Bitcoin (BTC) dinilai telah memasuki fase pembentukan dasar harga atau bottom formation. Namun, reli besar belum tentu terjadi dalam waktu dekat.
Menurut analis on-chain James Check, tantangan terbesar investor saat ini bukan lagi penurunan harga tajam, melainkan lamanya fase konsolidasi sebelum tren naik benar-benar terbentuk.
Meski tekanan jual masih ada, Check menyebut struktur pasar saat ini menunjukkan karakteristik klasik fase dasar siklus.
“Setiap model mean reversion, baik berbasis teknikal maupun on-chain, saat ini berada dalam level pembentukan bottom,” ujar Chech pada akun X pribadinya.
Indikator Teknis dan On-Chain Masuk Area Bottom

Sumber Gambar: X.com/_Checkmatey_
Dalam analisanya, Check menyoroti bahwa berbagai model mean reversion, baik berbasis teknikal maupun data on-chain, saat ini berada di zona yang secara historis muncul setelah fase kapitulasi.
Ia membandingkan kondisi sekarang dengan dua periode penting dalam sejarah Bitcoin:
- Desember 2018, ketika pasar menyentuh titik terendah setelah bear market panjang.
- Juni 2022, fase akhir tekanan besar sebelum siklus pemulihan dimulai.
Menurutnya, hampir semua model valuasi kembali bergerak dalam rentang pembentukan bottom. Artinya, risiko penurunan ekstrem seperti saat fase panic selling sebelumnya dinilai sudah jauh berkurang.
Check bahkan menyebut situasi saat ini sebagai “de-risked setup” untuk Bitcoin. Namun ia juga menegaskan, de-risked bukan berarti harga tidak bisa turun lagi.
“Menurut saya, tekanan harga besar kemungkinan sudah berlalu. Namun tekanan dari sisi waktu kemungkinan masih akan terasa. Fase ini akan “menyingkirkan” banyak orang yang tidak sabar menunggu akhir cerita,” jelasnya.
Pengujian ulang level US$60.000 tetap mungkin terjadi jika sentimen global memburuk atau likuiditas pasar mengetat.
Baca juga berita terkait: Bitcoin (BTC) Dikabarkan Siap Rebound ke US$85.000, Ini Pemantiknya
Bukan Soal Harga, Tapi Soal Waktu
Jika tekanan harga dianggap mulai mereda, maka faktor waktu justru menjadi ujian utama, di mana Check juga turut mengingatkan pola 2022.
Saat itu, banyak investor mengingat titik terendah Bitcoin di sekitar US$15.600 pada Desember. Padahal, struktur dasar sebenarnya sudah terbentuk enam bulan sebelumnya di kisaran US$17.600.
Setelah itu, pasar bergerak sideways cukup lama sebelum reli berlanjut, disertai satu kali flush likuiditas saat krisis FTX.
Artinya, meski zona bottom mulai terlihat, pasar bisa bergerak datar selama berbulan-bulan. Fase ini sering kali lebih menguras psikologi dibanding penurunan harga cepat, karena investor harus menunggu tanpa kepastian arah.
Dalam analisanya, Check menegaskan bahwa fase saat ini merupakan periode yang menurutnya layak dipertimbangkan untuk akumulasi.
“Inilah momen untuk tetap rendah hati dan terus mengakumulasi sats. Jika bukan di fase seperti ini untuk mengakumulasi Bitcoin, lalu kapan lagi? Jangan berandai-andai bisa membeli tepat di wick terendah. Pada hari itu tiba, kemungkinan besar rasa takut akan menghalangi. Beli di seluruh area bottom. Lakukan dollar cost averaging selama enam bulan ke depan dan lepaskan emosi dari proses pengambilan keputusan,” tegas Check.
Rebound ke US$69.000, Tapi Belum Konfirmasi Tren Naik
Di tengah analisa bottom tersebut, Harga Bitcoin sempat melonjak kembali mendekati US$69.000. Kenaikan ini dipicu oleh short squeeze dan likuiditas yang relatif tipis setelah periode tekanan jual panjang.
Altcoin utama seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan Cardano (ADA) ikut terdorong naik. Saham terkait kripto juga mengalami penguatan seiring aksi penutupan posisi bearish.
Meski begitu, sejumlah analis mengingatkan bahwa kenaikan tersebut belum tentu menandai pembalikan tren struktural.
Level resistensi penting masih berada di sekitar US$72.000 dan US$78.000. Tanpa penembusan yang konsisten di atas level tersebut, reli dinilai rentan menjadi sekadar technical bounce.
Secara historis, fase bottom formation sering kali berlangsung lebih lama dari perkiraan pelaku pasar. Harga dapat bergerak dalam rentang sempit sebelum sentimen makro dan arus modal kembali mendukung tren naik.
Baca berita selanjutnya: Solo Miner Berhasil Tambang 1 Blok Bitcoin! Raup 3,1 BTC Sendirian
Kesimpulan
Bitcoin menunjukkan tanda-tanda klasik pembentukan dasar harga berdasarkan berbagai indikator teknikal dan on-chain. Risiko penurunan tajam dinilai lebih terkendali dibanding fase kapitulasi sebelumnya.
Namun, sejarah menunjukkan bahwa fase pemulihan tidak selalu langsung diikuti reli cepat. Konsolidasi panjang dan pergerakan sideways bisa menjadi skenario utama sebelum tren naik benar-benar terkonfirmasi.
Bagi pelaku pasar, tantangan berikutnya bukan lagi menghadapi penurunan drastis, melainkan menunggu momentum berikutnya dengan disiplin dan manajemen risiko yang terukur.
FAQ
- Apa itu zona bottom dalam siklus harga Bitcoin?
Zona bottom adalah fase ketika harga Bitcoin berada di area yang secara historis menjadi titik terendah siklus. Biasanya ditandai dengan kapitulasi pasar, volume tinggi, dan indikator on-chain yang menunjukkan undervaluation. - Apakah Bitcoin sudah benar-benar menyentuh harga terendah tahun ini?
Belum ada konfirmasi final. Analis menilai struktur dasar mulai terbentuk di kisaran US$60.000–US$63.000, tetapi pengujian ulang level tersebut masih mungkin terjadi. - Apa perbedaan bottom formation dan awal bull market?
Bottom formation adalah fase pembentukan dasar harga setelah tekanan jual besar. Bull market baru terkonfirmasi jika harga berhasil menembus level resistensi kunci dan membentuk tren naik berkelanjutan. - Mengapa fase sideways sering terjadi setelah Bitcoin bottom?
Setelah kapitulasi, pasar membutuhkan waktu untuk menyeimbangkan kembali suplai dan permintaan. Investor institusional biasanya melakukan akumulasi bertahap, sehingga harga bergerak dalam rentang sempit sebelum momentum baru terbentuk. - Level harga apa yang penting untuk konfirmasi tren naik Bitcoin?
Analis memantau area resistensi di sekitar US$72.000 dan US$78.000. Penembusan konsisten di atas level tersebut dapat menjadi sinyal awal tren naik yang lebih kuat. - Apakah kondisi makroekonomi memengaruhi fase bottom Bitcoin?
Ya. Faktor seperti kebijakan suku bunga, likuiditas global, dan arus modal berisiko tinggi sangat memengaruhi durasi konsolidasi sebelum reli berikutnya terjadi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Coindesk – ‘If you’re not accumulating bitcoin at this stage, then when,’ asks prominent analyst, diakses pada 26 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
