Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah dan sempat jatuh di bawah level psikologis US$80.000 setelah tekanan jual meningkat dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data market terbaru, BTC sempat menyentuh area US$79.000 setelah sebelumnya diperdagangkan di sekitar US$81.700.
Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya aksi profit taking investor serta memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran di pasar global.
Situasi tersebut membuat aset berisiko seperti crypto mulai kehilangan momentum setelah reli kuat beberapa pekan terakhir.
Ketegangan AS-Iran Mulai Tekan Market Crypto
Sentimen negatif datang setelah pejabat Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa Iran menolak proposal Amerika Serikat terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur penting distribusi minyak global. Ketika ketegangan di wilayah tersebut meningkat, market biasanya langsung merespons dengan pendekatan risk-off atau mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Kondisi ini membuat investor mulai lebih berhati-hati terhadap pasar crypto, termasuk Bitcoin.
Negosiasi antara AS dan Iran sendiri dilaporkan masih menemui jalan buntu, terutama terkait penghentian pengayaan uranium Iran dan pembahasan sanksi ekonomi.
Belum adanya kepastian dari perundingan tersebut membuat sebagian pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan dibanding mengambil risiko tambahan.
Baca juga berita selanjutnya: Bitcoin (BTC) Ternyata Paling Sering Naik di Hari Ini, Trader Sudah Sadar?
Investor Mulai Ambil Untung Setelah Bitcoin Naik 37%
Selain faktor geopolitik, tekanan terbesar Bitcoin saat ini juga datang dari aksi ambil untung investor.

Sumber Gambar: CryptoQuant
Menurut data CryptoQuant, harga Bitcoin telah naik sekitar 37% sejak awal April 2026. Kenaikan yang terlalu cepat dalam waktu singkat mendorong banyak trader mulai merealisasikan profit.
Indikator Short-Term Holder SOPR tercatat berada di level 1.016. Angka ini menunjukkan banyak holder jangka pendek menjual Bitcoin dalam kondisi untung.
Data tersebut menjadi sinyal bahwa market sedang mengalami distribusi profit setelah rally panjang, bukan panic selling besar-besaran.
Rata-rata profit harian investor Bitcoin bahkan dilaporkan mencapai level tertinggi sejak akhir 2025.
Di sisi lain, unrealized profit Bitcoin juga sudah menyentuh sekitar 18%, tertinggi sejak pertengahan 2025. Kondisi seperti ini biasanya membuat volatilitas market meningkat karena trader cenderung mulai mengurangi posisi.
Baca berita lainnya: Siap-Siap! 3 Indikator Ini Bisa Jadi Bahan Bakar Bitcoin Terbang ke $85.000
Area US$73.000 Jadi Support Penting Bitcoin
Dari sisi teknikal, beberapa analis mulai menyoroti area support penting Bitcoin jika tekanan jual terus berlanjut.

Sumber Gambar: X.com/alicharts
Analis crypto Ali Martinez menyebut area likuiditas besar Bitcoin berada di sekitar:
- US$75.000
- US$73.000
- US$70.000
“Bitcoin tampaknya telah menyapu likuiditas posisi short di area atas antara US$80.000 hingga US$84.000. Kini, kumpulan likuiditas besar senilai lebih dari US$55 juta berada di level US$75.000, US$73.000, dan US$70.000,” tulisnya.
Jika area US$80.000 hingga US$84.000 gagal dipertahankan, maka zona US$73.000 sampai US$74.000 diperkirakan menjadi support utama berikutnya.
Meski begitu, beberapa analis menilai tren bullish Bitcoin belum sepenuhnya rusak. Analis Michaël van de Poppe menyebut koreksi saat ini masih tergolong normal setelah kenaikan agresif dalam beberapa bulan terakhir.
“Bitcoin telah mengalami momentum naik selama beberapa hari, jadi tidak aneh jika kita mengharapkan konsolidasi saat ini. Selama tren tetap terjaga, saya pikir kita akan melihat kenaikan lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang,” kata van de Poppe.

Sumber Gambar: X.com/CryptoMichNL
Jika Bitcoin mampu kembali menembus resistance US$86.500, market berpotensi membuka jalan menuju area US$90.000 hingga US$92.000.
Kesimpulan
Pergerakan Bitcoin kali ini kembali menunjukkan bahwa market crypto masih sangat sensitif terhadap perkembangan ekonomi dan geopolitik global.
Ketika ketidakpastian meningkat, investor cenderung mengurangi risiko dan memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.
Di saat yang sama, kenaikan harga Bitcoin yang terlalu cepat dalam beberapa bulan terakhir juga membuat market lebih rentan terhadap koreksi jangka pendek.
Meski tekanan jual masih berlangsung, pelaku pasar kini mulai menunggu apakah Bitcoin mampu bertahan di area support penting atau justru melanjutkan pelemahan dalam waktu dekat.
FAQ
- Kenapa harga Bitcoin turun ke bawah US$80.000?
Harga Bitcoin turun karena kombinasi aksi profit taking investor dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu sentimen negatif di market global. - Apa itu profit taking dalam crypto?
Profit taking adalah aksi menjual aset setelah mengalami kenaikan harga untuk mengamankan keuntungan. Kondisi ini sering terjadi setelah market mengalami rally besar dalam waktu singkat. - Apakah Bitcoin masih bullish setelah koreksi ini?
Beberapa analis menilai tren bullish Bitcoin belum sepenuhnya berakhir. Namun, market masih berpotensi volatil selama Bitcoin belum kembali menembus area resistance penting. - Area support Bitcoin saat ini ada di mana?
Analis crypto menyoroti area US$75.000 hingga US$73.000 sebagai support penting Bitcoin jika tekanan jual terus meningkat dalam jangka pendek. - Apa dampak konflik AS-Iran terhadap market crypto?
Konflik geopolitik biasanya membuat investor mengurangi aset berisiko seperti crypto. Ketidakpastian global dapat meningkatkan volatilitas market dan memicu tekanan jual sementara. - Apa arti indikator SOPR Bitcoin?
SOPR atau Spent Output Profit Ratio adalah indikator on-chain untuk melihat apakah investor menjual Bitcoin dalam kondisi untung atau rugi. Nilai di atas 1 menunjukkan mayoritas investor sedang mengambil profit. - Apakah Bitcoin bisa kembali naik ke US$90.000?
Potensi tersebut masih terbuka jika Bitcoin mampu kembali menembus resistance kuat di area US$86.500 dan sentimen market kembali membaik.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- BHNews – Bitcoin Tumbles as Geopolitical Tensions Rise and Profit-Taking Intensifies, diakses pada 8 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Timur Tengah Terkini, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


