Staking Crypto/Earn: Cara Cerdas Tingkatkan Keuntungan
icon search
icon search

Top Performers

open sidebar

Home / Paket Pelajaran Dasar / judul_artikel

Staking Crypto (Earn)

Staking (Earn) Crypto - INDODAX Academy

Daftar Isi

Staking/earn adalah kegiatan menarik dalam ekosistem blockchain di mana kamu bisa mempertahankan atau melakukan penguncian aset kripto dalam jaringan blockchain guna mendukung operasinya, dan di sisi lain kamu juga akan diberikan hadiah berupa koin crypto tambahan yang diciptakan oleh jaringan tersebut. 

Ini adalah cara yang menarik untuk berpartisipasi aktif dan mendapatkan imbalan atau benefit dalam dunia cryptocurrency.

Apa itu Staking Crypto/ Earn?

apa itu staking

Perlu kamu ketahui bahwa Staking adalah kegiatan mengamankan aset cryptocurrency ataupun kripto dengan menempatkannya di dalam protokol Blockchain sebagai jaminan.

Seperti yang telah disinggung di atas bahwa dalam kegiatan staking, pemegang koin crypto (staker) akan mendapatkan imbalan dalam bentuk aset itu sendiri sebagai imbalan atas koin yang di-stake.

Staking Crypto adalah memiliki proses yang bervariasi, tergantung koin crypto dan jaringan Blockchain yang digunakan.

Sebagai contoh, pada Ethereum, staker harus memiliki setidaknya 32 ETH untuk melakukan staking.

Tujuan dan Keuntungan Melakukan Staking Crypto (Earn)

Tujuan utama dari staking crypto (Earn) adalah untuk mendukung operasi jaringan Blockchain, memvalidasi transaksi, dan mempertahankan keberlanjutan jaringan tersebut. Selain itu, staking crypto juga bertujuan untuk menjaga stabilitas jaringan Blockchain, memastikan sistem konsensus berfungsi dengan baik, dan memverifikasi transaksi secara efektif.

Melalui staking crypto, para investor akan mendapatkan passive income sehingga menjadi alternatif bagi penambangan (mining bitcoin) yang membutuhkan daya komputasi dan konsumsi listrik yang besar. Selain itu, staking juga membantu mengendalikan inflasi koin dan meningkatkan nilai koin tersebut di pasar. Dengan demikian, staking crypto memberikan manfaat ganda bagi para pemegang koin, yaitu penghasilan stabil dan menambah  pertumbuhan nilai investasi.

Cara Melakukan Staking Crypto

cara kerja staking

Staking crypto ternyata bisa dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pengguna. Berikut ini adalah dua contoh jenis staking crypto yang paling populer:

1. Single Staking Crypto

Cara yang pertama adalah Single staking crypto cocok untuk staker yang ingin mendapatkan imbalan dari hasil staking secara mandiri tanpa bergabung dengan staking pool dan menugaskan hak staking kepada pihak lain.

Cara kerja Staking yang melakukan single staking hanya mengunci atau menyimpan coin crypto mereka sendiri pada smart contract mereka sendiri pada smart contract di jaringan Blockchain.

Staker akan memperoleh imbalan atas kontribusinya dalam mendukung operasi Blockchain berupa token atau aset kripto itu sendiri.

Contoh validator single staking adalah Polkadot (DOT) yang merupakan platform yang menggunakan sistem konsensus dan memiliki beberapa validator staking yang dapat dipilih oleh pengguna.

2. Staking Pool

Staking pool cocok untuk staker yang tidak memiliki modal yang cukup untuk melakukan single staking crypto.

Setelah itu cara kerja staking pool melakukan dengan cara menggabungkan koin dengan staker lainnya untuk meningkatkan peluang mereka dalam memvalidasi transaksi.

Staker akan memperoleh imbalan yang telah dibagi secara proporsional antara staker di dalam pool berdasarkan jumlah koin yang di stake.

Contoh validator staking pool adalah ethereum staking, versi baru Ethereum 2.0 menggunakan sistem konsensus Proof-of-Stake (PoS).

Beberapa Faktor yang Dapat Mempengaruhi Validator

Perlu kamu ketahui bahwa ada beberapa hal yang penting untuk diketahui ketika ingin memilih validator.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi validator:

1. Reputasi dan Track Record

Kamu harus memilih validator yang memiliki reputasi dan track record baik dalam melakukan staking agar aman dan efisien.

Pastikan validator dapat dipercaya dan bisa menjaga keamanan aset

2. Kebijakan Staking

Pastikan kamu memahami kebijakan staking crypto dari validator, seperti persentase imbal hasil yang diterima, jumlah minimum dan juga jangka waktu staking, walaupun tidak semua stake menggunakan periode, beberapa ada yang berjalan terus hingga kamu memutuskan untuk unstake.

3. Kemampuan Teknis

Pilih validator yang mempunyai infrastruktur teknis yang handal dan dapat memastikan bahwa validator tersebut bisa memproses transaksi dengan efisien.

4. Transparansi

Kamu harus mencari validator yang transparan dan mau mempublikasikan informasi mengenai performa staking secara terbuka.

5. Dukungan Komunitas

Carilah validator yang mempunyai dukungan kuat dari komunitas serta dapat memberikan dukungan dan bantuan ketika diperlukan.

 

Kesimpulan:

1. Staking adalah proses pengguna menyimpan atau mengunci aset kripto untuk mendukung operasi dan memvalidasi transaksi dalam jaringan Blockchain.

2. Tujuan utama staking adalah mendukung operasi jaringan Blockchain.

3. Ketika memilih validator staking, pastikan validator dapat dipercaya dan bisa menjaga keamanan aset dan bisa mengembangkannya dengan baik.

Setelah memahami istilah staking diatas, kamu dapat langsung memanfaatkan fitur staking Earn crypto di Indodax, karena saat ini Indodax  menyediakan layanan staking crypto terbaik tersebut dengan nama Indodax Earn

 

Pada materi berikutnya, kamu akan mempelajari dan membahas materi pembelajaran dasar mengenai “Web 3.0”.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!