Co-Founder dan Head of Research Fundstrat Global Advisors, Tom Lee, memprediksi pasar kripto dan saham akan mengalami rebound mulai Maret 2026.
Ia menyebut fase pelemahan yang terjadi belakangan ini bukanlah krisis struktural, melainkan tekanan jangka pendek.
Dalam wawancara dengan CNBC Squawk Box, Lee menyatakan bahwa Maret akan menjadi bulan titik balik menuju tren yang lebih positif.
“Saya rasa Maret akan menjadi bulan titik balik ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut 2026 sebagai tahun yang berpotensi sangat bullish, terutama bagi saham teknologi berkapitalisasi besar dan aset kripto.
Sumber Gambar: X.com
Baca juga berita terkait: Arthur Hayes: Konflik Iran Bisa Picu The Fed Cetak Uang & Bitcoin Melejit
Target S&P 500 dan Sektor Teknologi
Lee memasang target akhir tahun untuk indeks S&P 500 di level 7.700. Sebagai perbandingan, indeks tersebut terakhir ditutup di kisaran 6.881. Artinya, ada potensi kenaikan signifikan jika proyeksi itu terealisasi.
Ia menilai saham big tech dan perusahaan perangkat lunak akan menjadi motor utama penguatan pasar.
Optimisme ini ditopang oleh beberapa faktor makro, termasuk peningkatan produktivitas berbasis kecerdasan buatan, laporan laba korporasi yang solid, serta kebijakan Federal Reserve yang menahan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75%.
Potensi pemangkasan suku bunga diperkirakan baru terjadi pada pertengahan tahun. Lonjakan kinerja Nvidia menjadi salah satu indikator sentimen positif di sektor teknologi.
Berdasarkan laporan Forbes, laba bersih perusahaan infrastruktur AI tersebut melonjak 875% sejak Januari 2023.
Bitcoin Ditargetkan US$250.000 pada 2026
Di sektor kripto, Lee tetap mempertahankan target agresif untuk Bitcoin (BTC) di kisaran 200 ribu hingga US$250.000 pada 2026. Ia menggambarkan volatilitas yang terjadi saat ini sebagai “squall” atau badai kecil, bukan kegagalan fundamental.
Menurutnya, Bitcoin berpotensi meninggalkan pola siklus empat tahunan yang selama ini menjadi acuan pasar. Masuknya institusi dalam skala besar dinilai akan mendorong fase yang lebih matang dan berkelanjutan.
Pandangan ini sejalan dengan laporan Grayscale bertajuk “Dawn of the Institutional Era” yang menyoroti pergeseran struktur pasar kripto menuju partisipasi institusional yang lebih dominan.
Ethereum Disebut Masuk Fase Supercycle
Lee juga menaruh ekspektasi tinggi pada Ethereum (ETH). Ia memproyeksikan harga ETH bisa bergerak ke rentang US$7.000 hingga US$9.000 di 2026.
Ia menilai Ethereum tengah bertransformasi dari aset spekulatif menjadi infrastruktur keuangan digital yang lebih luas.
Adopsi institusional serta pemanfaatan blockchain untuk layanan finansial dinilai akan menjadi katalis utama kenaikan harga.
Jika proyeksi ini terjadi, ETH berpotensi memainkan peran yang lebih besar dalam ekosistem keuangan berbasis kripto.
Baca berikutnya: Co-founder Wikipedia Ramal Bitcoin Bisa Jatuh di Bawah $10.000, Kenapa?
Bottom Bitcoin Sudah Terbentuk?
Narasi bahwa Bitcoin telah mencapai titik terendah juga menguat. Beberapa analis dari Bernstein dan Coinbase disebut memiliki pandangan bullish serupa.
Meski demikian, prediksi Lee tidak lepas dari kritik. Di media sosial, sebagian pihak menyebutnya sebagai “permabull” karena konsisten optimistis terhadap pasar saham AS.
Ia juga pernah dikritik karena target harga Ethereum US$6.500 pada Agustus 2025 yang tidak tercapai.
Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa pasar masih terbelah antara optimisme pemulihan dan kehati-hatian terhadap risiko makro global.
Kesimpulan
Prediksi Tom Lee memperkuat narasi bahwa pasar kripto dan saham berpotensi memasuki fase pemulihan pada 2026, dengan Maret disebut sebagai titik awal rebound.
Target ambisius untuk S&P 500, Bitcoin US$250.000, dan Ethereum US$9.000 mencerminkan keyakinan kuat terhadap dukungan sektor teknologi, adopsi institusional, serta stabilitas kebijakan moneter.
Realisasi skenario bullish tersebut akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, serta arus modal institusional. Bagi pelaku pasar, pernyataan ini menjadi sinyal sentimen, bukan kepastian arah harga.
FAQ
- Siapa Tom Lee dan mengapa prediksinya diperhatikan pasar?
Tom Lee adalah Co-Founder dan Head of Research di Fundstrat Global Advisors. Ia dikenal luas sebagai analis pasar yang sering memberikan proyeksi terkait S&P 500 dan Bitcoin. - Apa alasan Tom Lee memprediksi crypto rebound pada Maret 2026?
Lee menilai tekanan pasar saat ini bersifat sementara. Ia melihat dukungan dari pertumbuhan sektor AI, laba perusahaan yang kuat, serta kebijakan suku bunga The Fed yang relatif stabil sebagai faktor pendorong pemulihan. - Berapa target harga Bitcoin menurut Tom Lee?
Tom Lee memproyeksikan harga Bitcoin bisa mencapai 200 ribu hingga 250 ribu dolar pada 2026, didorong oleh meningkatnya adopsi institusional dan perubahan struktur pasar kripto. - Mengapa Ethereum disebut masuk fase supercycle?
Supercycle merujuk pada fase kenaikan jangka panjang yang lebih besar dari siklus normal. Dalam konteks ini, Ethereum dinilai akan terdorong oleh perannya sebagai infrastruktur keuangan digital serta partisipasi institusi. - Apakah prediksi analis seperti Tom Lee selalu akurat?
Tidak. Prediksi pasar bersifat estimasi berbasis data dan asumsi tertentu. Rekam jejak analis dapat mencakup proyeksi yang tepat maupun yang meleset. - Apakah prediksi rebound berarti pasar pasti naik?
Tidak ada kepastian dalam pasar keuangan. Prediksi dapat memengaruhi sentimen, tetapi pergerakan harga tetap bergantung pada dinamika ekonomi dan faktor global lainnya.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – The Crypto and Stock Market Rebound Is Coming This March: Fundstrat’s Tom Lee, diakses pada 3 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


