Bitcoin (BTC to IDR) kini menjadi salah satu aset paling diperebutkan dalam kasus perceraian di Rusia.
Hakim dan pengadilan menghadapi kesulitan besar saat harus membagi aset kripto antara pasangan yang berpisah, terutama karena sifatnya yang anonim dan sulit dilacak.
Masalah ini muncul seiring meningkatnya adopsi kripto di Rusia, bersamaan dengan tingkat perceraian yang juga tinggi.

Sumber Gambar: X.com
Kombinasi dua faktor tersebut membuat Bitcoin dan aset digital lain semakin sering muncul dalam sengketa harta bersama di pengadilan.
Bitcoin Resmi Dianggap Aset dalam Pernikahan
Persoalan ini berakar dari perubahan hukum di Rusia pada tahun 2020. Saat itu pemerintah mengklasifikasikan cryptocurrency sebagai aset tidak berwujud.
Status ini membuat Bitcoin dan aset kripto lain secara hukum dapat dianggap sebagai harta bersama pasangan jika dibeli selama masa pernikahan.
Dalam sistem hukum keluarga Rusia, harta yang diperoleh selama pernikahan umumnya harus dibagi secara adil ketika pasangan bercerai.
Aturan tersebut berjalan relatif mudah untuk aset konvensional seperti rumah, kendaraan, atau rekening bank.Namun situasinya jauh lebih rumit ketika aset yang diperebutkan adalah cryptocurrency.
Baca selanjutnya: Beli Lamborghini Pakai Bitcoin? Dealer Kini Terima 13 Mata Uang Kripto
Hakim Kesulitan Membuktikan Kepemilikan Bitcoin
Menurut Olga Dovgilova, managing partner di firma hukum Dovgilova & Partners, masalah utama dalam sengketa kripto adalah pembuktian kepemilikan aset.
Dalam kasus properti seperti apartemen, dokumen resmi dapat menunjukkan siapa pemiliknya. Sebaliknya, kepemilikan Bitcoin tidak selalu memiliki bukti administratif yang jelas.
Dalam banyak kasus perceraian, salah satu pasangan bahkan harus terlebih dahulu membuktikan bahwa aset kripto tersebut benar-benar ada.
Masalah lain muncul ketika hanya satu pihak yang memegang akses ke wallet atau mengetahui password. Tanpa akses tersebut, pasangan lain sulit membuktikan atau mengklaim bagian dari aset digital tersebut.
Anonimitas dan Exchange Luar Negeri Jadi Hambatan
Sifat anonim cryptocurrency juga menambah kompleksitas bagi pengadilan.
Wallet kripto tidak selalu terhubung dengan identitas resmi pemiliknya. Hal ini membuat hakim kesulitan menentukan siapa sebenarnya pemilik aset tersebut.
Masalah menjadi lebih rumit jika kripto disimpan di exchange luar negeri. Platform internasional tidak memiliki kewajiban hukum untuk memberikan data pengguna kepada pengadilan Rusia.
Akibatnya, pengadilan sering kali tidak memiliki cukup bukti untuk memastikan jumlah aset kripto yang dimiliki salah satu pasangan.
Adopsi Kripto Tinggi di Rusia
Rusia termasuk salah satu negara dengan tingkat adopsi kripto yang tinggi. Banyak warga menggunakan aset digital sebagai alternatif untuk menyimpan nilai atau melakukan transaksi lintas negara.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan cryptocurrency juga meningkat karena masyarakat mencari cara untuk mengelola keuangan di tengah berbagai pembatasan finansial dan sanksi internasional.
Seiring semakin banyak warga Rusia menyimpan kekayaan dalam bentuk kripto, kasus sengketa aset digital dalam perceraian juga ikut meningkat.
Parlemen Rusia Siapkan Aturan Baru
Melihat semakin banyaknya sengketa, anggota parlemen Rusia Igor Antropenko mengajukan rancangan undang-undang baru untuk memperjelas status kripto dalam hukum keluarga.
Rancangan tersebut bertujuan untuk secara eksplisit menyatakan bahwa cryptocurrency yang diperoleh selama pernikahan merupakan harta bersama.
Namun ada pengecualian dalam aturan tersebut. Kripto yang dimiliki sebelum pernikahan atau diperoleh sebagai hadiah tetap dianggap sebagai milik pribadi.
Tujuan utama proposal ini adalah memberikan dasar hukum yang lebih jelas bagi pengadilan ketika menangani sengketa aset kripto.
Baca berikutnya: Studi: 36 Model AI Lebih Memilih Bitcoin daripada Fiat untuk Simpan Nilai
Masalah Hukum Belum Sepenuhnya Selesai
Meski rancangan undang-undang tersebut dianggap langkah penting, banyak tantangan hukum yang masih belum terselesaikan.
Pertanyaan seperti bagaimana membuktikan kepemilikan wallet, bagaimana melacak aset digital, serta bagaimana memperoleh data dari exchange internasional masih menjadi persoalan besar.
Artinya, meskipun hukum baru dapat membantu memberikan kerangka aturan, pengadilan tetap menghadapi kesulitan praktis dalam membagi aset kripto saat perceraian.
Kesimpulan
Kasus sengketa Bitcoin dalam perceraian menunjukkan bagaimana aset digital mulai mengubah dinamika hukum keluarga.
Ketika cryptocurrency semakin populer sebagai alat investasi dan penyimpan nilai, konflik kepemilikan juga ikut meningkat.
Rusia menjadi contoh nyata bagaimana sistem hukum harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi finansial.
Tanpa aturan yang jelas dan mekanisme pembuktian yang kuat, pembagian aset kripto dalam perceraian akan terus menjadi tantangan bagi pengadilan.
FAQ
- Apakah Bitcoin bisa dianggap sebagai harta bersama dalam pernikahan?
Di beberapa negara, termasuk Rusia, Bitcoin dapat dianggap sebagai harta bersama jika dibeli selama masa pernikahan. Artinya, aset tersebut berpotensi dibagi ketika pasangan bercerai. - Mengapa Bitcoin sulit dibagi saat perceraian?
Bitcoin sulit dibagi karena kepemilikannya tidak selalu tercatat dalam dokumen resmi. Selain itu, akses ke wallet dan private key biasanya hanya dimiliki oleh satu pihak. - Apakah pengadilan bisa melacak aset kripto dalam kasus perceraian?
Secara teknis transaksi blockchain dapat dilacak, tetapi identitas pemilik wallet tidak selalu diketahui. Hal ini membuat proses pembuktian kepemilikan kripto menjadi lebih rumit di pengadilan. - Bagaimana jika kripto disimpan di exchange luar negeri?
Jika kripto berada di exchange internasional, pengadilan di suatu negara belum tentu bisa meminta data pengguna. Platform tersebut tidak selalu tunduk pada yurisdiksi hukum lokal. - Apakah kripto yang dimiliki sebelum menikah ikut dibagi saat cerai?
Biasanya tidak. Dalam banyak sistem hukum, termasuk rancangan aturan di Rusia, kripto yang dimiliki sebelum pernikahan atau diterima sebagai hadiah tetap dianggap sebagai aset pribadi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(in)crypto – How Bitcoin Became the Most Contested Asset in Russian Divorces, diakses pada 6 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


