Jaringan blockchain Avalanche (AVAX) mencatat lonjakan aktivitas signifikan menjelang FIFA World Cup setelah FIFA mulai memanfaatkan teknologi blockchain untuk sistem tiket digitalnya.
Menurut SVP of Growth Avalanche, Arielle Pennington, aktivitas terkait tiket FIFA telah menghasilkan lebih dari 60.000 transaksi di jaringan Avalanche dalam beberapa hari terakhir.
Dampaknya, volume transaksi meningkat hingga 24 kali lipat dibandingkan kondisi normal, sementara jumlah alamat aktif naik sekitar 10 kali.
“Dalam beberapa hari terakhir saja, aktivitas tiket FIFA telah menghasilkan lebih dari 60.000 transaksi di jaringan Avalanche. Volume transaksi meningkat hingga 24 kali lipat dibandingkan level normal, sementara jumlah alamat aktif bertambah sekitar 10 kali lipat,” ujar Pennington dikutip dari Bitcoin News.
Lonjakan tersebut berasal dari penggunaan FIFA Connect, platform yang dibangun di atas blockchain Avalanche untuk mendukung distribusi tiket World Cup.
FIFA Gunakan RTB Token untuk Akses Pembelian Tiket

Sumber Gambar: X.com
Melalui FIFA Connect, penggemar dapat membeli Right to Buy (RTB) token. Aset digital ini bukan tiket pertandingan, melainkan hak untuk membeli tiket resmi FIFA pada tahap berikutnya.
Sistem tersebut memungkinkan seluruh proses pencatatan transaksi dilakukan di blockchain tanpa mengubah pengalaman pengguna saat membeli tiket.
Menurut Pennington, sebagian besar pengguna bahkan kemungkinan tidak menyadari bahwa mereka sedang menggunakan teknologi blockchain.
“Tidak ada orang yang membeli tiket FIFA World Cup karena ingin menggunakan blockchain. Mereka membeli tiket karena ingin menyaksikan tim favoritnya bertanding. Teknologi hanya membantu mewujudkan hal tersebut. Begitulah cara teknologi yang sukses berkembang pada akhirnya,” jelasnya.
Baca juga berita terkait: FIFA Masuk Web3! Platform Prediksi Piala Dunia 2026 Kini Pakai Blockchain
Contoh Adopsi Blockchain di Balik Layar
Avalanche menilai kasus FIFA menunjukkan bahwa blockchain tidak harus menjadi fitur utama yang terlihat oleh pengguna.
Alih-alih meminta pengguna memahami wallet, token, atau mekanisme blockchain, teknologi tersebut bekerja di belakang layar untuk mendukung layanan yang lebih transparan dan mudah diverifikasi.
“Pemenang terbesar nantinya belum tentu blockchain yang paling sering muncul di berita. Melainkan blockchain yang menjadi fondasi pengalaman sehari-hari tanpa disadari penggunanya,” lanjut Pennington.
Pendekatan ini dinilai menjadi salah satu contoh adopsi Web3 yang lebih dekat dengan kebutuhan pengguna umum dibandingkan penggunaan blockchain untuk spekulasi aset digital.
Regulasi Mulai Soroti Sistem Tiket FIFA
Meski mendapat perhatian karena mendorong adopsi blockchain, sistem RTB token FIFA juga menghadapi sorotan regulator.
Regulator perjudian Swiss, Gespa, sebelumnya mengajukan keluhan yang menyebut token tersebut berpotensi masuk kategori layanan perjudian ilegal.
Selain itu, Jaksa Agung New York Letitia James dan Jaksa Agung New Jersey Jennifer Davenport juga dikabarkan mulai meninjau praktik penjualan tiket FIFA.
Namun hingga saat ini FIFA tetap melanjutkan penggunaan sistem tiket berbasis blockchain menjelang turnamen berlangsung.
Kesimpulan
Lonjakan aktivitas Avalanche menjelang FIFA World Cup menunjukkan bahwa blockchain mulai menemukan peran yang lebih nyata di luar perdagangan aset kripto.
Alih-alih menjadi produk yang harus dipahami pengguna, teknologi ini justru bekerja di belakang layar untuk mendukung layanan yang digunakan jutaan orang.
Kasus FIFA menjadi contoh bahwa adopsi blockchain tidak selalu ditandai dengan meningkatnya minat terhadap teknologi tersebut, tetapi ketika masyarakat dapat merasakan manfaatnya tanpa harus menyadari cara kerjanya.
FAQ
- Apa itu RTB token FIFA?
RTB atau Right to Buy token adalah aset digital yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli tiket resmi FIFA. - Apakah RTB token sama dengan tiket pertandingan?
Tidak. RTB hanya memberikan akses atau hak pembelian tiket, bukan tiket masuk stadion. - Mengapa FIFA menggunakan blockchain Avalanche?
Avalanche digunakan sebagai infrastruktur untuk mencatat dan memverifikasi transaksi tiket secara digital. - Berapa transaksi yang tercatat di Avalanche dari aktivitas FIFA?
Menurut Avalanche, lebih dari 60.000 transaksi tercatat dalam beberapa hari terakhir. - Mengapa aktivitas Avalanche naik 24 kali lipat?
Lonjakan terjadi karena tingginya aktivitas pembelian dan penggunaan RTB token menjelang FIFA World Cup.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Blockchain






Polkadot 4.42%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


