Harga Bitcoin (BTC) kembali tertekan ke level $66.000 setelah mengalami penurunan tajam dalam 11 hari terakhir.
Level ini kini menjadi titik krusial yang menentukan arah pergerakan selanjutnya, di tengah tekanan global dan sentimen pasar yang memburuk. Jika support ini gagal bertahan, potensi penurunan lanjutan terbuka lebar.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Bitcoin Turun Tajam dalam 11 Hari
Bitcoin sebelumnya sempat berada di fase pemulihan dan menyentuh $74.500 pada pertengahan Maret 2026.
Namun, momentum tersebut berubah drastis setelah kombinasi faktor makro dan tekanan pasar muncul secara bersamaan.
Dalam waktu 11 hari, harga BTC turun hingga menyentuh $65.720. Penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor utama:
- Keputusan The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,50–3,75% sekaligus menaikkan proyeksi inflasi
- Eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meningkatkan ketidakpastian global
- Kedaluwarsa kontrak opsi Bitcoin senilai $14,16 miliar pada 27 Maret yang memicu tekanan jual besar
Tekanan beruntun ini menghapus seluruh pemulihan harga Bitcoin sejak Februari 2026.
Baca juga berita terkait: Benarkah Bitcoin Sudah Bottom? CryptoQuant Ungkap Fakta Menarik
Support $66.000 Jadi Penentu Arah Harga
Level $66.000 bukan sekadar angka psikologis. Sepanjang 2026, area ini sudah tiga kali menjadi titik pantulan harga.
Artinya, setiap kali Bitcoin mendekati level ini, pembeli masuk dan menahan penurunan.
Namun, kondisi saat ini berbeda. Tekanan eksternal yang lebih besar membuat kekuatan support ini mulai diuji lebih serius dibanding sebelumnya.
Jika level ini kembali ditembus, pasar berpotensi bergerak lebih agresif ke bawah.
Ini Level Support Berikutnya Jika $66.000 Jebol
Di bawah $66.000, struktur support Bitcoin terlihat cukup renggang. Ini yang membuat risiko penurunan terasa lebih dalam dan cepat.
Beberapa level penting yang menjadi perhatian pasar:
- $62.000–$63.000 ? zona akumulasi kuat dengan lebih dari 400.000 BTC dibeli dalam dua bulan terakhir
- $60.000 ? titik terendah saat crash Februari yang sempat memicu rebound 24%
- $56.500–$58.000 ? area moving average 200 minggu, sering menjadi dasar siklus Bitcoin
- $49.000–$50.000 ? target teknikal dari pola bearish yang diamati analis pasar
Jarak antar level ini cukup lebar, yang berarti jika tekanan jual meningkat, harga bisa bergerak cepat tanpa banyak penahan.
Tekanan Makro Lebih Kuat dari Sentimen Positif
Menariknya, penurunan harga Bitcoin terjadi di tengah sinyal bullish dari sisi fundamental.
Dalam 30 hari terakhir:
- Wallet besar mengakumulasi sekitar 270.000 BTC, terbesar sejak 2013
- Cadangan Bitcoin di exchange turun ke 2,21 juta BTC, terendah sejak 2018
- Arus dana ETF Bitcoin mencapai $18,7 miliar sepanjang kuartal pertama
Data ini menunjukkan bahwa investor besar justru membeli saat harga turun.
Namun, tekanan dari luar pasar kripto masih mendominasi. Kenaikan harga minyak di atas $100 dan konflik geopolitik membuat investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto. Akibatnya, meskipun ada akumulasi besar, harga tetap tertekan.
Baca berikutnya: Scaramucci: Bitcoin Masih Ikuti Siklus Lama, Bull Run di Q4 2026
Peluang Rebound Masih Terbuka
Meski kondisi terlihat berat, peluang pemulihan tetap ada jika faktor eksternal mulai mereda.
Sebelumnya, laporan gencatan senjata sempat mendorong Bitcoin naik 16% hanya dalam lima hari. Ini menunjukkan bahwa sentimen makro sangat berpengaruh terhadap pergerakan harga.
Jika harga minyak turun di bawah $90 dan arus dana ETF kembali konsisten positif, tekanan terhadap Bitcoin bisa berkurang dan membuka peluang kenaikan kembali ke area $70.000–$75.000.
Kesimpulan
Bitcoin saat ini berada di titik kritis yang menentukan arah pasar dalam jangka pendek. Level $66.000 menjadi garis batas antara potensi pemulihan dan risiko penurunan lanjutan.
Di satu sisi, akumulasi oleh investor besar dan arus dana institusional masih kuat. Namun di sisi lain, tekanan makro seperti konflik geopolitik dan harga energi yang tinggi terus menahan pergerakan harga.
Selama faktor eksternal belum mereda, pasar akan tetap bergerak dalam tekanan, dan level $66.000 akan terus menjadi perhatian utama pelaku pasar.
FAQ
- Apa arti support $66.000 pada Bitcoin?
Support $66.000 adalah level harga di mana permintaan cukup kuat untuk menahan penurunan. Jika harga turun ke area ini, biasanya pembeli mulai masuk dan mendorong harga naik kembali. - Kenapa harga Bitcoin bisa turun ke $66.000?
Penurunan dipicu oleh kombinasi faktor makro seperti kebijakan suku bunga The Fed, konflik geopolitik, serta tekanan teknikal dari kedaluwarsa opsi dalam jumlah besar. - Apa yang terjadi jika support Bitcoin jebol?
Jika support jebol, harga berpotensi turun ke level berikutnya seperti $62.000, $60.000, hingga $58.000 karena minimnya zona penahan di antaranya. - Apakah Bitcoin masih bisa naik lagi setelah turun?
Masih mungkin. Jika kondisi global membaik, seperti penurunan harga minyak dan meredanya konflik, Bitcoin bisa kembali menguat karena dukungan dari investor besar dan institusi. - Kenapa whale tetap beli saat harga turun?
Investor besar biasanya melihat penurunan sebagai peluang akumulasi. Mereka cenderung membeli di harga rendah untuk strategi jangka panjang. - Apa indikator penting untuk melihat arah Bitcoin selanjutnya?
Beberapa indikator yang perlu diperhatikan adalah arus dana ETF Bitcoin, harga minyak global, serta perkembangan situasi geopolitik yang memengaruhi sentimen pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- 247Wallst – Bitcoin Price: Bitcoin Slips to $66,000 — What Happens If the $66K Support Breaks?, diakses pada 30 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


