Pasar global bergerak defensif setelah kombinasi kekhawatiran profitabilitas AI dan ketidakpastian tarif kembali menekan sentimen.
Saham AS turun, obligasi menguat, dan Bitcoin ikut melemah, mencerminkan pergeseran dana ke aset yang dianggap lebih aman.
Bitcoin pagi ini bahkan turun di sekitar harga $63.000, turun sekitar 1.7% dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangan 24 jam tercatat sekitar $44 miliar, menunjukkan aktivitas tetap tinggi di tengah volatilitas.
Saham AS Tertekan, Obligasi Diburu

Indeks saham US hari ini (24/02) | Sumber: Wall Street Journal Market
Saham AS turun karena investor khawatir perusahaan teknologi mengeluarkan biaya besar untuk pengembangan AI, sementara hasilnya belum tentu langsung meningkatkan pendapatan. Jika biaya naik lebih cepat dari pemasukan, keuntungan bisa tertekan.
Di sisi lain, ketidakpastian tarif berpotensi menaikkan biaya produksi dan mengganggu rantai pasok.
Ketika prospek laba melemah, investor biasanya mengurangi risiko dengan menjual saham, sehingga pasar ikut terkoreksi.

Obligasi AS naik tipis hari ini (24/02) | Sumber: Tradingeconomics
Aliran dana pun mengarah ke obligasi. Kenaikan permintaan membuat imbal hasil turun, pola klasik saat pasar masuk mode risk-off.
Baca juga: 4 Bulan Melemah, Bitcoin (BTC) Diprediksi Uji Level Lebih Rendah
Harga Bitcoin Hari Ini Ikut Tertekan

Sumber: TradingView
Meski sering disebut sebagai “digital gold”, Bitcoin kali ini bergerak searah dengan aset berisiko. Penurunan ke area $63.000 pagi tadi menunjukkan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Secara teknikal, penembusan sementara di bawah $64.000 memperlihatkan pasar masih sensitif terhadap sentimen makro. Year-to-date, BTC masih dalam fase koreksi lebih luas dibanding puncaknya tahun lalu.
Pergerakan ini mencerminkan bahwa dalam jangka pendek, Bitcoin masih diperlakukan sebagai aset ber-beta tinggi. Ketika volatilitas naik dan ketidakpastian kebijakan meningkat, investor cenderung mengurangi posisi.
Apa Artinya untuk Pasar?
Kombinasi kekhawatiran AI dan tarif menciptakan dua tekanan sekaligus: risiko margin korporasi dan risiko inflasi biaya. Dalam situasi seperti ini, pasar biasanya menunggu kepastian sebelum kembali agresif.
Jika ketidakpastian tarif berlanjut dan belanja AI belum menunjukkan monetisasi yang jelas, volatilitas bisa tetap tinggi. Namun jika laporan pendapatan dan data ekonomi membaik, tekanan dapat mereda.
Untuk saat ini, pergerakan Saham AS turun, obligasi naik, dan Bitcoin melemah menunjukkan pasar sedang dalam fase penyesuaian risiko, bukan kepanikan sistemik.
Kesimpulan
Pergerakan Saham AS turun, obligasi naik, dan Bitcoin melemah menunjukkan pasar sedang berada dalam fase defensif akibat kekhawatiran AI dan ketidakpastian tarif.
Selama faktor makro ini belum mereda, volatilitas berpotensi tetap tinggi dan investor cenderung berhati-hati dalam mengambil risiko.
FAQ
1. Mengapa Saham AS turun saat isu AI dan tarif muncul?
Karena investor khawatir belanja besar untuk AI bisa menekan margin perusahaan, sementara ketidakpastian tarif meningkatkan risiko biaya produksi dan gangguan rantai pasok.
2. Kenapa obligasi naik ketika pasar saham melemah?
Dalam kondisi risk-off, investor biasanya memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih stabil seperti obligasi pemerintah, sehingga harganya naik dan imbal hasil turun.
3. Apakah penurunan Bitcoin ke $63.000 dipicu faktor teknikal atau makro?
Pergerakan tersebut lebih dipengaruhi sentimen makro global, terutama volatilitas pasar dan pengurangan eksposur aset berisiko.
4. Apakah Bitcoin masih bisa dianggap safe haven?
Dalam jangka panjang narasi tersebut masih diperdebatkan. Namun dalam kondisi volatilitas tinggi, Bitcoin sering bergerak seperti aset berisiko tinggi.
5. Apa dampak ketidakpastian tarif terhadap pasar kripto?
Tarif dapat memicu inflasi biaya dan memperlambat pertumbuhan ekonomi, sehingga investor cenderung mengurangi posisi pada aset volatil seperti kripto.
6. Apakah kondisi ini menandakan krisis besar?
Belum tentu. Saat ini pasar lebih menunjukkan penyesuaian risiko akibat sentimen makro, bukan gangguan sistemik pada sektor keuangan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Kanal Coin – S&P 500 falls as AI, tariff fears hit tech, diakses pada 24 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #berita terkini saham hari ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
