Investor miliarder Kevin O’Leary menyatakan tetap optimistis terhadap Bitcoin, tetapi menilai ada satu faktor besar yang menahan minat whale institusional untuk menambah eksposur.
Menurutnya, kepastian terkait risiko quantum computing menjadi syarat utama sebelum alokasi Bitcoin bisa meningkat signifikan.
O’Leary mengingatkan bahwa Bitcoin baru saja mengalami koreksi tajam hingga 50%, sesuatu yang bukan pertama kali terjadi di pasar kripto.
Namun, ia menekankan bahwa perubahan paling penting bukan sekadar harga, melainkan pergeseran cara pandang modal institusional terhadap risiko.
Koreksi 50% dan Seleksi Ketat Institusi
Bitcoin just took another brutal correction, down 50%, and no, this isn’t the first time we’ve seen this movie. But something bigger is happening underneath the price action.
Back in October when everything melted, Bitcoin got slaughtered and the rest of the market was wiped… pic.twitter.com/reEkAt41Lf
— Kevin O’Leary aka Mr. Wonderful (@kevinolearytv) February 17, 2026
Dalam pernyataannya, O’Leary menyebut bahwa saat Bitcoin terkoreksi tajam pada Oktober, banyak altcoin justru anjlok lebih dalam, antara 80% hingga 90%, dan belum pulih ke level sebelumnya.
Kondisi ini, menurutnya, memicu institusi untuk menghitung ulang strategi risiko dan imbal hasil.
Ia berpendapat bahwa jika ingin menangkap sebagian besar potensi kenaikan dan volatilitas kripto, Bitcoin dan Ethereum sudah cukup.
Proyek lain dinilai banyak yang tidak memiliki fundamental kuat dan tersingkir saat tekanan pasar meningkat.
Meski begitu, O’Leary menegaskan dirinya tetap mempertahankan posisi Bitcoin. Artinya, ia tidak melihat koreksi sebagai akhir tren, tetapi sebagai fase yang sudah berulang kali terjadi dalam sejarah aset digital.
Baca juga: Peter Schiff Sebut Bitcoin Bisa Anjlok ke US$20.000, Ini Alasannya
Quantum Computing Jadi Kekhawatiran Baru
Faktor yang kini menjadi perhatian utama adalah potensi ancaman komputer kuantum terhadap sistem enkripsi blockchain. Secara sederhana, blockchain bergantung pada kriptografi untuk menjaga keamanan transaksi dan kepemilikan aset.
“Saya masih memegang posisi long di Bitcoin, tetapi sekarang ada kekhawatiran baru yang muncul, yaitu komputasi kuantum,” tulisnya di X.
Jika suatu saat komputer kuantum cukup kuat untuk memecahkan sistem enkripsi tersebut, maka keamanan jaringan bisa terancam.
Meski skenario ini masih bersifat teoretis, O’Leary menyebut institusi besar tidak akan mengabaikan kemungkinan tersebut.
Ia memperkirakan selama persepsi risiko ini belum terselesaikan, alokasi Bitcoin dalam portofolio institusional kemungkinan sulit menembus 3%. Institusi, menurutnya, cenderung disiplin dan berhati-hati sebelum meningkatkan eksposur.
Apa Artinya bagi Pasar?
Pernyataan ini menunjukkan bahwa adopsi institusional bukan hanya soal harga atau sentimen pasar. Faktor teknologi jangka panjang juga ikut dipertimbangkan.
Jika kekhawatiran quantum computing mereda atau solusi kriptografi baru dikembangkan, hambatan psikologis bagi institusi bisa berkurang.
Sebaliknya, selama ketidakpastian bertahan, ekspansi modal besar ke Bitcoin kemungkinan berlangsung bertahap.
Kesimpulan
Kevin O’Leary menegaskan optimisme terhadap Bitcoin tetap ada, tetapi pertumbuhan alokasi whale institusional bergantung pada satu kepastian: risiko quantum computing.
Selama faktor ini belum jelas, eksposur institusi diperkirakan tetap konservatif di sekitar 3%.
Pasar kini tidak hanya menilai pergerakan harga, tetapi juga kesiapan teknologi jangka panjang dalam menghadapi ancaman baru. Di sinilah arah adopsi institusional Bitcoin akan ditentukan.
FAQ
- Mengapa quantum computing dianggap ancaman bagi Bitcoin?
Karena komputer kuantum berpotensi memecahkan sistem kriptografi yang melindungi transaksi dan kepemilikan Bitcoin. - Apakah Bitcoin saat ini sudah terancam komputer kuantum?
Belum. Ancaman tersebut masih bersifat teoretis dan belum terbukti dalam praktik saat ini. - Mengapa institusi membatasi alokasi Bitcoin di sekitar 3%?
Institusi biasanya menerapkan manajemen risiko ketat dan menghindari eksposur besar pada aset dengan ketidakpastian teknologi jangka panjang. - Apa dampak koreksi 50% terhadap kepercayaan investor?
Koreksi besar sering memicu evaluasi ulang strategi risiko, tetapi juga bukan hal baru dalam siklus Bitcoin. - Mengapa altcoin turun lebih dalam dibanding Bitcoin?
Menurut O’Leary, banyak altcoin tidak memiliki fundamental kuat sehingga lebih rentan saat pasar mengalami tekanan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Bitcoin Sistemi – Billionaire Kevin O’Leary’s Controversial Statements: “Big Whales Won’t Buy Bitcoin Without This Event”, diakses pada 20 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Tokoh Kripto Dunia, #Berita Bitcoin, #Berita Whale Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
