Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran ekonomi global. Lonjakan harga minyak akibat konflik Iran dinilai dapat meningkatkan risiko resesi di Amerika Serikat.
Kondisi ini juga berpotensi menekan aset berisiko seperti Bitcoin dan pasar kripto.
Konflik Iran Dorong Risiko Resesi AS
Ketegangan yang melibatkan Iran dinilai dapat memicu guncangan harga energi global. Ketika pasokan minyak terganggu, biaya transportasi, logistik, dan produksi ikut meningkat.
Dampaknya dapat langsung terasa pada inflasi. Survei stabilitas keuangan Federal Reserve menunjukkan sekitar 38 – 46% responden kini menilai konflik Timur Tengah sebagai risiko sistemik utama, bahkan melampaui kekhawatiran terhadap inflasi.
Jika konflik meningkat dan pasokan energi terganggu, inflasi dapat naik sekaligus memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Menurut laporan Forbes yang mengutip Glenview Trust, peluang resesi AS pada 2026 diperkirakan sekitar 33%, sebagian dipicu oleh ketidakpastian geopolitik terkait Iran.
Baca juga: ETF Bitcoin Raup US$57 Miliar Hanya Dalam 2 Tahun, Emas Butuh 16 Tahun
Harga Minyak Bisa Dorong Inflasi

Harga minyak hari ini (9/3) | Sumber: Tradingeconomics
Minyak memiliki peran besar dalam ekonomi global. Ketika harga energi naik, dampaknya cepat menyebar ke berbagai sektor. Biaya transportasi, listrik, hingga bahan baku industri bisa ikut meningkat.
Analisis Capital Economics yang dilaporkan Investing.com memperkirakan lonjakan harga minyak dapat menambah sekitar 0,6 – 0,7% pada inflasi jika konflik berlangsung lama.
Tekanan inflasi seperti ini dapat membuat bank sentral berada dalam dilema.
Di satu sisi, inflasi harus dikendalikan. Namun di sisi lain, kebijakan moneter yang terlalu ketat dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Bitcoin Terkoreksi Setelah Kondisi Overbought

Sumber: TradingView
Di pasar kripto, pergerakan Bitcoin menunjukkan tanda koreksi. Penurunan harga terbaru dinilai sebagai koreksi setelah kondisi overbought, bukan perubahan tren jangka panjang.
Analisis dari JPMorgan yang dilaporkan CoinDesk menyebut Bitcoin masih berada dalam kondisi overbought meskipun telah mengalami penurunan harga baru-baru ini.
Situasi ini menunjukkan bahwa sebagian investor mulai melakukan pengambilan keuntungan setelah reli sebelumnya.
Data pasar juga menunjukkan arus masuk ETF Bitcoin spot masih menjadi faktor penting yang mempengaruhi sentimen investor. Namun jika arus dana tersebut melambat, volatilitas harga dapat meningkat.
Kesimpulan
Lonjakan harga minyak akibat konflik Iran menambah ketidakpastian bagi ekonomi global.
Jika gangguan pasokan energi terus terjadi, inflasi dapat meningkat dan risiko resesi di Amerika Serikat semakin besar.
Dalam kondisi seperti ini, aset berisiko termasuk Bitcoin berpotensi menghadapi tekanan jangka pendek.
Meski demikian, sebagian analis menilai penurunan terbaru Bitcoin lebih merupakan koreksi pasar setelah fase overbought, bukan sinyal perubahan tren yang lebih besar.
FAQ
1. Mengapa konflik Iran bisa mempengaruhi ekonomi global?
Iran berada di kawasan penghasil minyak utama dunia. Ketika konflik meningkat, pasokan energi global dapat terganggu sehingga harga minyak naik dan inflasi meningkat.
2. Apa hubungan harga minyak dengan inflasi?
Minyak adalah komponen penting dalam transportasi dan produksi. Ketika harga minyak naik, biaya logistik dan produksi meningkat sehingga mendorong kenaikan harga barang.
3. Mengapa risiko resesi AS meningkat?
Kenaikan inflasi, biaya energi yang lebih tinggi, dan ketidakpastian geopolitik dapat mengurangi konsumsi serta investasi sehingga meningkatkan risiko perlambatan ekonomi.
4. Mengapa Bitcoin ikut terpengaruh kondisi ekonomi global?
Bitcoin sering dipandang sebagai aset berisiko. Ketika ketidakpastian ekonomi meningkat, sebagian investor cenderung memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.
5. Apa arti kondisi overbought pada Bitcoin?
Overbought berarti harga aset telah naik terlalu cepat dalam waktu singkat. Kondisi ini sering diikuti koreksi harga sebelum pasar kembali stabil.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Coincu – Bitcoin steadies as oil shock raises U.S. recession risk, diakses pada 9 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Regulasi Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
