Harga Bitcoin kembali tertekan tajam setelah kombinasi risiko geopolitik dan ketidakpastian fiskal Amerika Serikat muncul bersamaan.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat jatuh ke area $81.000, menandai salah satu penurunan harian terdalam sejak awal tahun.
Tekanan ini tidak datang dari satu faktor tunggal. Pasar menghadapi tiga risiko besar sekaligus yang mendorong pelaku pasar mengurangi eksposur aset berisiko, termasuk kripto.
1. Ketegangan AS – Iran Dorong Mode Risk-Off Global
Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Amerika Serikat melontarkan peringatan keras ke Iran, sementara Teheran menyatakan kesiapan merespons eskalasi militer.
Pergerakan armada laut dan retorika sanksi baru memicu kekhawatiran salah kalkulasi di kawasan Timur Tengah.
Dalam fase awal eskalasi geopolitik, pasar global cenderung masuk ke mode risk-off, bukan mencari lindung nilai.
Untuk Bitcoin, kondisi ini sering berujung pada pengurangan posisi jangka pendek, terutama ketika leverage masih tinggi dan likuiditas tipis.
Baca juga: Kenapa Harga Bitcoin Terjun Bebas ke Rp1,3 Miliar Hari Ini?
2. Ancaman Shutdown AS Tekan Sentimen Pasar
Di saat yang sama, pasar semakin memperhitungkan kemungkinan shutdown pemerintah AS akibat kebuntuan anggaran.
Jika terjadi, sejumlah lembaga federal berpotensi mengalami gangguan operasional dan menambah ketidakpastian fiskal.
Secara historis, Bitcoin cenderung melemah saat shutdown terjadi. Pada tiga shutdown terakhir, harga Bitcoin sempat turun hingga 16%, seiring pelaku pasar memilih menahan risiko lebih dulu sebelum kejelasan muncul.
3. Likuidasi Besar & Melemahnya Permintaan

Sumber: CoinGlass
Pergerakan harga menunjukkan karakteristik forced selling. Dalam satu hari, likuidasi posisi long kripto tercatat lebih dari $460 juta, menandakan tekanan bukan sekadar aksi jual biasa, melainkan penyesuaian paksa akibat stop-loss dan margin call.
Tekanan diperparah oleh perubahan arus dana ETF Bitcoin spot di AS. Sepanjang tahun berjalan, ETF mencatat net outflow sekitar 4.600 BTC.
Berbanding terbalik dengan arus masuk kuat pada periode yang sama tahun lalu. Hilangnya dukungan ini membuat setiap penurunan harga terasa lebih tajam.
Di sisi lain, data on-chain menunjukkan permintaan ritel menyusut, terlihat dari menurunnya transaksi kecil. Ketika ritel dan ETF sama-sama melemah, pasar menjadi lebih bergantung pada trader jangka pendek dan leverage, yang meningkatkan volatilitas.
Apa Artinya untuk Pergerakan Bitcoin?
Meskipun sentimen terlihat negatif, data menunjukkan bahwa sebagian besar pasokan Bitcoin masih berada dalam posisi untung.
Kondisi ini secara historis justru membuka ruang tekanan lanjutan, karena pasar belum sepenuhnya “reset”.
Arah harga ke depan akan sangat bergantung pada pemulihan permintaan spot, khususnya dari ETF dan stabilisasi partisipasi ritel. Tanpa itu, setiap rebound berisiko rapuh dan mudah dipatahkan oleh tekanan baru.
Kesimpulan
Tekanan Bitcoin saat ini bukan sekadar reaksi terhadap berita, melainkan cerminan kerapuhan struktur permintaan yang sudah terbentuk sebelumnya.
Ketegangan AS – Iran dan ancaman shutdown bertindak sebagai pemicu, bukan akar masalah. Selama dukungan permintaan belum kembali, risiko volatilitas ekstrem masih membayangi pasar kripto.
FAQ
1. Mengapa ketegangan AS–Iran berdampak ke harga Bitcoin?
Eskalasi geopolitik mendorong investor mengurangi aset berisiko. Dalam jangka pendek, Bitcoin sering diperlakukan sebagai aset spekulatif, bukan lindung nilai.
2. Apakah government shutdown AS selalu buruk untuk kripto?
Secara historis, shutdown sering diikuti peningkatan ketidakpastian dan penurunan harga Bitcoin, meski dampaknya biasanya bersifat jangka pendek.
3. Apa arti likuidasi besar bagi pasar Bitcoin?
Likuidasi besar menandakan banyak posisi leverage dipaksa ditutup, yang mempercepat penurunan harga dan meningkatkan volatilitas.
4. Mengapa arus ETF penting bagi harga Bitcoin?
ETF spot adalah sumber permintaan nyata di pasar spot. Ketika arus masuk melemah atau berubah menjadi outflow, daya tahan harga ikut berkurang.
5. Apakah kondisi ini menandakan bottom Bitcoin sudah dekat?
Belum tentu. Selama sebagian besar pasokan masih dalam kondisi untung dan permintaan belum pulih, tekanan lanjutan masih mungkin terjadi.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Regulasi Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
