Managing Partner SkyBridge, Anthony Scaramucci menyebut Bitcoin (BTC to IDR) masih bergerak dalam pola siklus empat tahunan, dengan potensi kenaikan harga kembali muncul pada kuartal keempat 2026.
“Kita masih berada dalam siklus empat tahunan, dan ada sejumlah whale lama serta pelaku awal (OG) yang percaya pada siklus ini. Lalu apa yang terjadi ketika seseorang benar-benar percaya pada sesuatu? Hal itu bisa menjadi ramalan yang terwujud dengan sendirinya,” ujarnya dikutip dari Cointelegraph.
Pernyataan ini datang di tengah pergerakan pasar yang cenderung tidak stabil setelah koreksi tajam dari level tertinggi sebelumnya.
Harga Bitcoin saat ini berada di kisaran $68.000, setelah sebelumnya sempat turun drastis dari sekitar $126.000 ke $60.000. Kondisi ini dinilai sebagai bagian dari fase koreksi dalam siklus yang lebih besar, bukan perubahan tren jangka panjang.
Siklus 4 Tahun Masih Berlaku di Tengah Perubahan Market

Sumber Gambar: YouTube The Wolf Of All Streets
Scaramucci menegaskan bahwa teori siklus empat tahunan Bitcoin masih relevan. Dalam pola ini, harga biasanya mengalami fase kenaikan selama beberapa tahun, sebelum memasuki periode koreksi.
Namun, ia mengakui bahwa siklus tersebut kini tidak sekuat sebelumnya. Masuknya investor institusi dan arus dana dari ETF Bitcoin membuat volatilitas menjadi lebih terkendali, sehingga pola pergerakan terlihat lebih “halus” dibanding siklus sebelumnya.
Meski begitu, perubahan ini tidak menghapus struktur dasar siklus yang selama ini menjadi acuan banyak pelaku pasar.
Baca juga berita terkait: Apakah Bitcoin (BTC) Kembali Masuk Fase Bear Terdalam Seperti 2014?
Koreksi Saat Ini Disebut Masih Normal
Penurunan harga Bitcoin dari sekitar $126.000 ke $60.000 setelah crash pasar pada Oktober 2025 disebut sebagai bagian dari koreksi wajar dalam siklus.
“Bull market justru dimulai kembali pada periode ketika minat dan perhatian terhadap pasar sangat rendah,” tegasnya.
Scaramucci menilai tekanan juga datang dari aksi jual investor lama yang merealisasikan keuntungan di level psikologis $100.000.
Ia menggambarkan kondisi saat ini sebagai koreksi yang umum terjadi dalam siklus pasar, bukan tanda berakhirnya tren jangka panjang.
Efek Self-Fulfilling Prophecy di Pasar Bitcoin
Menurut Scaramucci, keyakinan pelaku pasar terhadap siklus empat tahunan Bitcoin justru ikut membentuk realitas pergerakan harga.
Investor yang percaya pada pola ini cenderung mengambil keputusan berdasarkan siklus, sehingga secara tidak langsung memperkuat pola tersebut di pasar.
Fenomena ini membuat siklus Bitcoin tetap bertahan, meskipun struktur pasar terus berkembang.
Q4 2026 Disebut Jadi Awal Fase Kenaikan Baru
Scaramucci memperkirakan pergerakan harga Bitcoin akan cenderung fluktuatif sepanjang 2026. Fase ini ditandai dengan pergerakan yang tidak memiliki arah kuat akibat ketidakpastian makro dan sentimen pasar.
Namun, momentum kenaikan diprediksi mulai terbentuk pada kuartal keempat 2026, yang berpotensi menjadi awal siklus bullish berikutnya.
Prediksi ini sejalan dengan pola historis Bitcoin yang sering menunjukkan perubahan tren setelah periode konsolidasi panjang.
Ekspektasi Market yang Meleset
Sebelumnya, banyak pelaku pasar memperkirakan Bitcoin bisa mencapai $150.000 pada 2025, didorong oleh sentimen positif terhadap regulasi dan adopsi institusi.
Namun, ekspektasi tersebut tidak tercapai setelah terjadi koreksi tajam di pasar.

Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph
Scaramucci menyoroti bahwa pergerakan Bitcoin sering kali berlawanan dengan konsensus mayoritas investor, seperti yang terjadi setelah runtuhnya FTX pada 2022, di mana harga justru mulai naik saat sentimen pasar sedang lemah.
Baca juga berita terbaru: Bitcoin dan Emas Tak Lagi Sejalan, Siapa yang Kini Lebih Unggul?
Risiko Masih Membayangi Pergerakan Bitcoin
Tekanan eksternal masih menjadi faktor penting yang memengaruhi harga Bitcoin. Ketegangan geopolitik dan kondisi pasar global membuat aset berisiko, termasuk kripto, cenderung bergerak lebih sensitif.
Bitcoin bahkan sempat turun di bawah $65.000 seiring meningkatnya konflik global, sejalan dengan pelemahan indeks saham seperti S&P 500.
Beberapa analis memperkirakan potensi penurunan lebih dalam jika korelasi dengan pasar saham tetap tinggi.
Kesimpulan
Pandangan Scaramucci menunjukkan bahwa siklus empat tahunan Bitcoin belum sepenuhnya hilang, meskipun karakter pergerakannya mulai berubah.
Masuknya institusi membuat volatilitas lebih terkendali, tetapi pola siklus tetap menjadi acuan bagi sebagian pelaku pasar.
Dengan kondisi saat ini, pergerakan Bitcoin cenderung berada dalam fase transisi, di mana arah tren berikutnya diperkirakan mulai terbentuk menjelang akhir 2026.
FAQ
- Apa itu siklus 4 tahunan Bitcoin?
Siklus 4 tahunan Bitcoin adalah pola pergerakan harga yang biasanya terdiri dari fase kenaikan beberapa tahun, diikuti periode koreksi sebelum siklus baru dimulai. - Apakah siklus Bitcoin masih berlaku di era ETF dan institusi?
Banyak analis menilai siklus masih berlaku, tetapi pengaruh institusi membuat pergerakannya lebih stabil dan tidak se-ekstrem sebelumnya. - Kenapa harga Bitcoin bisa turun setelah mencapai level tinggi?
Penurunan biasanya dipicu oleh aksi ambil untung, tekanan makroekonomi, serta perubahan sentimen investor setelah harga mencapai level psikologis tertentu. - Kapan Bitcoin diprediksi mulai naik lagi?
Menurut Scaramucci, potensi kenaikan harga Bitcoin bisa mulai terlihat pada kuartal keempat 2026 setelah fase konsolidasi. - Apa faktor utama yang memengaruhi harga Bitcoin saat ini?
Faktor utama meliputi kondisi makroekonomi, aliran dana institusi, sentimen pasar global, serta korelasi dengan aset lain seperti saham.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Scaramucci says BTC’s 4-year cycle still in play, forecasts rise in Q4, diakses pada 23 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


