Crypto Winter atau Fase Baru? Ini yang Sebenarnya Terjadi di Pasar Kripto
icon search
icon search

Top Performers

Crypto Winter atau Fase Baru? Ini yang Sebenarnya Terjadi di Pasar Kripto

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Crypto Winter atau Fase Baru? Ini yang Sebenarnya Terjadi di Pasar Kripto

Crypto Winter atau Fase Baru? Ini yang Sebenarnya Terjadi di Pasar Kripto

Daftar Isi

Pasar kripto kembali melemah dalam beberapa pekan terakhir, memicu pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar: apakah ini awal dari crypto winter

Penurunan harga terjadi di tengah regulasi yang semakin matang, tekanan makro global, dan perubahan struktur pasar pasca-masuknya modal institusional.

Berbeda dari siklus sebelumnya, berdasarkan laporan dari Tiger Research, pelemahan kali ini bukan dipicu oleh runtuhnya fondasi industri melainkan oleh faktor eksternal yang menekan seluruh aset berisiko secara bersamaan.

 

Apakah Pola Crypto Winter Klasik Terulang?

Dalam sejarah, crypto winter selalu diawali oleh peristiwa besar yang mengguncang industri dari dalam. 

image (4)

Sumber: Tiger Research

Contohnya peretasan Mt. Gox pada 2014, regulasi ICO global pada 2018, serta runtuhnya Terra–Luna dan FTX pada 2022.

Setiap siklus tersebut memicu runtuhnya kepercayaan, diikuti eksodus talenta ke sektor lain seperti fintech, big tech, hingga AI

Namun, kondisi saat ini berbeda karena tidak ada satu kejadian internal yang menghancurkan struktur industri kripto.

Pelemahan harga saat ini justru muncul setelah ETF Bitcoin disetujui, sebuah katalis positif yang sebelumnya mendorong reli pasar. 

Artinya, tekanan datang dari luar industri, bukan dari kegagalan sistem kripto itu sendiri.

 

Baca juga: Masih Lesu, Benarkah Harga Bitcoin (BTC) “Abnormal”? Ini Jawaban Analis!

 

Faktor Eksternal Jadi Penekan Utama Pasar

Pasar kripto saat ini bergerak seiring dengan dinamika makro global. Kebijakan tarif, suku bunga, serta ketidakpastian geopolitik mendorong investor global mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Situasi ini diperparah oleh perubahan struktur pasar pasca-regulasi. Pasar kini terbagi menjadi zona teregulasi, zona tidak teregulasi, dan infrastruktur bersama seperti stablecoin dan oracle.

Modal institusional yang masuk melalui ETF berhenti di Bitcoin dan tidak mengalir ke altcoin seperti pada siklus sebelumnya. Efek “trickle-down” yang dulu mengangkat seluruh pasar kini nyaris hilang.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by INDODAX (@indodax)

 

Kenapa Ini Belum Bisa Disebut Crypto Winter?

Meski harga tertekan, industri kripto belum menunjukkan tanda-tanda kehancuran struktural. 

image (5)

Sumber: TradingView

Builder masih aktif, dan narasi baru seperti RWA, perpDEX, prediction market, InfoFi, serta privasi terus dikembangkan.

Crypto winter sebelumnya lahir dari kesalahan internal industri. Kali ini, tekanan berasal dari lingkungan makro yang belum mendukung, bukan karena industri kehilangan arah atau legitimasi.

Dengan kata lain, pasar belum benar-benar masuk musim dingin, tetapi berada dalam fase transisi pasca-regulasi yang membuat reli spekulatif semakin terbatas.

 

Kesimpulan

Pelemahan pasar kripto saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan crypto winter klasik. 

Tekanan datang dari faktor eksternal dan perubahan struktur pasar, bukan dari runtuhnya kepercayaan terhadap teknologi kripto itu sendiri.

Bull run berikutnya kemungkinan tetap akan datang, tetapi tidak merata. Hanya sektor dengan use case kuat dan relevan secara ekonomi yang berpotensi menjadi penggerak utama.

tiger

Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research

 

FAQ

1. Apa itu crypto winter?
Crypto winter adalah fase panjang penurunan pasar kripto yang biasanya ditandai harga jatuh, kepercayaan runtuh, dan aktivitas industri melambat.

2. Kenapa kondisi sekarang berbeda dari crypto winter sebelumnya?
Karena tekanan berasal dari faktor eksternal seperti makro dan regulasi, bukan dari kegagalan internal industri kripto.

3. Apakah builder dan developer sudah meninggalkan kripto?
Belum. Banyak proyek baru masih dikembangkan, terutama di sektor RWA, privasi, dan infrastruktur.

4. Kenapa altcoin tidak ikut naik seperti siklus lama?
Modal institusional dari ETF berhenti di Bitcoin dan tidak mengalir ke zona tidak teregulasi seperti sebelumnya.

5. Apa syarat bull run berikutnya bisa terjadi?
Dibutuhkan killer use case baru dan lingkungan makro yang mendukung, terutama dari sisi likuiditas dan suku bunga.

 

 

Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.

Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow IG Indodax

Author: Alo 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto

Lebih Banyak dari Berita

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
ZKWASM/IDR
ZKWASM
57
103.57%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
2
100%
CBG/IDR
Chainbing
3
50%
ALITAS/IDR
Alitas
3
50%
DUSK/IDR
Dusk
1.860
35.77%
Nama Harga 24H Chg
ALIF/IDR
ALIF
208
-43.32%
CATI/IDR
Catizen
653
-36.6%
XGD/IDR
XGold
203.946
-33.13%
VBG/IDR
Vibing
3
-25%
T/IDR
Threshold
99
-23.85%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Laporan Keuangan JPMorgan Cs Akan Dirilis, Hasilnya Bisa Ubah Sentimen Pasar
14/07/2026
Laporan Keuangan JPMorgan Cs Akan Dirilis, Hasilnya Bisa Ubah Sentimen Pasar

Empat bank terbesar di Amerika Serikat, yakni JPMorgan Chase, Bank

14/07/2026
Strategy Tak Lagi Beli Bitcoin, Michael Saylor Kini Pilih Jalur Berbeda?
14/07/2026
Strategy Tak Lagi Beli Bitcoin, Michael Saylor Kini Pilih Jalur Berbeda?

Strategy kembali mengejutkan pasar setelah memutuskan tidak membeli Bitcoin dalam

14/07/2026
Trader Ini Sebut Siklus Solana Mirip Ethereum, Segini Target Harga Selanjutnya
14/07/2026
Trader Ini Sebut Siklus Solana Mirip Ethereum, Segini Target Harga Selanjutnya

Seorang trader kripto asal Jepang, Ryker, kembali menjadi perhatian media

14/07/2026