Aktivitas Avalanche Naik 24 Kali Lipat Gara-Gara Tiket FIFA World Cup
icon search
icon search

Top Performers

Aktivitas Avalanche Naik 24 Kali Lipat Gara-Gara Tiket FIFA World Cup

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Aktivitas Avalanche Naik 24 Kali Lipat Gara-Gara Tiket FIFA World Cup

Aktivitas Avalanche Naik 24 Kali Lipat Gara Gara Tiket FIFA World Cup

Daftar Isi

Jaringan blockchain Avalanche (AVAX) mencatat lonjakan aktivitas signifikan menjelang FIFA World Cup setelah FIFA mulai memanfaatkan teknologi blockchain untuk sistem tiket digitalnya.

Menurut SVP of Growth Avalanche, Arielle Pennington, aktivitas terkait tiket FIFA telah menghasilkan lebih dari 60.000 transaksi di jaringan Avalanche dalam beberapa hari terakhir. 

Dampaknya, volume transaksi meningkat hingga 24 kali lipat dibandingkan kondisi normal, sementara jumlah alamat aktif naik sekitar 10 kali.

Dalam beberapa hari terakhir saja, aktivitas tiket FIFA telah menghasilkan lebih dari 60.000 transaksi di jaringan Avalanche. Volume transaksi meningkat hingga 24 kali lipat dibandingkan level normal, sementara jumlah alamat aktif bertambah sekitar 10 kali lipat,” ujar Pennington dikutip dari Bitcoin News.

Lonjakan tersebut berasal dari penggunaan FIFA Connect, platform yang dibangun di atas blockchain Avalanche untuk mendukung distribusi tiket World Cup.

 

FIFA Gunakan RTB Token untuk Akses Pembelian Tiket

 

Avalanche

Sumber Gambar: X.com

 

Melalui FIFA Connect, penggemar dapat membeli Right to Buy (RTB) token. Aset digital ini bukan tiket pertandingan, melainkan hak untuk membeli tiket resmi FIFA pada tahap berikutnya.

Sistem tersebut memungkinkan seluruh proses pencatatan transaksi dilakukan di blockchain tanpa mengubah pengalaman pengguna saat membeli tiket.

Menurut Pennington, sebagian besar pengguna bahkan kemungkinan tidak menyadari bahwa mereka sedang menggunakan teknologi blockchain.

“Tidak ada orang yang membeli tiket FIFA World Cup karena ingin menggunakan blockchain. Mereka membeli tiket karena ingin menyaksikan tim favoritnya bertanding. Teknologi hanya membantu mewujudkan hal tersebut. Begitulah cara teknologi yang sukses berkembang pada akhirnya,” jelasnya.

 

Baca juga berita terkait: FIFA Masuk Web3! Platform Prediksi Piala Dunia 2026 Kini Pakai Blockchain

 

Contoh Adopsi Blockchain di Balik Layar

Avalanche menilai kasus FIFA menunjukkan bahwa blockchain tidak harus menjadi fitur utama yang terlihat oleh pengguna.

Alih-alih meminta pengguna memahami wallet, token, atau mekanisme blockchain, teknologi tersebut bekerja di belakang layar untuk mendukung layanan yang lebih transparan dan mudah diverifikasi.

“Pemenang terbesar nantinya belum tentu blockchain yang paling sering muncul di berita. Melainkan blockchain yang menjadi fondasi pengalaman sehari-hari tanpa disadari penggunanya,” lanjut Pennington.

Pendekatan ini dinilai menjadi salah satu contoh adopsi Web3 yang lebih dekat dengan kebutuhan pengguna umum dibandingkan penggunaan blockchain untuk spekulasi aset digital.

 

Regulasi Mulai Soroti Sistem Tiket FIFA

Meski mendapat perhatian karena mendorong adopsi blockchain, sistem RTB token FIFA juga menghadapi sorotan regulator.

Regulator perjudian Swiss, Gespa, sebelumnya mengajukan keluhan yang menyebut token tersebut berpotensi masuk kategori layanan perjudian ilegal.

Selain itu, Jaksa Agung New York Letitia James dan Jaksa Agung New Jersey Jennifer Davenport juga dikabarkan mulai meninjau praktik penjualan tiket FIFA.

Namun hingga saat ini FIFA tetap melanjutkan penggunaan sistem tiket berbasis blockchain menjelang turnamen berlangsung.

 

Kesimpulan

Lonjakan aktivitas Avalanche menjelang FIFA World Cup menunjukkan bahwa blockchain mulai menemukan peran yang lebih nyata di luar perdagangan aset kripto. 

Alih-alih menjadi produk yang harus dipahami pengguna, teknologi ini justru bekerja di belakang layar untuk mendukung layanan yang digunakan jutaan orang. 

Kasus FIFA menjadi contoh bahwa adopsi blockchain tidak selalu ditandai dengan meningkatnya minat terhadap teknologi tersebut, tetapi ketika masyarakat dapat merasakan manfaatnya tanpa harus menyadari cara kerjanya.

 

FAQ

  • Apa itu RTB token FIFA?
    RTB atau Right to Buy token adalah aset digital yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli tiket resmi FIFA.
  • Apakah RTB token sama dengan tiket pertandingan?
    Tidak. RTB hanya memberikan akses atau hak pembelian tiket, bukan tiket masuk stadion.
  • Mengapa FIFA menggunakan blockchain Avalanche?
    Avalanche digunakan sebagai infrastruktur untuk mencatat dan memverifikasi transaksi tiket secara digital.
  • Berapa transaksi yang tercatat di Avalanche dari aktivitas FIFA?
    Menurut Avalanche, lebih dari 60.000 transaksi tercatat dalam beberapa hari terakhir.
  • Mengapa aktivitas Avalanche naik 24 kali lipat?
    Lonjakan terjadi karena tingginya aktivitas pembelian dan penggunaan RTB token menjelang FIFA World Cup.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi CS Indodax

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow IG Indodax

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Blockchain

Lebih Banyak dari Altcoin,Berita,Blockchain

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
ZKWASM/IDR
ZKWASM
56
51.35%
G/IDR
Gravity
62
34.78%
DEFI/IDR
DeFi
4
33.33%
MPRO/IDR
Max Proper
4
33.33%
DEXE/IDR
DeXe
397.689
24.12%
Nama Harga 24H Chg
VBG/IDR
Vibing
5
-37.5%
GXC/IDR
GXChain
3.262
-36.13%
UB/IDR
Unibase
1.353
-33.05%
FUN/IDR
FUNToken
38
-29.06%
BICO/IDR
Biconomy
496
-28.53%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

5 Faktor Utama yang Bikin Bitcoin (BTC) dan Crypto Lain Crash Hari Ini (23/6)

Pasar crypto kembali mengalami tekanan tajam pada perdagangan hari ini.

All-in Long HYPE Pakai Leverage, Whale Kripto Ini Cetak Profit Rp683 Miliar
23/06/2026
All-in Long HYPE Pakai Leverage, Whale Kripto Ini Cetak Profit Rp683 Miliar

Sebuah whale kripto terpantau membuka posisi long besar pada token

23/06/2026
Pantau! 3 Meme Coin Ini Lagi Jadi Incaran Whale Jelang Akhir Juni 2026
23/06/2026
Pantau! 3 Meme Coin Ini Lagi Jadi Incaran Whale Jelang Akhir Juni 2026

Pasar meme coin mencatat pergeseran aktivitas menjelang akhir Juni 2026,

23/06/2026