Kinerja Bitcoin (BTC) yang tertinggal dari emas dan silver dalam beberapa hari terakhir memicu perdebatan di pasar.
Saat logam mulia mencetak rekor baru di tengah pelemahan dolar AS, ketegangan geopolitik, dan tekanan ekonomi global, Bitcoin justru bergerak lebih lambat dan sempat bertahan di bawah level $90.000.
Situasi ini memunculkan anggapan bahwa investor mulai meninggalkan kripto dan kembali ke aset safe haven. Namun, pandangan tersebut dibantah oleh analis senior Bloomberg.
Pandangan Bloomberg: Koreksi Bukan Tanda Masalah
The dread I see from bitcoiners (and the football spiking from the haters) is very short-sighted to me given that since 2022 (right before the BlackRock ETF filing) Bitcoin is up 429%, gold 177%, Silver 350%, QQQ 140%. In other words bitcoin spanked everything so bad in ’23 and… pic.twitter.com/SPNB9RTdzv
— Eric Balchunas (@EricBalchunas) January 27, 2026
Analis ETF senior di Bloomberg, Eric Balchunas, menilai pelemahan Bitcoin saat ini terlalu dibesar-besarkan.
Menurutnya, pergerakan BTC lebih mencerminkan fase konsolidasi, bukan perubahan tren jangka panjang.
Balchunas menekankan bahwa sejak 2022, Bitcoin telah mencatat kenaikan sekitar 429%, jauh melampaui kinerja emas yang naik 177% dan silver yang menguat 350%.
Angka ini menunjukkan bahwa meski BTC sedang tertahan, performanya secara historis masih unggul dibanding aset utama lain.
Ia menilai reli besar Bitcoin sepanjang 2023–2024 membuat aset ini membutuhkan jeda alami. Koreksi yang terjadi saat ini dianggap sebagai proses “bernapas”, bukan sinyal kelelahan pasar.
Baca juga: Trump Tak Khawatir Dolar Melemah, Bitcoin (BTC) Langsung Naik Tajam
Emas dan Silver Naik, Bitcoin Tertahan
Reli emas dan silver terjadi di tengah kombinasi faktor makro yang kuat. Pelemahan dolar AS membuat logam mulia lebih menarik secara global, sementara ketidakpastian geopolitik meningkatkan permintaan aset lindung nilai.
Di sisi lain, Bitcoin sempat melemah dalam sepekan terakhir dan gagal menembus kembali $90.000.
Namun, Balchunas menilai perbandingan jangka pendek ini kurang adil, mengingat Bitcoin telah mencatat lonjakan signifikan dalam dua tahun terakhir.
Menurutnya, banyak pelaku pasar lupa bahwa emas dan silver telah berada di area harga tinggi cukup lama, tetapi tetap belum mampu menyaingi laju kenaikan Bitcoin sejak 2022.
Kenapa Hal Ini Dibahas Balchunas?
Pembahasan Balchunas bukan tanpa alasan, dirinya menilai bahwa koreksi setelah reli panjang adalah bagian normal dari siklus pasar.
Ia menyebut penurunan harga Bitcoin bukan tanda “koma pasar”, melainkan fase penyesuaian setelah pertumbuhan agresif.
Dengan latar belakang tersebut, pergerakan Bitcoin saat ini lebih tepat dibaca sebagai konsolidasi sehat, bukan awal tren turun baru. Fokus pasar ke depan diperkirakan tetap akan tertuju pada dinamika makro dan arus likuiditas global.
Kesimpulan
Pernyataan analis Bloomberg menegaskan bahwa pelemahan Bitcoin di tengah reli emas dan silver tidak mencerminkan masalah fundamental.
Dengan kenaikan 429% sejak 2022, Bitcoin masih menunjukkan kinerja jangka panjang yang dominan. Koreksi saat ini dinilai sebagai jeda alami setelah reli besar, bukan sinyal pembalikan tren.
FAQ
1. Mengapa Bitcoin tertinggal dari emas dan silver belakangan ini?
Karena emas dan silver diuntungkan oleh pelemahan dolar AS dan ketidakpastian global, sementara Bitcoin sedang berada dalam fase konsolidasi setelah reli besar.
2. Apa yang dimaksud konsolidasi harga Bitcoin?
Konsolidasi adalah fase pergerakan harga yang cenderung datar setelah kenaikan tajam, bertujuan menyeimbangkan pasar sebelum menentukan arah berikutnya.
3. Seberapa besar kinerja Bitcoin dibanding emas dan silver?
Sejak 2022, Bitcoin naik sekitar 429%, melampaui emas 177% dan silver 350% berdasarkan data yang disampaikan analis Bloomberg.
4. Apakah koreksi Bitcoin menandakan tren bearish?
Menurut Eric Balchunas, tidak. Koreksi ini dianggap normal dan sehat setelah reli besar di 2023–2024.
5. Faktor apa yang memengaruhi perbandingan Bitcoin dan logam mulia?
Kondisi makro seperti suku bunga, nilai dolar AS, ketegangan geopolitik, serta persepsi investor terhadap aset lindung nilai dan aset berisiko.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Bitcoin Sistemi – Bloomberg Analyst Comments on Bitcoin (BTC), Gold and Silver! “People Don’t See the Real Truth!”, diakses pada 28 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
