Dunia Hiburan Korea Mulai Cicip Crypto
Dulu fans K-pop sibuk cari lightstick dan photocard idola. Sekarang? Koleksinya bisa berupa NFT, konsernya tayang di metaverse, dan komunitas fandom makin digital. Era baru industri hiburan Korea sudah dimulai, dimana teknologi blockchain mulai merambah ke setiap aspek kehidupan penggemar.
Tapi, seberapa dalam sebenarnya dunia hiburan Korea masuk ke ranah kripto? Apakah para idol benar-benar punya Bitcoin? Atau ini cuma gimmick marketing digital untuk menarik perhatian generasi Z yang melek teknologi?
Mari kita bahas dari kebijakan negara hingga keterlibatan nyata para artis dalam ekosistem mata uang digital yang semakin berkembang pesat.
Korea Selatan Serius Bangun Ekosistem Crypto
Kalau kamu pikir Korea Selatan masih ragu soal kripto, kamu bakal terkejut. Pemerintahnya justru jadi salah satu yang paling progresif di Asia dalam membangun ekosistem digital aset secara menyeluruh — dari sisi regulasi, insentif pajak, sampai dukungan infrastruktur blockchain.
Regulasi Crypto Terbaru 2024–2025
Sejak Juli 2024, Korea Selatan resmi memberlakukan Virtual Asset User Protection Act (VAUPA), sebagai tonggak hukum besar pertama yang melindungi pemilik aset digital. Menurut laporan Yonhap News dan panduan resmi FSC Korea, undang-undang ini menetapkan aturan ketat tentang keamanan dana pengguna, audit exchange, hingga sanksi pidana untuk manipulasi pasar.
Beberapa poin penting dari regulasi baru ini:
- Organisasi nirlaba dan yayasan diizinkan memiliki dan mengelola aset digital secara legal.
- Investor institusional diberi jalur khusus untuk membeli kripto dalam skala besar — langkah penting agar adopsi tidak hanya didominasi ritel.
- Sama halnya dengan diskusi seputar pajak aset kripto di berbagai negara, termasuk Indonesia, pajak capital gain 20% untuk investor kripto resmi ditunda hingga 1 Januari 2027, memberi ruang napas untuk investor kecil dan startup blockchain di fase awal.
Pengawasan Ketat dari FSC Korea
Financial Services Commission (FSC), sebagai otoritas tertinggi keuangan di Korea, memperketat pengawasan sejak paruh pertama 2024. Pada Juni 2024, FSC menerbitkan “Guidelines on NFT Application of VAUPA”, yang menjelaskan klasifikasi dan perlakuan hukum untuk NFT, airdrop, dan token utilitas lainnya agar tidak lagi berada di area abu-abu.
Menurut The Korea Times dan Business Korea, panduan ini menjadi rujukan resmi bagi bursa, proyek NFT, dan pelaku industri hiburan yang mulai masuk ranah blockchain.
Statistik Adopsi Crypto yang Mengguncang
Adopsi kripto di Korea Selatan bukan sekadar tren — ini sudah jadi fenomena sosial digital. Data dari Financial Intelligence Unit (FIU) Korea dan Upbit Research Institute 2025 menunjukkan angka yang mencengangkan:
- 16,29 juta warga Korea memiliki akun kripto aktif (lebih dari 31% populasi dewasa).
- Proporsi gender: 67% pria, 33% wanita.
- Rentang usia dominan: 30–49 tahun, dengan lonjakan pengguna Gen Z sejak 2023.
- Volume transaksi bulanan mencapai ?78 triliun (setara Rp920 triliun) pada kuartal pertama 2025 — menjadikan Korea sebagai pasar kripto per kapita terbesar di dunia.
Selain kripto, koleksi digital seperti NFT juga mulai booming. Menurut riset Upbit Research Institute, jumlah pemilik NFT di Korea melonjak dari 10 ribu di 2020 menjadi 760 ribu di 2021, dan diperkirakan menembus 970 ribu pada 2027. Artinya, koleksi fandom pun sudah mulai bergeser ke aset berbasis blockchain.
Dukungan Infrastruktur dan Inovasi
Tak hanya regulasi, pemerintah Korea juga mendorong adopsi teknologi blockchain lewat sektor publik. Menurut laporan resmi dari Ministry of Science and ICT Korea (Mei 2025):
- Ada lebih dari 220 proyek berbasis blockchain aktif di sektor publik dan swasta, termasuk untuk ID digital, voting elektronik, hingga logistik farmasi.
- Kota Busan dikembangkan sebagai zona bebas regulasi blockchain (Blockchain Free Zone) yang menguji integrasi Web3 dalam keuangan, gaming, dan hiburan.
Dengan fondasi sekuat ini, tidak mengherankan kalau industri hiburan Korea mulai ikut bermain di sektor kripto. Agensi hiburan besar melihat peluang besar di sinergi antara fandom K-pop dan model bisnis Web3 seperti NFT, metaverse, dan tokenisasi pengalaman fans.
Artis Korea Jarang Ngaku, Tapi Banyak Terlibat
Meski jadi wajah banyak kampanye digital dan proyek blockchain, kamu hampir tidak pernah mendengar artis Korea secara terang-terangan mengaku memiliki Bitcoin atau aset kripto lainnya. Fenomena ini punya alasan yang cukup kompleks.
Alasan Dibalik Keheningan Para Idol
Kontrak agensi yang sangat ketat menjadi faktor utama. Hampir semua artis K-pop terikat kontrak eksklusif dengan agensi yang mengatur setiap aspek citra publik mereka. Bicara soal investasi pribadi, apalagi yang berisiko tinggi seperti kripto, bisa melanggar klausul kontrak tersebut.
Risiko reputasi tinggi di mata netizen Korea juga menjadi pertimbangan serius. Masyarakat Korea dikenal sangat kritis terhadap public figure. Satu salah langkah dalam investasi bisa merusak karier bertahun-tahun. Kasus-kasus idol yang terjerat kontroversi investasi di masa lalu membuat artis lain semakin berhati-hati.
Regulasi hukum Korea juga melarang promosi aset virtual tanpa izin resmi. Ini artinya, meskipun artis punya kripto, mereka tidak bisa sembarangan membicarakannya di media sosial atau interview tanpa risiko legal.
Perbedaan Mencolok dengan Seleb Barat
Kontras sekali dengan selebriti barat yang bebas pamer koleksi NFT di Instagram atau tweet soal investasi Bitcoin mereka. Di Korea, budaya industri hiburan yang hierarkis dan sangat terkontrol membuat artis lebih berhati-hati dalam mengekspresikan preferensi finansial pribadi.
Meski demikian, hal ini bukan berarti mereka jauh dari dunia kripto. Justru sebaliknya, banyak proyek blockchain dan NFT yang diam-diam melibatkan mereka melalui jalur resmi agensi.
Proyek NFT & Metaverse yang Gandeng Artis K-Pop
Menurut LinkedIn Market Report 2025, nilai pasar platform NFT Korea diperkirakan mencapai USD?0,7 miliar di 2024 dan melonjak ke USD?3,8 miliar di 2033. Agensi besar seperti HYBE, SM, dan YG pun mulai serius memanfaatkan teknologi ini untuk memperluas model bisnis digital fandom.
Meski tidak mengaku sebagai investor kripto pribadi, beberapa nama besar di industri hiburan Korea telah terlibat dalam berbagai proyek blockchain, NFT, bahkan metaverse melalui agensi mereka.
HYBE x Dunamu: Revolusi NFT BTS dan Artis Lain

Visual MOMENTICA, platform digital collectible hasil joint venture HYBE x Dunamu via Levvels.
HYBE, agensi di balik BTS, bermitra dengan Dunamu untuk mengembangkan bisnis NFT dalam joint venture baru yang memungkinkan konten berbasis IP artis menjadi aset digital untuk fans. Melalui platform LEVVELS yang berbasis di Los Angeles, HYBE meluncurkan NFT untuk fans TOMORROW X TOGETHER, SEVENTEEN, dan artis lainnya.
Platform ini tidak hanya menjual collectible digital, tapi juga memberikan akses eksklusif ke konten behind-the-scenes dan pengalaman fan yang tidak bisa didapat di tempat lain.
SM Entertainment: Pionir Metaverse Korea

Avatar aespa (æ-Karina dan æ-Winter) dalam SM Culture Universe, wajah baru hiburan digital SM Entertainment.
SM Entertainment, salah satu agensi terbesar Korea, berencana menciptakan konten masa depan di bawah metaverse SM Culture Universe (SMCU) dalam bentuk NFT. Grup aespa memimpin perjalanan ini dengan meletakkan fondasi untuk metaverse SM Entertainment.
Konsep aespa dengan avatar virtual mereka (æ-karina, æ-Winter, æ-Giselle, æ-Ningning) menjadi blueprint bagaimana artis K-pop bisa eksis di dunia digital dan fisik secara bersamaan.
YG Entertainment: BLACKPINK di Dunia Virtual

Penampakan avatar Jennie, Jisoo, Lisa, dan Rosé dalam “BLACKPINK: The Palace” di Roblox, proyek metaverse resmi dari YG Entertainment & Karta.
YG Entertainment menciptakan ‘BLACKPINK House’ menggunakan IP BLACKPINK dan membuka ‘the SamE,’ ruang proyek khusus untuk artis dan fans YG. Avatar BLACKPINK bahkan mengadakan fan event virtual, mengundang fans untuk membuat music video berdasarkan musik dan gerakan idol mereka.
Kolaborasi dengan platform metaverse ini menunjukkan komitmen YG dalam menciptakan sinergi yang berkelanjutan dengan era digital.
JYP Entertainment: Platform NFT Khusus K-Pop

Logo JYP Entertainment, bagian dari rencana mereka membangun platform NFT bekerja sama Dunamu.
JYP Entertainment, yang menaungi artis seperti 2PM dan TWICE, mengumumkan rencana kemitraan dengan perusahaan blockchain Dunamu untuk mendirikan platform NFT khusus K-pop. Platform ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan unik fandom K-pop yang sangat loyal dan aktif.
Kasus Unik: Hwang Jung-eum
Dalam lanskap yang didominasi keheningan, aktris Hwang Jung-eum menjadi satu-satunya artis Korea yang resmi terlibat dalam kasus hukum terkait investasi kripto pribadi. Kasusnya menjadi pembelajaran penting tentang risiko dan regulasi yang ketat di industri hiburan Korea.
Namun, keterlibatan dalam proyek-proyek blockchain ini tidak selalu berjalan mulus. Beberapa proyek bahkan sempat menuai kontroversi dan dianggap lebih spekulatif daripada inovatif.
NFT Fandom: Gimmick, Inovasi, atau Investasi?
Dunia NFT idol memang menggiurkan dengan janji collectible langka, akses fandom eksklusif, bahkan konser privat virtual. Tapi pertanyaan besarnya: apakah ini inovasi nyata yang menguntungkan fans, atau sekadar tren sesaat yang memanfaatkan loyalitas penggemar?
Memahami NFT Fandom dengan Sederhana
NFT fandom pada dasarnya adalah versi digital dari photocard mirip seperti koleksi digital dalam proyek NFT gaming atau aset unik lainnya di dunia kripto, poster, atau merchandise fisik yang selama ini dikumpulkan fans. Bedanya, NFT tersimpan di blockchain dan memiliki sertifikat keaslian digital yang tidak bisa dipalsukan.
Artis dan perusahaan K-pop, khususnya melalui NFT dan mata uang kripto, dapat mengeksplorasi model ekonomi baru dan memberikan fans pengalaman yang lebih sukses dan partisipatif di seluruh dunia. Transparansi dan keamanan blockchain juga meningkatkan kepercayaan dalam transaksi digital.
Statistik dari Techopedia 2025 menunjukkan bahwa sekitar 70% fans K-pop terlibat dalam aktivitas fandom seperti voting, streaming, dan charity. Dengan loyalitas setinggi ini, NFT fandom sangat potensial jadi alat interaksi dua arah yang lebih intim antara idola dan fans.
Risiko yang Harus Diwaspadai
Tanpa pemahaman teknologi yang memadai, fans bisa mudah terjebak dalam investasi NFT yang tidak menguntungkan. Banyak yang membeli NFT idol hanya karena FOMO (Fear of Missing Out), perilaku impulsif yang mirip seperti saat investor pemula tergoda ikut tren aset kripto tanpa analisis tanpa memahami nilai intrinsik atau prospek jangka panjangnya.
Volatilitas harga NFT sangat tinggi dan tidak predictable. Apa yang hari ini bernilai jutaan rupiah, bisa jadi tidak laku sama sekali beberapa bulan kemudian.
Dampak lingkungan dari transaksi blockchain juga menjadi kekhawatiran. Perhitungan dari Memo Akten (Quartz, 2024) menyebut satu transaksi NFT di jaringan Ethereum dapat menghasilkan sekitar 33,4 kg karbon dioksida — setara dengan penerbangan domestik sekali jalan. Ini menimbulkan dilema bagi fans yang mendukung image “go green” artis idola mereka.
Membedakan Koleksi dan Investasi
Penting untuk membedakan antara koleksi digital dan instrumen investasi. NFT fandom umumnya lebih cocok dianggap sebagai memorabilia digital — mirip dengan kamu beli album fisik atau lightstick untuk dukung artis, bukan karena berharap nilainya naik.
Menurut laporan DappRadar dan The Korea Herald (2025), lebih dari 70% NFT K-pop yang terjual di tahun 2023–2024 tidak mengalami apresiasi nilai signifikan di pasar sekunder. Artinya, potensi cuan dari NFT fandom sangat terbatas, apalagi tanpa fungsi utilitas yang jelas.
Kalau kamu tertarik mengoleksi NFT idol, pastikan kamu paham betul tujuannya. Lakukan riset mendalam (Do Your Own Research/DYOR) terhadap:
- Utilitas NFT tersebut (akses eksklusif, bonus konser, voting fandom)
- Reputasi dan legalitas platform
- Roadmap teknis dan keberlanjutan proyek
- Tingkat keterlibatan resmi agensi atau artis
Hindari membeli NFT hanya karena hype komunitas, FOMO di sosial media, atau dorongan emosional. Investasi yang sehat bukan soal siapa cepat beli, tapi siapa paling paham risiko dan nilainya.
Kesimpulan: Dunia K-Pop Makin Digital, Kamu Juga Harus Melek
Dunia hiburan Korea semakin dalam masuk ke ranah blockchain dan mata uang digital, bahkan jika artisnya sendiri belum (atau tidak mau) berbicara secara terang-terangan. Tren ini nyata dan akan terus berkembang seiring dengan adopsi teknologi yang semakin masif.
Rangkuman Fakta Penting
Korea Selatan telah membangun ekosistem kripto yang pro-inovasi secara sistemik. Dengan regulasi yang jelas, infrastruktur yang solid, dan adopsi masyarakat yang tinggi, negara ini menjadi salah satu pemimpin global dalam transformasi digital finansial.
Artis terlibat melalui proyek agensi, bukan sebagai investor personal. Meskipun mereka tidak pernah mengaku memiliki Bitcoin atau aset kripto lainnya, keterlibatan mereka dalam proyek NFT dan metaverse menunjukkan bahwa industri hiburan Korea serius memanfaatkan teknologi blockchain.
NFT dan metaverse menjadi jembatan antara fandom tradisional dan Web3. Konsep seperti avatar virtual aespa atau BLACKPINK House di metaverse menunjukkan bagaimana artis bisa hadir dalam dimensi digital yang lebih interaktif dan immersive.
Edukasi dan literasi digital tetap menjadi kunci utama. Tanpa pemahaman yang baik tentang teknologi dan risiko yang terlibat, fans bisa mudah terjerumus dalam investasi yang merugikan.
Pesan untuk Fans dan Crypto Enthusiast
Kalau kamu tertarik dengan koleksi NFT idola, jangan sekadar ikut tren. Pahami dulu cara kerjanya, risiko yang terlibat, dan pastikan kamu membeli dari platform resmi yang sudah terverifikasi, seperti marketplace NFT terpercaya yang sudah banyak dibahas oleh komunitas kripto. Dunia digital memang bisa menjadi ladang cuan, asalkan kamu paham betul permainannya.
Yang terpenting, tetap kritis dan jangan mudah terbawa arus. Teknologi blockchain dan NFT punya potensi besar untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan hiburan dan artis favorit. Namun, seperti halnya investasi lainnya, selalu lakukan riset mendalam dan investasikan hanya uang yang siap kamu hilangkan.
Era digital dalam industri K-pop baru saja dimulai. Dengan persiapan yang tepat, kamu bisa menjadi bagian dari transformasi ini tanpa harus mengalami kerugian yang tidak perlu.
Itulah informasi menarik tentang “Artis Korea dan Kripto” yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market. jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
1. Apakah artis Korea benar-benar memiliki Bitcoin?
Tidak ada pengakuan resmi dari artis Korea tentang kepemilikan Bitcoin atau mata uang kripto lainnya. Regulasi yang ketat dan kontrak agensi membuat mereka sangat berhati-hati dalam membicarakan investasi pribadi. Namun, banyak yang terlibat dalam proyek NFT dan blockchain melalui agensi mereka.
2. Kenapa artis Korea tidak pernah bicara soal kripto?
Alasan utamanya adalah aturan kontrak agensi yang sangat ketat dan regulasi Korea yang melarang public figure mempromosikan aset virtual tanpa izin resmi. Risiko reputasi di mata netizen Korea yang sangat kritis juga membuat mereka lebih berhati-hati dibanding selebriti barat.
3. Apa itu NFT K-pop dan bagaimana cara kerjanya?
NFT K-pop adalah aset digital koleksi berbasis blockchain yang berisi konten idol seperti photocard digital, video eksklusif, atau akses ke event khusus. Mereka berfungsi seperti sertifikat keaslian digital yang tidak bisa dipalsukan dan dapat diperdagangkan.
4. Apakah NFT idol bisa dijadikan investasi?
NFT idol bisa memiliki nilai investasi, tapi tidak selalu. Mereka lebih cocok dilihat sebagai koleksi digital untuk mendukung artis daripada instrumen investasi jangka panjang. Nilai NFT sangat volatile dan tergantung pada popularitas artis serta utilitas yang ditawarkan.
5. Aman tidak membeli NFT idol? Apa yang harus diperhatikan?
Relatif aman jika kamu membeli dari platform resmi yang sudah terverifikasi dan memahami risikonya. Pastikan untuk:
- Membeli hanya dari marketplace resmi agensi
- Memahami utilitas NFT tersebut
- Tidak investasi melebihi kemampuan finansial
- Melakukan riset mendalam tentang proyek dan roadmap-nya
- Menghindari pembelian impulsif karena FOMO
Ingat, jangan pernah membeli NFT dari link random atau platform tidak terpercaya yang mengklaim menjual koleksi artis terkenal.