Menjelang Lebaran 2026, dua aset populer yaitu emas dan Bitcoin sama-sama mengalami tekanan harga dalam waktu yang hampir bersamaan.
Kondisi ini terjadi di tengah kombinasi faktor makro seperti inflasi, kebijakan suku bunga, dan lonjakan harga energi global.
Emas Anjlok dari $5.000 ke $4.700 dalam 2 Hari

Sumber: CoinMarketCap
Harga emas tercatat turun tajam sekitar 6%, dari level di atas $5.000 menjadi sekitar $4.700 per ounce pada Jumat (20/3).
Penurunan ini terjadi setelah pasar merespons sikap The Fed yang tetap hawkish, meski sebelumnya diperkirakan akan lebih longgar.
Data inflasi produsen (PPI) yang naik 0,7% memicu kenaikan yield obligasi ke 4,2% dan penguatan dolar, yang menjadi tekanan langsung bagi emas.
Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas cenderung melemah saat suku bunga tinggi karena investor beralih ke instrumen yang memberikan yield.
Secara teknikal, emas kini berada di area krusial dengan support di $4.550 dan $4.360, sementara level $4.200 menjadi batas penting antara tren bullish dan bearish.
Baca juga: Sinyal Bahaya! 70% Trader Prediksi Bitcoin Bisa Jatuh ke $55.000 di 2026
Bitcoin Turun ke Area $70.000

Sumber: CoinMarketCap
Tekanan tidak hanya terjadi di emas, tetapi juga di pasar kripto. Total kapitalisasi pasar kripto turun sekitar $83 miliar dalam 24 jam, dari sebelumnya bertahan di atas $2,45 triliun menjadi sekitar $2,42 triliun.
Harga Bitcoin saat ini berada di sekitar $70.467, setelah gagal mempertahankan posisi di atas $75.000.
Penurunan ini dipicu oleh kombinasi faktor teknikal dan makro, termasuk indikator overbought serta meningkatnya ketidakpastian global.
Jika tekanan berlanjut, Bitcoin berisiko turun ke bawah $70.000, dengan support berikutnya di sekitar $68.830 hingga $66.224.
Faktor Utama: Inflasi, The Fed, dan Lonjakan Harga Energi
Akar utama pelemahan ini berasal dari kondisi makro. Kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik mendorong inflasi tetap tinggi, sehingga The Fed cenderung mempertahankan suku bunga lebih lama.
Kondisi ini menciptakan tekanan pada aset seperti emas dan kripto yang sensitif terhadap likuiditas pasar.
Menariknya, situasi ini menciptakan paradoks. Di tengah konflik global yang biasanya mendorong safe haven seperti emas, justru kenaikan inflasi akibat konflik tersebut membuat emas dan kripto melemah.
Kesimpulan
Pelemahan emas dan kripto jelang Lebaran 2026 menunjukkan bahwa pasar saat ini lebih dipengaruhi faktor makro dibanding sentimen tradisional.
Kenaikan inflasi, sikap The Fed, dan lonjakan harga energi menjadi kombinasi yang menekan kedua aset sekaligus.
Selama kondisi ini belum berubah, volatilitas diperkirakan akan tetap tinggi dan pergerakan harga masih rawan koreksi lanjutan.
FAQ
1. Kenapa harga emas turun saat konflik meningkat?
Karena inflasi naik dan suku bunga tetap tinggi, sehingga emas kehilangan daya tarik dibanding aset berbunga.
2. Apa penyebab Bitcoin turun ke $70.000?
Kombinasi faktor teknikal overbought dan tekanan makro seperti inflasi serta kebijakan The Fed.
3. Apakah emas masih termasuk safe haven?
Masih, tetapi dalam kondisi tertentu seperti inflasi tinggi, performanya bisa tertekan.
4. Apa dampak data inflasi terhadap kripto?
Inflasi tinggi membuat suku bunga tetap tinggi, sehingga likuiditas berkurang dan aset berisiko seperti kripto ikut turun.
5. Level penting Bitcoin saat ini di mana?
Support berada di sekitar $68.830–$66.224, sementara resistance di area $72.000–$75.000.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
- Finance Magnates – Why Is Gold Crashing? How Low Can XAU/USD Chart Go and Gold Price Prediction 2026, diakses pada 20 Maret 2026
- Be(in)crypto – Why Is The Crypto Market Down Today?, diakses pada 20 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #info emas 2026





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
