Pasar global mengalami guncangan tajam setelah harga emas, perak, dan Bitcoin turun hampir bersamaan dalam waktu singkat.
Aset yang selama ini dianggap pelindung nilai justru sama-sama terkoreksi setelah reli ekstrem sejak awal 2026.

Sumber: tradingeconomics
Emas jatuh dari rekor $5,600 ke sekitar $4,600, sementara harga perak anjlok hingga 9.8% dalam sehari.
Di saat yang sama, Bitcoin turun tajam ke kisaran $75,000 – $77,000, memperpanjang tekanan di pasar kripto.
Koreksi Tajam Setelah Reli Ekstrem

Sumber: tradingeconomics
Kenaikan harga emas dan perak di awal 2026 didorong oleh ketidakpastian geopolitik, ketegangan global, dan kekhawatiran terhadap sistem keuangan.
Antrean pembeli emas muncul di berbagai negara, baik untuk perhiasan, logam fisik, maupun produk investasi.
Namun setelah harga menyentuh level ekstrem, pasar mulai memasuki fase ambil untung besar-besaran.
Penurunan harga emas di bawah $5,000 pada kontrak berjangka menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai melakukan koreksi lebih luas.
Perak terkena dampak lebih keras karena volatilitasnya lebih tinggi, sehingga ketika sentimen berubah, tekanan jual terjadi lebih cepat dan dalam.
Baca juga: ETF Kripto Spot Berpotensi Hadir di Jepang Mulai 2028
Peran Dolar AS dan Isu The Fed
Tekanan juga datang dari perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS. Bocornya kabar bahwa Kevin Warsh akan ditunjuk sebagai Ketua The Fed memicu gejolak baru di pasar.
Warsh dikenal sebagai figur hawkish, atau cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menekan inflasi.
Pasar membaca ini sebagai potensi perubahan arah kebijakan moneter, sekaligus ancaman terhadap independensi The Fed dari tekanan politik.
Dalam kondisi seperti ini, dolar AS menguat, membuat aset berbasis dolar seperti emas dan perak menjadi lebih mahal bagi pembeli global. Dampaknya, tekanan jual meningkat di seluruh pasar hard asset.
Kenapa Bitcoin Ikut Tertekan?

Sumber: TradingView
Bitcoin ikut terseret karena perannya sebagai aset likuid 24 jam. Saat ketegangan geopolitik meningkat dan sentimen global berubah menjadi risk-off, Bitcoin sering menjadi aset pertama yang dijual untuk menutup risiko.
Penurunan harga Bitcoin ke area $75,000 – $77,000 juga dipicu oleh likuidasi besar posisi leverage, mempercepat tekanan jual.
Ketika emas dan perak yang biasanya menjadi pelindung nilai ikut jatuh, narasi lindung nilai melemah secara bersamaan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penurunan bukan disebabkan satu faktor tunggal, melainkan kombinasi koreksi harga, kebijakan moneter, dan perubahan psikologi pasar global.
Kesimpulan
Turunnya harga Bitcoin, emas, dan perak secara serentak mencerminkan fase koreksi setelah euforia ekstrem, bukan runtuhnya fungsi aset tersebut.
Kombinasi reli berlebihan, penguatan dolar AS, dan ketidakpastian arah The Fed menjadi pemicu utama tekanan pasar.
Pergerakan ini menegaskan bahwa bahkan aset yang dianggap aman tetap rentan terhadap perubahan kebijakan dan sentimen global, terutama setelah kenaikan harga yang terlalu cepat.
FAQ
1. Kenapa emas dan perak bisa turun bersamaan?
Karena keduanya mengalami reli ekstrem sebelumnya dan rentan koreksi saat investor mengambil keuntungan secara massal.
2. Apa pengaruh Kevin Warsh terhadap pasar?
Warsh dipandang hawkish, sehingga pasar mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan potensi penguatan dolar AS.
3. Kenapa Bitcoin ikut turun padahal sering disebut lindung nilai?
Dalam kondisi panik global, Bitcoin sering diperlakukan sebagai aset likuid, sehingga dijual lebih dulu untuk mengurangi risiko.
4. Apakah ini tanda krisis aset safe haven?
Tidak langsung. Ini lebih mencerminkan penyesuaian harga setelah kenaikan tajam dan perubahan ekspektasi kebijakan.
5. Apakah koreksi ini bisa berlanjut?
Selama ketidakpastian kebijakan moneter dan geopolitik berlanjut, volatilitas masih berpotensi tinggi dalam jangka pendek.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
- Euronews – The price of gold and silver has fallen sharply. Where did this plunge come from?, diakses pada 2 Februari 2026
- CoinDesk – ‘This is absolutely INSANE’: Bitcoin’s weekend crash exposes the cracks beneath crypto’s latest boom, diakses pada 2 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #info emas 2026





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
