Harga Bitcoin (BTC) hari ini jatuh di bawah US$65.000 setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif global menjadi 15%.
Tekanan jual membuat BTC turun lebih dari 5% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran US$64.800 pada perdagangan terbaru.
Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat, sekaligus memperpanjang tren koreksi yang sudah berlangsung sejak akhir tahun lalu.
Bitcoin Turun 5%, Sentuh Level Terendah Terbaru

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Data terbaru menunjukkan Bitcoin melemah sekitar 5,3% ke level US$64.773. Ether ikut terkoreksi hampir 6% ke sekitar US$1.865. Sejumlah aset kripto besar lain juga bergerak di zona merah.
Sebelumnya, Bitcoin sempat berada di kisaran US$67.500 dengan penurunan 1,4% secara harian dan sekitar 2,1% dalam sepekan. Namun tekanan jual berlanjut hingga akhirnya menembus area US$65.000.
Secara year-to-date, Bitcoin telah turun sekitar 26%. Jika dibandingkan dengan puncaknya pada Oktober tahun lalu di atas US$125.000, harga BTC kini terkoreksi lebih dari 47%.
Angka ini menunjukkan pelemahan yang tidak lagi bersifat teknikal jangka pendek, melainkan bagian dari tekanan yang lebih luas.
Baca selanjutnya: Apakah Sekarang Waktu Tepat Beli Bitcoin (BTC)? Grafik Ini Beri Jawaban
Tarif 15% Picu Ketidakpastian Baru
Tekanan terbaru datang dari kebijakan perdagangan AS. Presiden Trump menaikkan tarif global menjadi 15%, meski sebelumnya Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan darurat tarif yang lebih dulu diterapkan.
Langkah ini menciptakan ketidakjelasan arah kebijakan. Di satu sisi ada putusan hukum yang membatasi langkah sebelumnya, di sisi lain pemerintah tetap melanjutkan pendekatan tarif dalam skema baru.
China kini menghadapi tarif 15% yang sama dengan mitra dagang AS lainnya, dengan masa berlaku 150 hari. Pasar pun harus menghadapi eskalasi perang dagang sekaligus ketidakpastian hukum.
Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Kripto Bergerak Sejalan Sentimen Makro
Pelemahan kali ini tidak dipicu sentimen internal seperti ETF atau pembaruan jaringan. Pergerakan harga lebih mencerminkan respons terhadap dinamika makroekonomi.
Menariknya, saham Asia sempat menguat di awal perdagangan, sementara Bitcoin justru melemah. Di saat yang sama, harga emas naik lebih dari 2%, yang menyatakan adanya pergeseran dana ke aset yang dianggap lebih defensif.
Bitcoin yang sering disebut sebagai digital gold justru bergerak berlawanan arah dengan emas. Perbedaan ini kembali memunculkan perdebatan mengenai posisinya sebagai aset lindung nilai saat gejolak ekonomi meningkat.
Baca juga berita terkait: Miliarder O’Leary Sebut Whale Tak Akan Tambah Bitcoin Tanpa Satu Kepastian Ini
Koreksi 47% dari Puncak, Siklus Empat Tahunan Jadi Sorotan
Selain faktor tarif, sejumlah analis menilai pelemahan ini masih berada dalam pola siklus empat tahunan Bitcoin.
Melansir dari CNBC, Chief Investment Officer (CIO) Bitwise, Matt Hougan, sebelumnya menyebut bahwa koreksi saat ini menyerupai retracement yang pernah terjadi pada fase sebelumnya.
Menurutnya, tidak ada satu katalis tunggal di balik tekanan harga. Investor disebut melakukan rotasi dana ke emas dan saham berbasis kecerdasan buatan, sementara kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi global turut membebani pasar.
Dengan penurunan lebih dari 47% dari level US$125.000, fase koreksi ini menjadi salah satu yang paling signifikan sejak reli besar tahun lalu.
Kesimpulan
Harga Bitcoin (BTC) hari ini turun tajam ke bawah US$65.000 setelah kebijakan tarif 15% Presiden Trump memicu ketidakpastian baru di pasar global. Penurunan lebih dari 5% dalam sehari mempertegas bahwa kripto kini sangat sensitif terhadap dinamika makroekonomi.
Dengan BTC sudah terkoreksi lebih dari 47% dari puncaknya, pasar menghadapi kombinasi tekanan: eskalasi perang dagang, ketidakpastian hukum kebijakan tarif, serta fase koreksi siklus.
Selama arah kebijakan perdagangan AS belum menemukan kepastian, volatilitas di pasar kripto berpotensi tetap tinggi dan pergerakan harga kemungkinan masih mengikuti sentimen global.
FAQ
- Kenapa harga Bitcoin hari ini turun tajam?
Harga Bitcoin turun setelah pengumuman kenaikan tarif global 15% oleh Presiden Trump. Kebijakan ini meningkatkan ketidakpastian ekonomi dan mendorong investor mengurangi aset berisiko. - Berapa harga Bitcoin hari ini?
Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$64.800 setelah turun lebih dari 5% dalam 24 jam terakhir. - Berapa % penurunan Bitcoin dari all time high?
Bitcoin telah turun lebih dari 47% sejak mencapai puncaknya di atas US$125.000 pada Oktober tahun lalu. - Apakah tarif AS memengaruhi pasar kripto?
Kebijakan tarif dapat memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global, yang berdampak langsung pada sentimen investor di pasar kripto. - Kenapa emas naik saat Bitcoin turun?
Emas dianggap sebagai aset defensif saat ketidakpastian ekonomi meningkat. Kenaikan harga emas menunjukkan sebagian investor beralih ke instrumen yang dinilai lebih stabil. - Apakah ini bagian dari siklus empat tahunan Bitcoin?
Sejumlah analis menyebut koreksi ini masih konsisten dengan pola siklus empat tahunan, di mana setelah reli besar biasanya terjadi fase retracement sebelum pasar stabil kembali.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Donald Trump, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


