Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan ketahanan di tengah lonjakan ketegangan geopolitik setelah serangan yang dipimpin Ameria Serikat (AS) ke target Iran memicu balasan rudal dan drone.
Pasar global langsung bergerak ke mode risk-off, namun pergerakan BTC relatif lebih stabil dibanding kontrak berjangka saham AS.
Per Senin (2/3), harga Bitcoin berada di kisaran $66.600, turun sekitar 0,9% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang akhir pekan, BTC sempat merosot hingga $63.000 sebelum pulih kembali berdasarkan data CoinMarketCap.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Penurunan tersebut lebih ringan dibanding futures Nasdaq, Dow Jones, dan S&P 500 yang sempat melemah lebih dari 1%.
Volatilitas Naik, Lalu Tekanan Mereda
Adapaun lonjakan volatilitas terjadi pada perdagangan Minggu malam waktu AS. Ketidakpastian atas potensi eskalasi konflik membuat investor melepas aset berisiko.
Namun setelah muncul indikasi bahwa konflik belum meluas secara signifikan, tekanan mulai mereda. Sejumlah analis menilai aksi jual awal lebih dipicu ketidakpastian ketimbang perubahan fundamental.
Chief Investment Officer Merkle Tree Capital, Ryan McMillin, menyebut reaksi awal tersebut hampir “tekstual” dalam kondisi krisis geopolitik. Begitu konflik terlihat masih terkendali, minat beli kembali muncul.
“Penurunan awal Bitcoin hampir seperti pola yang sudah sering terjadi; pasar lebih membenci ketidakpastian dibanding kabar buruk itu sendiri. Begitu konflik Iran terlihat masih terkendali, minat beli langsung kembali dengan cepat,” ujar Ryan dikutip dari Decrypt.
Baca juga berita lainnya: Analis Perang Opini Soal Masa Depan Bitcoin (BTC) & Ethereum (ETH)
Funding Rate Negatif, Short Membludak
Sinyal menarik datang dari pasar derivatif. Funding rate futures Bitcoin tercatat turun hingga -6%, level yang terakhir terlihat ketika BTC diperdagangkan di sekitar $16.000 pada 2022.
Funding rate negatif berarti trader dengan posisi short membayar premi kepada pemegang posisi long. Kondisi ini mencerminkan dominasi sentimen bearish dan membuka potensi short squeeze jika harga bergerak naik.
Indeks Fear and Greed juga berada di level 15 yang menunjukkan ketakutan ekstrem di pasar kripto.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Head of Research Apollo Crypto, Pratik Kala, turut menilai sebagian besar kejutan sudah tercermin dalam pergerakan akhir pekan.
“Bitcoin seharusnya sudah mengalami aksi jual lebih dalam jika memang ingin turun. Pergerakan harga sepanjang akhir pekan justru terlihat cukup positif. Futures CME juga sudah dibuka, dan jika Bitcoin ingin anjlok atau mengikuti pelemahan saham, seharusnya itu sudah terjadi sekarang,” ujar Kala.
Jika Bitcoin ingin mengikuti pelemahan saham lebih dalam, tekanan kemungkinan sudah terlihat sejak pembukaan futures CME.
Minyak dan Emas Melonjak, Risiko Inflasi Menguat
Fokus investor kini tertuju pada pasar energi. Ketegangan di sekitar Teluk dan potensi gangguan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak.
Brent naik sekitar 8–10% mendekati $80 per barel, sementara WTI menguat 7–8%. Selat Hormuz sendiri mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak global, sehingga gangguan distribusi berpotensi mendorong inflasi.
Jika harga energi bertahan tinggi, risiko inflasi meningkat dan bank sentral bisa mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Skenario tersebut biasanya berdampak negatif pada aset berisiko, termasuk kripto.
“Jika harga minyak tetap tinggi, ada risiko inflasi akan meningkat, dan itu biasanya berdampak negatif pada aset berisiko, termasuk Bitcoin,” ujar Kala. “Namun, saya tidak melihat skenario tersebut sebagai yang paling mungkin terjadi.”
Di sisi lain, emas sebagai aset lindung nilai naik lebih dari 2% ke $5.388 per troy ounce, mencerminkan aliran dana ke safe haven.
Meski demikian, sejumlah pengamat mencatat premi risiko geopolitik kerap mereda cepat setelah pasar mencerna situasi dan memastikan konflik tidak berkembang luas.
Baca selanjutnya: Co-founder Wikipedia Ramal Bitcoin Bisa Jatuh di Bawah $10.000, Kenapa?
Apakah Bitcoin Akan Ikut Terseret?
Sejauh ini, Bitcoin belum menunjukkan pelemahan drastis. Penurunan relatif terbatas, pemulihan cepat, dan dominasi posisi short di pasar derivatif menjadi kombinasi yang menarik secara teknikal.
Namun arah selanjutnya tetap bergantung pada perkembangan konflik dan dampaknya terhadap harga energi.
Jika eskalasi meningkat dan inflasi kembali menekan, volatilitas di pasar kripto bisa kembali menguat.
Kesimpulan
Konflik Iran memicu gejolak global dan mendorong kenaikan minyak serta emas. Bitcoin sempat turun ke $63.000 sebelum stabil di kisaran $66.000, menunjukkan daya tahan di tengah sentimen risk-off.
Meski tekanan awal terkendali, risiko belum sepenuhnya hilang. Pergerakan harga energi dan dinamika geopolitik dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah berikutnya bagi pasar kripto.
FAQ
- Mengapa konflik geopolitik memengaruhi harga Bitcoin?
Konflik meningkatkan ketidakpastian ekonomi global. Investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham dan kripto, lalu beralih ke aset safe haven seperti emas atau dolar AS. - Apa itu funding rate negatif dalam futures Bitcoin?
Funding rate negatif berarti trader dengan posisi short membayar biaya kepada pemegang posisi long. Kondisi ini menunjukkan sentimen bearish yang dominan dan bisa memicu short squeeze jika harga naik. - Apakah Bitcoin selalu turun saat terjadi perang?
Tidak selalu. Pada fase awal, Bitcoin sering ikut tertekan karena sentimen pasar global. Namun jika konflik tidak berdampak luas terhadap sistem keuangan, harga bisa pulih dengan cepat. - Mengapa harga minyak penting bagi pergerakan kripto?
Lonjakan harga minyak dapat mendorong inflasi. Jika inflasi naik, kebijakan suku bunga cenderung tetap tinggi, yang biasanya memberi tekanan pada aset berisiko termasuk Bitcoin. - Apakah Bitcoin termasuk aset safe haven seperti emas?
Status Bitcoin sebagai safe haven masih diperdebatkan. Dalam beberapa krisis, BTC bergerak seperti aset berisiko. Namun sebagian investor melihatnya sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian jangka panjang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Decrypt – What the Iran Conflict Means for Bitcoin’s Price, diakses pada 2 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


