Robert Kiyosaki kembali menyoroti prediksinya soal crash pasar saham terbesar dalam sejarah.
Di tengah harga kripto yang masih lebih rendah dibanding Q4 2025, ia justru melihat peluang besar bagi Bitcoin dan Ethereum.
Penulis buku Rich Dad Poor Dad itu menyebut dunia sedang menuju fase yang ia sebut sebagai “Greater Depression”, kondisi krisis yang menurutnya bisa lebih parah dari depresi besar di Amerika Serikat puluhan tahun lalu.
Kiyosaki: Saham Akan Tumbang, Aset “Nyata” Menguat
Dalam bukunya yang terbit pada 2013, Kiyosaki telah memperingatkan potensi kehancuran besar di pasar saham.
Ia berpendapat bahwa utang global yang tinggi, inflasi, serta kebijakan moneter yang lemah dapat memicu koreksi besar di pasar keuangan tradisional.
Menurutnya, ketika kepanikan melanda, aset seperti saham, obligasi, dan ekuitas berisiko mengalami tekanan tajam. Sebaliknya, ia menilai emas, perak, Bitcoin (BTC), dan Ethereum (ETH) sebagai aset dengan nilai riil yang lebih tahan terhadap krisis sistemik.
Kiyosaki bahkan menyatakan dirinya terus membeli Bitcoin saat harga turun. Ia menekankan bahwa Bitcoin memiliki suplai terbatas hanya 21 juta koin, berbeda dengan mata uang fiat yang bisa dicetak tanpa batas.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Naik, Tapi Analis Senior Sebut Smart Money Diam-Diam Keluar
Mengapa Kripto Bisa Naik Saat Crash?
I Am Warning You: In Rich Dad’s Prophecy published 2013 I warned of the biggest stock market crash in history still coming.
That giant crash is now imminent.
The good news is those of you who followed my rich dad’s warning and prepared….the coming crash will make you richer…
— Robert Kiyosaki (@theRealKiyosaki) February 17, 2026
Secara historis, pasar kripto memang dikenal volatil. Namun Kiyosaki melihat pola berbeda dalam jangka panjang.
Ia berargumen bahwa ketika investor kehilangan kepercayaan terhadap sistem keuangan tradisional, mereka cenderung mencari aset alternatif.
Dalam konteks ini, Bitcoin dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang.
Narasi tersebut diperkuat oleh akumulasi besar oleh whale dan institusi dalam beberapa bulan terakhir, meski harga kripto masih tertekan dibanding akhir 2025. Kondisi ini sering disebut sebagai fase akumulasi sebelum siklus baru dimulai.
Meski begitu, penting dicatat bahwa crash tidak selalu langsung diikuti reli. Tekanan likuiditas dan sentimen global bisa membuat pasar bergerak tidak menentu dalam jangka pendek.
Antara Keyakinan dan Risiko
Optimisme Kiyosaki bukan tanpa risiko. Pasar keuangan global saling terhubung, sehingga krisis besar bisa menekan semua kelas aset, termasuk kripto, setidaknya di fase awal.
Namun bagi investor jangka panjang, periode penurunan sering dianggap sebagai fase pembentukan dasar harga. Kiyosaki sendiri menilai momen kepanikan sebagai kesempatan membeli aset kuat dengan diskon.
Pada akhirnya, prediksi “Great Depression” ini masih menjadi perdebatan. Yang jelas, Kiyosaki tetap konsisten pada pandangannya bahwa kripto akan menjadi salah satu penerima manfaat jika sistem keuangan tradisional terguncang.
Kesimpulan
Robert Kiyosaki kembali menegaskan prediksi crash besar yang menurutnya sudah lama ia peringatkan.
Ia melihat potensi pelemahan saham dan obligasi, tetapi optimistis bahwa Bitcoin dan Ethereum justru akan menguat dalam siklus berikutnya.
Apakah skenario tersebut akan terjadi dalam waktu dekat atau tidak, masih bergantung pada dinamika makro global.
Namun satu hal pasti, perdebatan soal peran kripto sebagai aset lindung nilai semakin relevan di tengah ketidakpastian ekonomi.
FAQ
1. Apa yang dimaksud Kiyosaki dengan “Great Depression” baru?
Ia merujuk pada potensi krisis ekonomi besar yang bisa lebih parah dari depresi besar di AS, dipicu utang tinggi dan kebijakan moneter lemah.
2. Mengapa Kiyosaki memilih Bitcoin dan Ethereum?
Menurutnya, Bitcoin memiliki suplai terbatas 21 juta koin, sementara Ethereum memiliki utilitas luas di ekosistem blockchain.
3. Apakah kripto selalu naik saat pasar saham crash?
Tidak selalu. Dalam jangka pendek, kripto bisa ikut turun karena tekanan likuiditas, tetapi beberapa investor melihatnya sebagai aset alternatif jangka panjang.
4. Apa itu fase akumulasi dalam kripto?
Fase ketika investor besar membeli aset saat harga rendah sebelum potensi siklus kenaikan berikutnya.
5. Apakah prediksi crash Kiyosaki pasti terjadi?
Prediksi pasar bersifat spekulatif. Faktor makro seperti inflasi, suku bunga, dan kebijakan global sangat mempengaruhi arah pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Cryptonewsland – Robert Kiyosaki Draws Attention to His Stock Market Crash Prediction, Crypto Expected to Surge, diakses pada 18 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Tokoh Kripto Dunia, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Robert Kiyosaki





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
