitcoin beberapa kali mengalami koreksi lebih dari 40–50% sebelum melanjutkan tren naik. Namun, arah selanjutnya tetap dipengaruhi kondisi makro, likuiditas global, dan sentimen investor.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Referensi:

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin

Lebih Banyak dari Altcoin,Berita,Bitcoin

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
SAPIEN/IDR
Sapien
9.501
466.21%
AVNT/IDR
Avantis
6.999
192.23%
DODO/IDR
DODO
1.157
89.36%
COW/IDR
CoW Protoc
4.939
74.03%
BP/IDR
Backpack
4.291
64.15%
Nama Harga 24H Chg
UB/IDR
Unibase
1.964
-46.54%
DVI/IDR
Dvision Ne
2
-33.33%
SHRED/IDR
ShredN
23
-17.86%
H/IDR
Humanity P
10.644
-16.44%
FUEL/IDR
Fuel
11
-15.44%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Analis Terkenal Jagokan 3 Altcoin Ini, Bisa Meledak Usai CLARITY Act Sah
03/06/2026
Analis Terkenal Jagokan 3 Altcoin Ini, Bisa Meledak Usai CLARITY Act Sah

Pasar kripto mendapat sorotan baru terkait pembahasan CLARITY Act di

03/06/2026
Bisakah defi.app Jadi Robinhood-nya DeFi? Ini Analisisnya
03/06/2026
Bisakah defi.app Jadi Robinhood-nya DeFi? Ini Analisisnya

Lembaga riset Tiger Research menilai defi.app berpotensi menjadi salah satu

03/06/2026
Bukan Lagi Sekadar USDC, Circle Bidik Pasar AI dan Pembayaran Global
03/06/2026
Bukan Lagi Sekadar USDC, Circle Bidik Pasar AI dan Pembayaran Global

Circle Internet Group (CRCL) tengah melakukan transformasi besar.  Perusahaan yang

03/06/2026